JAKARTA - Dua Oknum Polisi yang terlibat penjualan Senjata Api (Senpi) ke kelompok kriminal bersenjata (KKB) bermotif keadaan menguntungkan secara ekonomi. Rabu (3/3/2021).
Hal tersebut diungkapkan Karopenmas Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono kepada wartawan di Jakarta.
"Jelas itu dapat keuntungan, satu butir peluru itu pasti ada harganya. Apalagi sampai satu pucuk senjata, itu pun ada harganya, tentunya menguntungkan secara ekonomi," kata Rusdi Rabu (3/3/2021).
Menurutnya, kedua anggota yang tidak disebutkan identitasnya itu masih menjalani pemeriksaan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Maluku.
Baca juga: Tiga Remaja Kedapatan Jual Senjata Tajam Dibekuk Tim Jaguar Polres Depok
Salah satu yang dikulik ialah terkait keuntungan yang didapat dan motif penjualan senpi ke KKB.
"Untuk secara besarnya (keuntungan) masih didalami lagi. Pasti menguntungkan," paparnya.
Sebelumnya Sebanyak enam orang ditangkap terkait penjualan senpi ke KKB beberapa waktu lalu. Pengungkapan itu berawal dari penangkapan warga Bintuni beserta senpi.
"Hasil penyelidikan diamankan enam orang yang diduga terlibat dengan asal-usul senjata tersebut. Sebanyak empat orang warga sipil dan dua orang anggota Polres Ambon," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan kemarin Senin (22/02/2021).
Baca juga: Jual Senjata Api Rakitan Lewat Online Dibekuk Polisi
Ramadhan tidak menyebut waktu dan lokasi penangkapan. Hanya saja, dia mengatakan keenam orang itu masih menjalani pemeriksaan intensif di Polda Maluku.
Teranyar, diketahui bahwa dua anggota yang bertugas sebagai fungsi Sabhara itu terlibat penjualan senpi dari pertemanan.
Namun, polisi belum membeberkan detail perihal pertemanan tersebut. Apakah oknum itu berteman dengan KKB atau perantara KKB. (adji/win)