JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - PT Transjakarta berkomitmen mendukung program Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam mewujudkan transportasi ramah lingkungan untuk mengurangi tingkat emisi dengan mengelektrifikasi (tenaga listrik) seluruh sistem operasionalnya.
Untuk itu, PT. Transjakarta pun menargetkan pada tahun 2030 seluruh bus yang dimiliki, baik BRT (Bus Rapid Transit) maupun Non-BRT menggunakan tenaga listrik.
Direktur Operasional dan Keselamatan Transjakarta, Yoga Adiwinarto, menjelaskan pihaknya bakal mengelektrifikasi sistem secara bertahap mulai dari bus Non-BRT.
”Kami memulai dengan mengelektrifikasi bus Non-BRT, karena lebih sederhana untuk mengimplementasikannya, di mana depo dapat menjadi tempat untuk mengisi ulang daya baterai," kata Yoga dikutip dari siaran pers PPID, Kamis (3/3/2022).
Kemudian, setelah seluruh unit transportasi Non-BRT menggunakan tenaga listrik, lalu dilanjutkan mengelektrifikasi bus yang ada di koridor atau BRT.
Untuk BRT sendiri dielektrifikasi setelah Non-BRT karena diperlukan tempat untuk pembangunan pengisian ulang daya yang berbasis koridor.
Yoga berharap pada 2025 dapat mencapai capaian 50 persen seluruh armada Transjakarta telah terelektrifikasi.
"Komitmen Transjakarta adalah untuk menyokong rencana Kota Jakarta untuk membuat kota menjadi bebas polusi dan layak huni, sehingga misi udara bersih dapat tercapai," pungkasnya.
Sementara, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan, saat ini, pihaknya sedang melakukan proses pengadaan bus listrik serta mempersiapkan depot dan infrastruktur pengisian daya
.
Untuk di tahun 2022 sendiri ditargetkan merealisasikan 74 bus listrik Transjakarta sebagai awal dari perjalanan menuju 100 persen bus listrik di tahun 2030.
Syafrin menjelaskan lanskap transportasi publik di Jakarta saat ini mempercepat program elektrifikasi untuk menuju Jakarta menjadi kota nol emisi.
Syafrin berkata, komitmen Jakarta dalam mencapai emisi nol pada 2050 ditunjukkan melalui Peraturan Gubernur 09/2021 tentang rencana aksi dalam pengembangan karbon rendah (low carbon).
"Oleh karena itu, kami implementasi transportasi tidak bermotor, MRT, LRT, BRT, kendaraan listrik, dan kewajiban penggunaan biofuel adalah praktik berkelanjutan yang perlu kita dorong dan realisasikan saat ini juga,“ pungkasnya. (yono)