JAKARTA - Dua kelompok warga bentrok di Jalan Cipinang Muara I, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (7/8/2020) malam. Keributan dipicu masalah antrean saat membeli minum di sebuah kedai minuman
Akibat kributan itu menyebabkan dua orang terluka yang salah satunya terkena senjata tajam. Sahid 37, saksi mengatakan, bentrokan yang terjadi sekitar pukul 21.00, disebabkan masalah sepele.
Dua kelompok warga yang saling lempar batu dan membawa senjata jalan, bermula dari perkelahian saat antri didepan toko minuman.
"Pas antrean lagi rame ada satu orang nyelak, ditegor lah sama yang di belakangnya. Tapi enggak terima terus mereka berantem," katanya, kemarin.
Akibat perkelahian dua orang pria tersebut, kata Sahid, menjadi merembet dengan terjadinya bentrokan. Pasalnya, mereka diduga sama-sama mengubungi temannya agar datang ke lokasi kejadian.
"Nggak lama datang itu orang-orang dari beberapa daerah, kayaknya teman-teman dari dua orang yang awalnya berantem," ujarnya.
Dikatakan Sahid, warga setempat yang tak terlibat masalah pun ikut terseret karena teman kedua kelompok massa merusak sejumlah toko di lokasi. Dimana saling lempar batu dilakukan di jalan Cipinang Muara 1.
"Jadi kedua teman yang awal ribut tadi main asal serang saja, enggak lihat siapa diserang. Kaca pedagang gorengan saja dipecahin," ujarnya.
Sahid menuturkan, ia mengaku tak tahu pasti dari kelompok mana dua korban yang saling bentrok itu. Apalagi, terlihat ada yang menjadi korban dalam kejadian tersebut.
"Ada yang mengalami luka bacok dan dilarikan ke Klinik terdekat, cuma nggak tahu dibawa kemana. Soalnya temennya langsung bawa pakai motor," ungkapnya.
Bentrokan itu sendiri, sambung Sahid, baru berhenti ketika anggota dari polres Jakarta Timur tiba di lokasi. Polisi langsung berupaya membubarkan dua kelompok warga yang kala itu semakin beringas.
"Warga sini sebenarnya sudah geram, cuma kita mau melawan nggak bisa. Makanya langsung ada yang menghubungi polisi," terangnya.
Terkait hal itu, Kapolsek Jatinegara Kompol Darmo Suhartono mengatakan, bentrokan yang terjadi memang bermula dari perkelahian di kedai minuman. Pihaknya pun sudah meminyai keterangan ke pengelola gerai minuman dan dijadikan sebagai saksi.
"Mereka (dua pembeli yang berkelahi) ingin pesan minuman, tapi karena dipanggil yang nomor selanjutnya. Pembeli nomor sebelumnya kecewa," ujarnya.
Dikatakan Darmo, kedua pembeli pria yang merasa berhak atas gilirannya memesan minum pun terlibat perkelahian di depan gerai minuman tersohor itu.
Namun perkelahian merembet, lantaran dua pria yang berseteru menghubungi teman mereka sehingga terjadilah bentrok. "Namun karena CCTV di depan toko ini mati jadi kita periksa pihak pengelola tokonya," tambahnya.
Pihaknya, sambung Darmo, juga sudah mengamankan lima orang dalam bentrok dua kelompok warga melibatkan bambu, batu, hingga senjata tajam.
Pasalnya, dalam kejadian itu ada dua orang yang terluka di kepala dan tangan. "Pemeriksaan masih dilakukan petugas untuk kelanjutan kasus ini," pungkasnya. (Ifand/win)