TANGERANG, POSKOTA. CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menyepakati kesepakatan penyelenggaraan sistem penydiaan air minum regional Karian-Serpong tahap I.
Hal ini menyusul pembangunan Bendungan Karian di Kabupaten Lebak oleh Pemerintah Pusat.
Penandatanganan kesepakatan ini dilakukan oleh Gubernur Banten Wahidin Halim, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie dan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah. Kemudian, bersama Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti serta Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna.
Arief Wismansyah mengatakan hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih terutama di DKI Jakarta. Kebetulan, Kota Tangerang dan Tangerang Selatan melewati jaringan pipa air tersebut menuju DKI Jakarta.
"Jadi waduk Karian itu kan dibuat pemerintah pusat untuk membantu mengatasi kebutuhan air bersih terutama di Jakarta. Nah karena kita kelewatan di bagi, jadi yang dapet kita Tangerang, Tangsel sama DKI," ujarnya, Sabtu (1/1/2021).
Sehingga, dua wilayah tersebut juga akan kebagian pemanfaatan air bersih itu. Nantinya, itu akan dikelola oleh PDAM Tirta Benteng.
Diketahui, Kota Tangerang Selatan diminta untuk menyiapkan lahan 6 Hektar yang diperuntukkan penyaluran air bersih. Kota Tangerang, kata Arief memiliki lahan 4 Hektare yang terdapat di wilayah Alam Sutera, Kecamatan Pinang.
"Kita punya lahan 4 hektar di Alam Sutera di pinggir tol, kan memang nanti lewat sana," katanya.
Tak hanya itu, menurut Arief banyak hal yang dipersiapkan dalam pemanfaatan air bersih dari Waduk Karian. Selain itu, pihaknya harus menyiapkan jaringan perpipaan untuk menyalurkan air bersih. Biaya yang untuk hal ini diperkirakan mencapai Rp 900 Miliar. Biaya hanya dibebankan untuk Kota Tangerang.
"Jaringan pipa induk dan jaringan pipa retikulasi yang ke rumah rumah dan itu cukup besar Biayanya kemarin dihitung biayanya hampir Rp 900 miliar. Itu Rp 900 Miliar kota Tangerang aja," jelas Arief.
Diprediksi akan ada 40 ribu masyarakat Kota Tangerang yang mendapat manfaat air bersih itu. Realisasi jaringan perpipaan akan dilakukan pada 2024.
"Itu kalo gak salah 750 liter per detik jadi kurang lebih kisaran 30 ribu sambungan sampe 40 ribu," pungkasnya. (kontributor Tangerang/muhammad iqbal)