JAKARTA – H-10 menjelang Hari Raya Idul Adha, pedagang hewan kurban mengaku omset penjualannya turun 30 persen dibandingkankan tahun sebelumnya. Kondisi ini diakui pedagang hewan kurban, akibat adanya pandemi virus Corona atau Covid-19.
Ditemui dilapak dagangannya di Jalan Panjang Kampung Baru, dekat Perempatan Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Zainuddin, mengaku baru menjual 30 ekor hewan kurban .
"Penurunan jelas ada karena dampak Covid-19, sekitar 30 persen dibanding tahun lalu," ujar Zainuddin, Selasa (21/7/2020).
Untuk Idul Adha tahun ini, dirinya menyiapkan sekitar 300 ekor hewan kurban di lapak tersebut. Namun hingga 10 hari menjelang Idul Adha, baru 30 ekor saja yang terjual.
Meski begitu, Ia mengaku tetap optimis. Sebab menurutnya, pejualan hewan kurban akan ramai mendekati hari raya Idul Adha. Ia berharap menjelang beberapa hari Idul Adha, pembeli akan ramai berdatangan ke lapaknya tersebut guna membeli hewan kurban.
"Sekarang kan belum tahu endingnya gimana, karena kan biasanya ramainya tuh pas di dekat Idul Adha," ungkap Zainuddin.
Meskipun begitu, Ia juga mengaku tak terlalu memusingkan apabila dagangannya tak terjual semua. Alasannya, Ia juga menjual hewan itu untuk aqiqah. Sehingga, hewan kurban itu bisa tetap dijual usai Idul Adha.
Namun menurutnya selama puluhan tahun berjualan hewan kurban sejak 1998, hewan kurban di lapaknya itu selalu habis terjual.
"Kalau pun tersisa cuma berapa ekor aja. Kan saya setiap hari biasa juga nyediain kambing buat aqiqah. Jadi kalau engga habis bisa saya rawat lagi buat yang kalau pesen aqiqah," tuturnya.
Oleh karena itu, biasanya Ia baru merapihkan lapak hewan kurban untuk dialih fungsikan kembali sebagai showroom motor bekas itu seminggu hingga dua minggu pasca Idul Adha. Sebab, masih ada beberapa pelanggan yang datang ke lapaknya untuk membeli hewan tersebut.
"Biasanya memang H+7 ya dibongkar (untuk dijadikan showroom motor bekas kembali). Karena setelah lebaran haji banyak yang nyari untuk aqiqahan," pungkas Zainuddin. (firda/tri)