LEBAK, POSKOTA.CO.ID - Dinas Perhubungan Kabupaten Lebak pada 2021 ini percaya diri atau pede menambah target perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari hasil Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar Rp900 juta.
Target tersebut naik sebesar Rp300 juta dari target sebelumnya yang hanya Rp600 juta saja.
Kepala Seksi Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) pada Dinas Perhubungan Kabupaten Lebak Mumuh Munjin mengatakan, penambahan target PAD itu dilakukan karena pihaknya telah optimis bisa mendapatkan PAD melebihi tahun sebelumnya.
Terbukti, pada bulan Juli 2021 ini PAD dari PKB sudah masuk sebesar Rp500 juta.
"Target PAD PKB awalnya Rp600 juta, namun di APBD Perubahan dinaikan menjadi Rp900 juta," kata Kepala Seksi PKB Dinas Perhubungan Kabupaten Lebak, Mumuh Munjin saat dihubungi, Minggu (8/8/2021).
Mumuh menuturkan, target PAD dirubah pada APBD Perubahan karena hingga Juni 2021 PAD yang sudah masuk ke kas daerah mencapai Rp500 juta lebih.
"Bulan Juni masuk Rp500 juta lebih sedangkan bulan Juli, pelayanan kita banyak off, atau lockdown," katanya.
Mumu mengaku optimistis dapat memenuhi target PAD tersebut. Meskipun, belakangan ini pelayanan PKB terganjal beberapa kendala seperti pegawai yang menjalani isolasi mandiri (Isoman) dan aplikasi yang tiba-tiba eror.
"Kurang lebih selama satu pekan pelayanan tutup untuk menunggu hasil swab. Terus buka lagi, dapat seminggu kemudian aplikasi pendaftaran PKB eror diduga kena hacker," katanya.
"Nah kemarin itu, alhamdulilah aplikasi sudah kembali bisa diakses dan pelayanan kembali normal. Dalam satu hari ada sekira 20-30 kendaraan melakukan Uji Kir," imbuhnya. (kontributor banten/yusuf permana)