JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Sebagai ucapan terimakasih atas aksi donor darah, Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta memberikan penghargaan kepada 300 pendonor, Sabtu (12/12/2020). Mereka terpilih lantaran telah 50 kali melakukan donor darah untuk memenuhi stok bagi masyarakat.
Sekertaris PMI DKI Jakarta, Arif Rahman mengatakan, penghargaan yang diberikan merupakan program tahunan sebagai bentuk terima kasihnya kepada para pendonor.
"Kegiatan ini merupakan bentuk pemberian penghormatan dari PMI kepada para pendonor sukarela maka perlu diberi apresiasi. Kegiatan ini juga didukung pemprov DKI melalui dana hibah," katanya, Sabtu (12/12/2020).
Baca juga: Pemkot Jakut Dukung Kegiatan Donor Darah di Perayaan HUT Ke-61 PP
Arif mengatakan, penghargaan diberikan secara bertingkat. Yakni diberikan kepada pendonor minimal sebanyak 10 kali, kemudian 25 kali, 50 kali, dan 75 kali mendonor.
"Nantinya untuk yang 100 kali mendonorkan darahnya, biasanya bapak presiden langsung yang memberikan penghargaan tersebut," ujarnya.
Sementara itu, Hendrawan, 37, salah satu pendonor darah mengatakan, dirinya sangat bangga dengan penghargaan yang didapat itu. Pasalnya, dari penghargaan tersebut dia merasa diapresiasi karena bisa berguna dan membantu masyarakat.
"Alhamdulillah sampai saat ini sudah 53 kali mendonorkan darah. Mudah-mudahan bisa berguna bagi masyarakat," tuturnya
Karena sudah terbiasa mendonorkan darah, kata Hendrwan, ia pun mengaku semakin gemar untuk melakukan aksi donor darah. Pasalnya, bila sudah tiga bulan tidak mendonor, tubuhnya seperti ada yang berbeda.
"Karena kalau sudah tiga bulan nggak donor kita nagih. Parahnya lagi kayak darahnya itu gerak-gerak minta keluar," ujarnya.

Para Pendonor Menerima Penghargaan dari PMI DKI Jakarta. (Ifand)
Lain halnya dengan Yusfidar Fatah, 44, penerima darah yang menyebut para pendonor adalah bagian dari hidupnya. Karena pria yang memiliki penyakit Hermovilia ini bergantung pada membutuhkan asupan darah baru setiap saat. "Sudah 43 tahun hidup saya ini dibantu oleh darah pendonor, terima kasih untuk bapak ibu," ungkapnya.
Menurutnya, sakit yang dideritanya sejak usia 17 bulan, membuat dirinya harus melakukan transfusi darah. Dan dirinya yang bisa hidup sehat hingga saat ini mengalir darah-darah dari para pendonor. "Hanya ucapan terima kasih dan doa agar bapak ibu sehat yang bisa sampai sampaikan, terima kasih telah menyelamatkan hidup saya," pungkasnya. (Ifand/tha)