Banyak orang tua yang agak kebingungan ketika anaknya lahir, dan harus diberi nama siapa. Apalagi kelahiran anaknya yang pertama, maka kadang asal saja, atau menyontek nama yang sudah ada.
Jadi nggak heran kalau satu kampung banyak nama yang sama. Di zaman now ini, kayaknya nggak repot, karena banyak buku penuntun untuk memberi nama bayi, lelaki atau perempuan. Tinggal buka buku atau internet, dan pilih nama yang bagus buat sang anak tercinta.
Jadi jangan heran kalau anak-anak yang lahir masa ini bagus, indah, penuh arti dan panjang. Tapi bukan berarti nama-nama orang zaman dulu nggak bagus dan punya arti yang dahsyat. Kalau mau mundur ke belakang, misalnya nama-nama orang di lingkungan kerajaan sangat luar biasa.
Ada Hayam Wuruk, Airlangga, Raden Wijaya, Kertanegara, Gajah Mada. Itulah nama-nama raja dan maha patih. Bukan sekadar namanya saja tapi juga punya kehebatan dalam sepak terjangnya memebela Negara. Jadi banyak juga orang tua yang mencontek nama-nama besar tersebut.
Nah, sampai sekarang ini juga banyak orang tua memberi nama anaknya dengan bagus dan penuh arti, dengan harapan si anak ketika besar nanti, gagah,berpendikan pintar, berani tangguh, berbakti pada orang tua, agama dan Negara.
O iya, tapi ada juga sih yang bikin nama ngasal dan unik, seperti yang lagi ngetop ‘Dita Leni Ravia’ (Ditaleni rafia yang artinya diikat rafia) dan banyak lagi, yang unik menggelitik. Malah ada yang bikin nama anaknya pendek, hanya satu tanda baca; Titik(.)
Ya, walaupun kata seniman besar William Shakepeare, ’apalah arti sebuah nama, ‘ tapi kasihlah nama yang bagus, penuh makna buat sang anak. Karena kalau namanya jelek, kasihan sepajang hidupnya akan menjadi olok-olokan. “Udah jelek, namanya jelek lagi!” Mau dikatain begitu? (massoes)