JAKARTA, POSKTA.CO.ID - Misteri pasien yang dicovidkan masih terus jadi perbincangan hangat.
Mendengar isu tersebut, dokter dan nakes tentunya sangat geram, mengingat nakes sudah berusaha bekerja keras di garda terdepan membantu pasien untuk pulih dari Covid-19.
Sejumlah nakes bahkan sudah berulang kali menjelaskan jika pihak rumah sakit tidak punya alasan untuk mengcovidkan pasien.
Salah satunya dokter anestesi, Sofian Palupi akhirnya ikut buka suara.
Hal itu ia ungkapkan melalui akun Twitter pribadinya, ia lantas menjelaskan mengapa pasien kecelakaan saat sampai di rumah sakit langsung dicovidkan.
"Saya ke IGD karena jatuh dari motor dan patah tulang, kok akhirnya dicovidkan sih?" ujar Sofian, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Twitter @sofianpalupi.
Sofian menyebut jika pasien yang kecelakaan pasti memiliki gejala lain, dan merujuk pada gejala Covid-19.
"Ya gimana bun saturasi 80% dan Rotgen menunjukan infeksi pnemonia luas, diswab antigen (+), riwayat keluar kota dan ada batuk demam," katanya.
Ia pun mengungkapkan bahwa pihak rumah sakit tak bisa hanya menangani keluhan patah tulang saja.
"Masa yang ditangani cuma patah tulangnya?" ujarnya.
Di sisi lain isu dicovidkan juga dibantah oleh Ketua IDI Kota Kendari, dr Alghazali Amirullah.
Menurut dr Alghazali, nakes telah berjuang bahkan rela bertaruh nyawa menangani pasien Covid-19.
"Kasian nakes, sebentar-sebentar dibully, dibilang mengcovidkan orang atau apalah. Padahal kami ini Nakes juga takut," kata dr Alghazali Amirullah.
Bahkan dr Alghazali, menantang masyarakat yang ter percaya untuk kunjungi rumah sakit dan segera tengok konddisi pasien Covid-19.
"Bahkan kalau boleh kami memfasilitasi untuk memberikan dia baju hazmat Covid-19, untuk melihat bagaimana kondisi yang dialami pasien Covid-19 yang ada di rumah sakit," sambungnya.
Tak hanya dr Alghazali, dr. Andi Khomeini Takdir, seorang dokter spesialis penyakit dalam juga mengaku geram dengan isu pasien dicovidkan
dr Andi menyampaikan pendapatnya mengenai pasien yang dicovidkan melalui cuitan di akun Twitter pribadinya pada Jumat, (6/8/2021).
Menut dr Andi, isu pasien dicovidkan dianggap sangat aneh, karena pada dasarnya Covid-19 itu benar-benar ada.
"Pasien dicovidkan, nakes mengcovidkan,... aneh banget komentar2 begini," ujar dr. Andi, dikutip poskota.co.id dari Twitter @dr_koko28.
Ia pun mengaku heran, mengapa fitnah tersebut tak bosan disebarkan, padahal nakes sudah berjuang mati-matian untuk bisa membantu pasien Covid-19.
"Ga brenti2 nyebar fitnah. Kalian tanpa sadar jadi biang bencana hingga orang2 yang butuh pertolongan malah takut ke RS," kata dr. Andi. (Cr09)