Sental-Sentil

Dialog Bapak dan Anak

Rabu 03 Mar 2021, 09:45 WIB

“KALAU besar kamu mau jadi apa, Nak?” tanya seorang bapak pada sang anak.

“Mau jad tukang las, Pak!” jawab si anak, singkat.

“Lho, cita-cita itu harus tinggi, Nak,” ujar sang bapak.

“Itu juga tinggi, Pak.Tapi bisa juga sih, kalau mau tinggi lagi, ya jadi tahanan KPK, jadi koruptor!” kata sang anak. Tentu saja jawaban tersebut membuat sang bapak lebih terheran-heran.

Baca juga: Hebat Berprestasi, Tapi Lebih Hebat Tak Korupsi

Maka si anak pun menjelaskan arti jawabannya kepada sang bapak. “Begini Pak, jadi tukang las itu, paling tidak sebelumnya sudah pernah menjadi walikota! Nah, kalau koruptor, itu biasanya, sebelumnya adalah menteri, anggota dewan atau bupati, walikota, dan gubernur. Tentu saja itu oknum, Pak. Yakni pejabat yang di tengah jalan nggak mampu menahan diri dan korupsi.

Sang bapak manggut-manggut atas penjelasan sang anak. Dan merenung. Benar juga pikiran sang anak. Sekarang ini, jadi pejabat ternyate riskan,ya. Kalau nggak kuat, ya bisa melakukan dan menyelewengkan jabatannya. Boleh saja, dulu orang sangat bangga, jadi pejabat.

Ya, sebenanya bukan dulu saja, ya. Sekarang juga begitu, sih. Lihat saja, begitu menang Pilkada, atau diangkat jadi menteri, dan pejabat tinggi, maka gembiranya bukan kepalang. Lalu bikinlah acara selamatan, atau pesta meriah, karena rasa syukur. Tapi, hanya sebatas syukur pada saat itu, karena sebagian dari mereka lupa dengan amanahnya.

Baca juga: Tanya Saja pada Rumput yang Tak Bergoyang

“Ya ini nasihat buat kita, Nak,” ujar sang bapak.

“Tapi, jangan kuwatir, Pak. Anakmu ini akan tetep bercita-cita tingi,” ujar sang anak.

“Dan harus jaga martabat, harga diri. Berprestasi nggak usah mengejar kekayaan, yang merugikan orang banyak. Jaga amanah,” ujar sang bapak.

“Siap,Pak. Mudah-mudahan, pas saya jadi pejabat nggak ada lagi tukang suap!” ujar si anak.  (massoes)

Tags:
Sental-SentilDialog Bapak dan AnakDialog Bapakanakbapak dan anak

Reporter

Administrator

Editor