Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito.(ist).

Nasional

Penanganan Covid-19 di Indonesia Masih Lebih Baik dari Negara Lain

Rabu 11 Nov 2020, 08:46 WIB

JAKARTA - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, mengatakan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia masih lebih baik dibandingkan negara-negara lain di dunia. 

Wiku menjelaskan pada Selasa (10 /11) ada penambahan kasus positif sebanyak 3.779 kasus, jumlah kasus aktif hari ini sebanyak 53.846 kasus atau 12,12%, dibandingkan rata-rata dunia sebesar 27,16%. 

"Sedangkan jumlah kesembuhan kumulatif 375.741 kasus atau 84,6%. Dimana kasus sembuh dunia adalah 70,35%. Untuk jumlah kasus meninggal kumulatif sebanyak 14.761 atau 3,3% dimana kasus meninggal dunia sebesar 2,47%," kata Wiku dalam keterangannya di Graha BNPB, Jakarta, Selasa sore (10/11). 

Baca juga: Ya Ampun!...TPU Covid-19 di Bekasi Dijadikan Tempat Mesum

Dari grafik data Kementerian Kesehatan per 8 November 2020, melihat grafik kasus aktif Covid-19 berada di level 12,16% dan lebih rendah dari rata-rata dunia mencapai 27,16%.

Apabila dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara saja, Indonesia lebih rendah dari Malaysia (27,4%) dan Myanmar (22,39%).

Wiku mengatakan dari negara-negara di benua Eropa dan Amerika, kasus aktif Indonesia lebih rendah. Negara-negara Eropa dan Amerika seperti Perancis (90,55%), Belgia (91,47%), Swiss (60,64%), Jerman (35,95%) Amerika Serikat (34,78%).

Baca juga: Di Hari Pahlawan, Jokowi Ajak Perang Melawan Covid-19

"Sekali lagi, hal ini menunjukkan bahwa penganan Covid-19 di Indonesia sudah on the track atau sesuai. Bahkan dengan rendahnya angka kasus aktif Indonesia, kita juga berperan dalam menekan kasus aktif di tingkat global," tambah Wiku. 

Pencapaian yang baik ini harusnya tidak membuat semua pihak lengah. Pemerintah, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya untuk berkolaborasi menekan angka kasus aktif.

Indonesia bisa belajar dari negara tetangga seperti Thailand (3,09%) dan Singapura (0,09%).

Baca juga: Sekolah Tatap Muka Digelar Jika Kasus Covid-19 di Bekasi Terus Turun

Pada kasus meninggal, Indonesia masih dapat terkendali laju penambahan kasusnya. Di negara-negara lain terlihat laju penambahan kasus yang signifikan dalam waktu singkat.

"Sementara Indonesia mampu mengendalikan laju kematiannya sehingga tidak ada sudden spike atau loncatan mendadak (grafik data). Ini menunjukkan kehati-hatian dan kewaspadaan yang tinggi," katanya. 

"Saat ini Indonesia angka kematian 3,33%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia sebesar 2,47%. Bahkan angka di Indonesia masih cukup tinggi dibandingkan negara di kawasan Asia, Amerika dan Eropa. Untuk Asia Tenggara saja Indonesia masih yang tertinggi," terang Wiku. 

Baca juga: Satgas Covid-19 Sebut Protokol Kesehatan Vaksin Terbaik Selama Pandemi Belum Berakhir

Dibandingkan Singapura (0,04%), Malaysia (0,71%), Thailand (1,5%), Filipina (2%) dan Myanmar (2,31%). Negara lain di Asia seperti Jepang (1,68%) juga lebih rendah dari Indoensia. Untuk Eropa dan Amerika seperti Swiss (1,26%), Jerman (1,69%), Perancis (2,26%), Amerika Serikat (2,34%) dan Belgia (2,6%).

Masih tingginya angka kasus meinggal ini harus menjadi perhatian semua pihak.

Harusnya Indonesia belajar dari negara-negara yang menekan angka kematiannya. Pemerintah katanya akan terus meningkatkan 3T (testing, tracing dan treatment) untuk menekan angka kematian.

Baca juga: Peringati Hari Pahlawan, Ariza Ajak Masyarakat Berjuang Kalahkan Covid-19

(johara/tri)

Tags:
penanganan-covid-19di Indonesia Masih Lebih Baikdari Negara LainSatgas Covid-19Ingat Pesan Ibupakai maskercuci tanganCuci Tangan Pakai SabunJaga JarakJaga Jarak Hindari Kerumunan

Reporter

Administrator

Editor