LEBAK, POSKOTA.CO.ID - Lembaga Pemasyarakatan kelas III Rangkasbitung membuka sekolah lapangan bagi narapidana atau warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang mau bebas di Pondok Asimilasi atau Sarana Asimilasi dan Edukasi di Sumurbuang, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak.
Sekolah lapangan merupakan proses pembelajaran non-formal bagi para WBP untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dalam mengenali potensi, menyusun rencana usaha identifikasi dan mengatasi permasalahan, mengambil keputusan dan menerapkan teknologi yang sesuai dengan sumberdaya yang ada secara sinergis dan berwawasan lingkungan sehingga setelah bebas nanti sudah memiliki keterampilan untuk membuka usaha sendiri maupun melamar pekerjaan.
Adapun sekolah lapangan yang dikembangkan Lapas Kelas III Rangkasbitung yaitu peternakan ayam petelur, budidaya cabai dan pembuatan pavingblock.
"Seluruh kegiatan kerja sudah teradministrasi dengan baik dan sudah melewati pelatihan kerja bersama pihak ke-tiga," kata Kalapas Kelas III Rangkasbitung Budi Ruswanto, Rabu (3/3/2021).
Baca juga: Lapas Rangkasbitung Jual Paving Block Buatan Warga Binaan
Luas lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi yang digunakan untuk pelatihan seluas 2,4 hektar.
"Kemudian dikembangkan menjadi sarana kegiatan kerja yang lebih luas membina warga binaan. Agar bekerja aktif, produktif dan siap terjun kedalam lingkungan masyarakat ketika pulang nanti," katanya.
Kasubsi Pembinaan Lapas Kelas III Rangkasbitung Eka Yogaswara menuturkan, narapidana yang mengikuti pelatihan yang mau bebas.
"Jadi sebelum bebas mereka dibekali ilmu pengetahuan sesuai program asimilasi," katanya.
Baca juga: Lapas Rangkasbitung Perketat Prokes, Tidak Pakai Masker Bisa 'Dikurung' 2 Minggu
Program asimilasi yang tengah dikembangkan meliputi peternakan ayam petelur, budidaya cabai dan pembuatan pavingblock.
"Alhamdulilah semua kegiatan berjalan. Hasilnya dipasarkan ke pegawai, penduduk dan masyarakat," katanya.
Lebih lanjut Ia mengungkapkan, produk unggulan yang hasilnya setiap hari sudah dapat dinikmati yaitu dari beternak ayam.
"Saat ini ayam yang diternak sebanyak 200 ekor. Per hari menghasilkan 150 butir telur," katanya
Baca juga: Keren, WBP Lapas Rangkasbitung Buat Karya Gitar Akustik Berkualitas Tinggi
Selain, beternak telur, narapidana juga sudah nemiliki keahlian memproduksi pavingblock. Per harinya sudah menghasilkan 200-250 buah.
"Untuk paving block lumayan banyak yang pesan. Saat ini sedang memproduksi pesanan Rutan Pandeglang, dan lingkungan Kementerian Hukum dan HAM Banten dan La Tansa," katanya.
Banyaknya pesanan dan merasakan hasilnya diharapkan dapat memotivasi dan membantu narapidana setelah bebas nanti memiliki pekerjaan baik buka usaha sendiri maupun bekerja dengan orang lain.
"Dari pemantauan dilakukan hasil dari program asimilasi ini narapidana ada yang mengapliksikan setelah bebas mencetak paving block di rumahnya. Ada juga yang bertani, beternak, dan mencari pekerjaan dengan pengalaman itu," katanya.
Baca juga: Rayakan Tahun Baru, Napi di Lapas Narkotika Jakarta Diberi Kejutan
Program asmiliasi bertujuan agar para barapidana dapat kembali berbaur dengan masyarakat serta menjadi enterpreneur.
"Sehingga setelah bebas tidak sampai menjadi pengangguran," katanya. (yusuf permana/kontributor/ys)