TEGA banget Marsono (48), sebagai suami. Dalam kondisi krisis ekonomi garagara Corona, dia tega “menjual” istrinya yang cantik, Watik (28), secara online. Sekali kencan Rp 600.000.- kalau main thre in one beda lagi. Entah pada transaksi ke berapa, suami bejad itu digerebek polisi saat memberi layanan bertiga
Dunia semakin tua, orang cari rejeki menghalalkan segala cara. Ketika Covid-19 makin meruyak, orang banyak yang kehilangan nalarnya. Demi pemenuhan kebutuhan ekonomi apapun dianggap sebuah komoditas, yang penting dapat uang kertas. Sampai ada lho, di zaman onlin-onlinan begini ada suami yang “menjual” istri lewat internet demi kepuasan syahwat pihak ketiga.
Suami kocluk (tolol) ini adalah Marsono, warga Dukuh Kupang, Surabaya. Ketika kotanya dinyatakan sebagai zona merah, usahanya menjadi terganggu, penghasilan jeblok padahal makan harus selalu terjamin, tak bisa ditunda. Marsono lalu memeras otak, bagaimana mencari terobosan baru untuk mendapatkan uang.
Dia lalu ingat pada Watik istri sambungannya (kedua). Secara fisik dia cantik dan sangat menjanjikan, tentunya untuk orang lain. Bagi Marsono sih, karena istri, walau cantik seperti apa dia sudah tahu luar dalemnya sehingga tak menarik lagi. Oleh karenanya dia ingin memanfaatkan, agar duit terus mengalir ke koceknya.
Marsono memang mencermati berita artis prostitusi online, karenanya dia ingin mengikuti jejaknya. Jika artis bisa laku berpuluh-puluh juta, dia ingin “menjual” istrinya untuk ukuran kantong rakyat saja, istilah kata: paket hemat. Sekali kencan cukup Rp 600.000,- sudah ada tambahan mandi air hangat dan kamar ber-AC.
Awalnya Watik tidak mau, tapi karena diancam terpaksa menurut. Mulailah dia mempromosikan istrinya lewat akun “Rudy Salim”. Di situ pura-puranya hanya menawarkan pijat kebugaran saja. Tapi kalau konsumen terangsang, barulah bisnis aslinya disodorkan dengan taripnya sekalian. Karena konsumen sudah kadung berubah ukuran celananya, ya sudah nyebur saja sekalian.
Bagi orang sudah kadung bernafsu, uang Rp 600.000,- bukan masalah. Bahkan ketika konsumen menginginkan sensasi yang lebih mantul, Marsono sendiri siap memberi pelayanan “three in one” alias layanan bertiga. Tentu saja tarifnya naik 50 persen, tapi semuanya bebas PPN 10 persen.
Akun “Rudy Salim” cukup populer, sehingga sampai terendus polisi. Benar saja, saat polisi mendatangi lokasi itu, Marsono-Watik tengah “melayani” tamunya bareng-bareng. Langsung ketiganya digerebek dan dibawa ke Polres. Marsono terkena pasal perdagangan wanita dan langsung jadi tersangka, sementara Watik dan tamunya hanya menjadi saksi.
Saksi kalau salah ngomong bisa jadi tersangka juga. (BJ/ Gunarso TS)