JAKARTA – Pengusaha Sandiaga Uno meminta pemerintah segera menyikapi keadaan terkini dan kondisi ekonomi. Menurut dia, upaya yang dapat dilakukan dengan cara reorientasi baru di sektor ekonomi.
"Jika kita fokus pada narasi besar tanpa ada eksekusi kemungkinan ekonomi semakin terpuruk dan masuk fase kerusakan permanen," kata dia.
Dia menjelaskan Usaha Mikro Kecil Menengah dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam menjaga roda ekonomi di indonesia. Ia menilai revitalisasi UMKM menjadi kunci.
"UMKM terkena hempasan badai lebih dulu. Ibarat pertarungan tinju, UMKM terpukul jatuh di ronde pertama dari pertarungan. Sejak awal UMKM terdampak karena permintaaan turun dan kurang," katanya.
Dia mendengar curhatan pedagang UMKM dan pencetak lapangan kerja sebagai kontributor 97 persen lapangan kerja. Penjualan menurun, permodalan terkendala pesanan drastis terjun, logistik tidak lancar dan kredit macet harus dihadapi perusahaan perbankan.
"Survei sampai proyeksi 47 persen UMKM berhenti usaha nyatanya jauh lebih besar lagi. Tak hanya bisnis, tetapi ekonomi keluarga dan pekerja tertekan dengan naiknya biaya hidup," ujar mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Sandi menyebut, setiap ekonomi Indonesia terkena krisis selama ini bisa bertahan dan bangkit, lantaran peran UMKM yang amat besar dalam menggerakkan roda perekonomian.
Dia menyebut, pemerintah pusat memang sudah membuat paket kebijakan untuk membantu pelaku UMKM dengan anggaran Rp 34,15 triliun.
Sayangnya, kebijakan itu belum juga dieksekusi.Dengan kondisi seperti itu, Sandi menyarankan, pemerintah Indonesia harus membalikkan tren saat ini. Caranya adalah dengan memberikan dukungan insentif dan serial paket kebijakan yang cepat dan tepat sasaran.
Sandi menyebut, efek wabah virus corona membuat rantai pasokan barang impor kemungkinan terganggu, terutama produk kesehatan dan pangan. Hal itu karena karena semua negara akan mengamankan cadangan pangan, alat kesehatan, dan kebutuhan strategis lainnya. Sandi pun menyarankan agar impor menjadi pilihan terakhir, misalnya hanya untuk menjaga stok.
Namun, dalam jangka menengah dan panjang, pelaku usaha harus membangun kemandirian. "Langkah yang harus diambil adalah cepat berinovasi. Temukan bahan baku lokal dan terapkan kearifan lokal. Bangun kapasitas produksi secepatnya. Jangan mager (malas gerak), apalagi rebahan," imbuh pengusaha tersebut. (adji/tri)