Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth. (foto: ist)

Jakarta

Anggota DPRD DKI Kenneth Minta Anies Alihkan Dana Pembangunan Infrastruktur Jakarta ke BST

Minggu 04 Apr 2021, 13:42 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth mengingatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan untuk lebih fokus kepada penanganan Covid-19 serta kesejahteraan warga yang kesulitan ekonomi karena terdampak langsung Pandemi Covid-19.

Terkait itu, Kenneth meminta agar Anies mengalihkan dana pembangunan infrastruktur ke Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk warga Jakarta.

"Saya berharap Pak Anies bisa berbenah di tengah pandemi Covid-19 ini, jangan lebih memfokuskan kepada pembangunan infrastruktur di Jakarta, tetapi prioritaskanlah kepada pembagian BST yang hingga saat ini masih belum merata, warga menengah ke bawah yang terdampak langsung Pandemi Covid-19 ini sangat membutuhkannya," kata Kenneth dalam keterangannya, Minggu (4/4/2021).

Politisi PDI Perjuangan yang aktif di Komisi D DPRD DKI Jakarta itu lantas mengingatkan Anies akan janji kampanyenya, yang tidak akan fokus membangun benda mati, tetapi akan fokus kepada manusianya. "Apakah Pak Anies sudah lupa akan janji kampanyenya ini?," ucap Kenneth.

Pria yang kerap disapa Kent itu menambahkan, ada sejumlah rencana pembangunan infrastruktur di Jakarta yang tidak terlalu penting di tengah Pandemi Covid-19 saat ini, seperti revitalisasi trotoar, revitalisasi Jembatan Penyebrangan Orang (JPO), dan Pagelaran Formula E.

"Jadi Pak Anies tak perlu terlalu terfokus kepada pembangunan di tengah pandemi Covid-19, karena memang belum terlalu urgen untuk warga Jakarta, gunakan hati nurani Anda. Bayangkan warga wajah masyarakat menengah ke bawah yang kesusahan tidak bisa makan karena terdampak Pandemi Covid-19 ini, Program Bantuan Sosial dari Pemprov masih tidak merata dan masih banyak masyarakat terdampak yang tidak mendapatkan bantuan," tuturnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta itu menambahkan, program infrastruktur yang urgen dan seharusnya dilakukan saat ini adalah pembenahan infrastruktur untuk pencegahan banjir di Ibu Kota.

"Jika yang nyata dan yang penting seharusnya dilakukan saat ini adalah pembenahan drainase dan penanganan banjir. Jadi tidak perlu diprioritaskan untuk revitalisasi trotoar dan JPO, itu tidak urgen," tegasnya.

Kent pun membeberkan revitalisasi trotoar pada 2021 yang ditargetkan sepanjang 26 kilometer. Namun, angka tersebut masih jauh dibanding dari tahun sebelumnya. Target itu berkurang, karena kondisi keuangan Pemprov DKI terganggu akibat pandemi Covid-19.

"Jadi jangan terlalu dipaksakan untuk merevitalisasi trotoar, padahal keuangan tidak ada, lebih baik ditunda dulu karena kita semua masih terdampak Pandemi Covid-19. Proyek bisa diteruskan jika perekonomian di Jakarta sudah stabil," tuturnya.

Kata Kent, seperti penataan trotoar di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel), yang menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2021 senilai Rp60 miliar.

"Itu uang yang sangat banyak hingga Rp60 miliar, jangan menggunakan uang rakyat dan menghambur-hamburkan untuk kebutuhan yang tidak diperlukan saat ini, memaksakan sekali, dan juga saya menyoroti pembangunan jalur sepeda yang mubazir, kalau ujung - ujungnya sepeda bisa di bawa naik MRT, untuk apa di buat jalur sepeda?," ketus Kent.

Lalu, sambung Kent, Pemprov DKI juga berencana membuat 21 JPO pada tahun 2021 ini, dengan mengakomodasi kearifan lokal. Walaupun, ada beberapa JPO yang dibangun dengan dana kompensasi koefisien lantai bangunan (KLB) dari perusahaan swasta.

"Pembuatan JPO yang bagus itu buat apa, apa urgensinya di tengah Pandemi Covid-19. Ada yang harus menjadi prioritas dalam pembangunan infrastruktur, jangan trotoar dan JPO, walaupun pembangunan tersebut menggunakan dana KLB, lebih baik dananya dialihkan ke penanganan Covid-19 serta BST warga yang berdampak langsung," tegas Kent.

Oleh karena itu, Kent menyarankan Anies Baswedan agar memberikan catatan kinerja yang baik kepada warga di penghujung jabatannya menjadi orang nomor satu di Jakarta.

"Pak Anies harus pintar pintar membaca situasi pada saat ini, jika fokus dalam bantuan sosial tunai untuk warga saat Pandemi Covid-19 ini, secara otomatis akan bisa mengangkat elektabilitas Pak Anies di akhir penghujung jabatan jadi gubernur," tuturnya.

Di tengah Pandemi Covid-19, kata Kent, masyarakat tidak memerlukan pembangunan infrastruktur, yang dibutuhkan hanyalah bantuan dalam bertahan hidup.

"Jangan fokus terhadap infrastruktur yang tidak penting. Masyarakat tak perlu JPO, masyarakat tak perlu trotoar bagus, dan masyarakat tak perlu Formula E, yang nyata dibutuhkan masyarakat terdampak Covid-19 sekarang ini adalah makan, perut mereka lapar tetapi mereka tidak punya uang untuk makan," pungkasnya.

Perlu diketahui, Pemprov DKI Jakarta akan menata trotoar di sejumlah ruas jalan Ibu Kota. Penataan mulai dilaksanakan pada triwulan I tahun 2021.

"Untuk mendukung kegiatan strategis daerah peningkatan kualitas fasilitas pedestrian di tahun 2021 ini, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta merencanakan akan menata trotoar di 10 ruas jalan," tulis Pemprov DKI Jakarta melalui akun Instagram @dkijakarta.

Lebih lanjut, Pemprov DKI Jakarta menuturkan penataan awal trotoar akan dilakukan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dimulai dari Jalan Senopati hingga Jalan Suryo, Jalan Woltermonginsidi, hingga Jalan Trunojoyo dan Jalan Gunawarman.

Kemudian, penataan akan dilanjutkan di sejumlah ruas jalan di wilayah lain. Berikut ini rinciannya:

Jakarta Barat
- Jalan Duri Kosambi

Jakarta Selatan
- Jalan Tebet CS, Jalan Tebet Raya (lanjutan)
- Jalan Senopati hingga Jalan Suryo
- Jalan Woltermonginsidi hingga Jalan Trunojoyo
- Jalan Gunawarman

Jakarta Pusat
- Jalan Kesehatan
- Jalan Raden Saleh

Jakarta Barat
- Kawasan Puri, Jalan Puri Wangi

Jakarta Timur
- Jalan Layur

Jakarta Utara
- Area sekitar Jakarta International Stadium, Jalan Sunter Permai Raya-Jalan Danau Sunter Barat. (*/ys)

Tags:
poskota.co.idAnggota DPRD DKI Minta Anies Alihkan Dana PembangunanAnggota DPRD DKI JakartaHardiyanto KennethGubernur DKI JakartaAnies BaswedanDana Pembangunan Infrastruktur Jakartabantuan-sosial-tunai-tahap-vii-di-baliAlihkan Dana Pembangunan ke BST

Reporter

Administrator

Editor