Crita Putri Menangis diabagikan dalam bentuk patung cantik di Pantai dekat sirkuit Mandalika. (ist)

Regional

Cerita Putri Menangis di Dekat Sirkuit Mandalika, Sosok Mengejutkan dan Membuat Terperangah

Kamis 11 Nov 2021, 11:30 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Hingar bingar balapan Superbike di Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB, segera dimulai. Peserta dari manca negara sudah berdatangan.

Mereka siap kebut-kebutan, dan publik Tanah Air sudah tak sabar menunggu perhelatan besar tingkat dunia yang digelar di Indonesia.

Sirkuit Mandalika hadir di Bumi Sasak, Lombok, menambah gairah pariwisata di wialayah yang masih menyimban ada tradisi yang kental.

Di kawasan Sirkuit Mandalika itu pula tersimpan cerita Putri Menangis, yang sangat terkenal. Para pemandu wisata biasa berkisah cerita Putri Menangis, sosok yang mengejutkan dan membuat terperangah.

Cerita Putri Menangis itu sendiri kini sudah diabadikan dalam bentuk patung nan cantik di Pantai Mandalika, dan bisa disaksikan dari dekat.

Menurut cerita warga asli Lombok, yakni warga Sasak (berbahasa Sasak), Cerita Putri Menangis konon asal usulnya dari putri cantik, yakni Putri Mandalika yang tersohor kecantikannya. Namun, dia memang sosok putri yang mengejutkan dan membuat terperangah.

Kisahnya,  menggambarkan seorang putri Raja Tunjung Biru yang rela berkorban demi menjaga harmoni dan kerukunan Gumi Sasak. Demi menghindari peperangan maha dahsyat dari para putra mahkota puluhan kerajaan di Lombok saat itu. 

Diceritakan, saat itu para putra mahkota mabuk asmara karena terpikat kecantikan sang Putri, dan ingin mempersunting menjadikannya permaisuri.  

Pada kali ada sayembara di pantai Seger Kuta Mandalika, Kuta Lombok Tengah, pada tanggal 20 malam bulan purnama ketujuh berdasarkan perhitungan kalender Sasak. 

Nah, pada sayembara ini Putri Mandalika memberikan pernyataan mengejutkan dan membuat orang terperangah. Di hadapan para putra mahkota kerajaan dan rakyatnya, dikisahkan Putri Mandalika justru mengumumkan dirinya untuk tidak memilih siapapun. Tentu mengejutkan,

Dia tidak memilih di antara para pangeran yang gagah perkasa. Namun justru dia melakukan tindakan di luar dugaan, membuat orang terperangah, kaena sang Putri menceburkan diri ke laut.

Dan dalam hitungan menit Putri Mandalika hilang, bersama deburan birunya kilau gelombang yang disinari bulan purnama.

Para pangeran dan rakyat pun berlarian turun ke pantai. Untuk mencari sang putri. Namun hingga menjelang subuh, sang putri tidak kunjung ditemukan. 

Dan yang mengejutkan kemudian, ada kemunculan yang menghebohkan. Putri Mandalika tidak muncul, tapi yang muncul hanyalah ribuan cacing warna warni yang disebut Nyale

Maka, sejak peristiwa itulah, kemudian setiap tahun rakyat Gumi Sasak mengenangnya sebagai legenda Putri Nyale. 

Maka, sejak itu, hingga kini secara rutin berdasarkan kalender Sasak, di pantai Seger Kuta Mandalika Lombok tengah NTB, selalu dilaksanakan prosesi peringatan yang kini dikemas ke dalam festival Bau Nyale..

Bagi warga setempat, nilai penting dari legenda ini, betapa tingginya budi baik Sang Putri yang ingin menjaga kedamaian, kelestarian dan kerukunan negerinya.

Dia mengesampingkan kepentingan cintanya. Budi baik dan kecantikan Putri Mandalika ternyata tidak hanya ada dalam legenda.

Tetapi lokasi kisah itu terjadi yaitu di pantai Seger Kuta Mandalika Lombok tengah, kini menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang memikat decak kagum jutaan manusia dari seantero dunia. Dan kini bertambah ada Sirkuit Mandalika.

Di kawasan yang meliputi luas 1.200 hektar itu, saat ini Sirkuit MotoGP terindah di dunia. Dengan view pantai berpasir putih, bak butir mutiara. 

Di tahun 2021 mendatang, even internasional MotoGP yang paling digemari kaum milenial, sudah akan digelar untuk pertama kalinya. 

Di sirkuit terindah dunia, di wilayah kerajaan legenda Putri Mandalika itu. Bukan hanya keindahan alamnya yang menjadi pusat wisata dunia. Sehingga akan membuka jutaan kesempatan kerja.

Dan bangkitnya berbagai industri pendukung pariwisata. Tetapi juga tetap terjaganya nilai-nilai sosial dan budaya. Serta makin terbukanya kesempatan generasi pewaris budaya Sasak untuk mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. (*)

Tags:
Cerita Putri Menangis di Dekat Sirkuit MandalikaSosok MengejutkanMembuat TerperangahPutri Mandalikasirkuit mandalika

Administrator

Reporter

Administrator

Editor