BEKASI,POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi manfaatkan bantuan dari yayasan guna dijadikan insentif bagi karyawan terdampak PPKM Darurat.
Hal ini dilakukan lantaran pendapatan Kota Bekasi mengalami ketersendatan akibat pandemi Covid-19.
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menjelaskan untuk saat ini, karena pendapatan Kota Bekasi yang tersendat, Pemkot kesulitan beri insentif bagi karyawan yang tempat kerjanya mesti tutup karena adanya kebijakan PPKM Darurat.
Untuk itu dalam menanggulangi hal tersebut, untuk memberikan bantuan insentif bagi karyawan terdampak bisa dilakukan melalui sumbangan yang berasal dari perusahaan lewat program Corporate Social Responsibility (CSR) maupun yayasan.
"Paling sekarang ini mau membantu yang terpapar di zona merah, oren, dan kuning, sudah kami siapkan. Bantuan yang merupakan Non-APBD, sedang kita kumpulkan dari CSR (Yayasan), seperti beras 50 ton dapat dari yayasan Buddha, masker 600 boks serta 10 ribu botol kecap," ucapnya kepada wartawan belum lama ini.
Bantuan yayasan yang dijelaskan Rahmat salah satunya berasal dari Yayasan Buddha Tzuchi.
Dikabarkan pada Selasa 29 Juni lalu, Yayasan Buddha Tzuchi memberikan bantuan beras 50 ton serta 100 ribu masker untuk warga yang terpapar Covid-19 atau isolasi mandiri.
Dari bantuan itu, beras sebanyak 50 ton rencananya setia kepala keluarga akan diberi 10 kilogram beras per dua minggunya.
"Untuk pembagian beras yang saat ini tersedia sebanyak 50 ton akan dibagikan ke setiap kepala keluarga (KK) sebanyak 10 kilogram, per 2 minggu, kemudian ditambah dengan mie, kecap, dan lain-lain. Penyerahan bantuan ini akan bergulir terus," jelasnya.
Menyinggung soal bantuan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta kepala daerah mulai dari gubernur hingga bupati/wali kota mempercepat penyaluran bantuan sosial (Bansos) dan jaring pengaman sosial yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Bahkan Presiden Joko Widodo juga telah menginstruksikan mempercepat penyaluran kartu sembako yang sekarang ini jumlah targetnya 15,93 juta penerima, bisa dinaikkan lagi targetnya ke 18,8 juta.