Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi . (ist)

Nasional

Pengumpulan Zakat Capai Rp10 Triliun Per Tahun Dapat Kurangi Tunawisma

Sabtu 12 Des 2020, 01:04 WIB

JAKARTA, POSKOTA. CO.ID, Penerimaan zakat di Indonesia setiap tahun mencapai Rp10 triliun. Jika organisasi pengelola zakat mengalokasikan 50 persen dari total penerimaan zakat ini maka setiap tahun akan terjadi pengurangan tunawisma.

       "Insya Allah setiap tahun akan terjadi pengurangan tunawisma anak-anak terlantar, orangtua jompo yang jadi pengemis, penyandang disabilitas yang meminta-minta, dan sebagainya yang menjadi problema sosial di negara kita," tutur Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi.

      Itu disampaikan Wamenag saat menjadi pembicara kunci pada Seminar Filantropi Nasional Untuk Pemberdayaan Perempuan di Jakarta, Jumat (11/12/2020).

Baca juga: Lazismu Gelar Rakernas Bahas Program Kegiatan Zakat 1 Tahun ke Depan

       Bersamaan kegiatan itu juga ada peluncuran buku “Zakat dan Wakaf Uang Untuk Pemberdayaan Perempuan” dan “Zakat Untuk Korban Kekerasan Terhadap Perempuan”. Seminar ini diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

      Wamenag menjelaskan bagi umat Islam khususnya zakat adalah sumber dana yang bermartabat untuk melindungi dan memberdayakan lapisan masyarakat yang lemah dan mengalami keterbatasan ekonomi. 

       "Sehingga, kesetaraan sosial dan demokrasi ekonomi dalam pemenuhan kebutuhan pokok dan kehidupan layak bagi setiap penduduk warga negara secara perlahan dapat diwujudkan," terang Wamenag. 

Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin Akan Buka Konferensi Forum Zakat Dunia

       Dijelaskan Wamenag, secara fungsional zakat memiliki dua dimensi. Pertama, adalah dimensi ibadah, yakni kewajiban untuk mengeluarkan harta yang kita miliki apabila telah mencapai nishab. "Bagi yang kaya wajib hukumnya berzakat, sementara infak dan sedekah dianjurkan bagi setiap muslim," tuturnya. 

     Hal kedua, lanjut Wanenag, adalah dimensi sosial dan ekonomi yang memiliki keterkaitan secara langsung dengan kesejahteraan umat. 

     Nabi Muhammad SAW memperingatkan umatnya tentang tiga hal, yakni kemiskinan, kebodohan dan penyakit, yang merupakan musuh kemanusiaan. Ketiga hal itu dapat menggoyahkan sendi kehidupan, menghancurkan ketenteraman, menghalangi ukhuwah serta meruntuhkan kemandirian dan kejayaan bangsa. 

Baca juga: Menag Minta Anggota BAZNAS Terpilih Optimalkan Pengumpulan Zakat

      "Di sinilah kita melihat betapa penting dan strategisnya zakat dan wakaf sebagai sistem pendistribusian kekayaan yang memungkinkan setiap orang dalam segala kondisi terjamin kebutuhan pokoknya," ujarnya. 

      Islam tidak membiarkan isu kemiskinan melahirkan keresahan sosial atau  menyuburkan tindak kekerasan dan kemerosotan moral di masyarakat. "Zakat dan filantropi Islam lainnya, seperti wakaf dan sebagainya adalah solusi terbaik yang diajarkan Islam untuk mengatasi kesenjangan pendapatan dan kekayaan di masyarakat serta menutup celah-celah kerawanan sosial yang bersumber dari kemiskinan," tandasnya. (johara/win)

Tags:
Pengumpulan ZakatzakatCapai Rp10 Triliun Per TahunRp10 TriliunDapat Kurangi Tunawismatunawisma

Reporter

Administrator

Editor