LEBAK, POSKOTA.CO.ID - Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung secara berkepanjangan telah berdampak pada seluruh sektor, khususnya pariwisata. Di Kabupaten Lebak sektor Pariwisata sempat tumbang karena adanya Pandemi tersebut.
Akibatnya, perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berasal dari sektor Pariwisata tidak bisa mencapai hasil maksimal pada 2020 kemarin. Atas hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lebak melnata kembali destinasi wisata di Kabupaten Lebak, dengan harapan Pemkab dapat kembali menggenjot sektor Pariwisata pada 2021.
Kabid Destinasi Disparbud Lebak, Luli Agustina mengatakan, pada 2021 ini pihaknya menargetkan perolehan PAD sebesar Rp225 juta. Jumlah tersebut menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni Rp250 juta.
"Tahun ini lebih sedikit dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal tersebut dikarenakan oleh faktor Pandemi Covid-19 yang membuat jumlah kunjungan pada berbagai destinasi wisata anjlok, " kata Luli kepada Poskota.co.id, Selasa (2/2/2021).
Baca juga: Pengelola Wisata di Lebak Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem
Lulu mengungkapkan, selain pengurangan target PAD, pada 2021 ini pihaknya juga megurangi target jumlah wisatawan baik dalam maupun luar negeri yang hanya mencapai 250 ribu wisatawan. Target tersebut berkaca pada jumlah wisatawan pada 2020 kemarin yang hanya mencapai 206 ribu wisatawan.
"Seharusnya kita juga melakukan penyesuaian kembali terhadap target PAD, karena target tersebut berdasarkan data target kunjungan tahun 2020 kemarin. Mungkin di perubahan nanti akan kembali disesuaikan target PAD dengan target kunjungan wisatawan pada tahun 2021," ungkapnya.
Dikatakanya, perolehan PAD pada sektor wisata sendiri disumbang dari empat destinasi wisata unggulan di Kabupaten Lebak yakni Pantai Sawarna, Bagedur, Kebuh Teh Cikuya, dan Pemandian Wisata Air Panas Tirta Lebak Buana. Dan untuk destinasi wisata lain yang berada di Kabupaten Lebak, ia mengaku, bahwa pihaknya belum bisa mengambil retribusi dari destinasi-destinasi itu.
"Untuk memperoleh retribusi dari destinasi itu kan harus ada kontribusi langsung dari pemerintah baik itu dari segi penanaman modal maupun hak milik lahan. Dan sementara itu baru empat destinasi yang baru bisa diperoleh retribusinya. Dengan jumlah yang paling besar disumbangkan oleh destinasi pantai Sawarna yang berada di Kecamatan Bayah," katanya. (yusuf permana/kontributor/ys)