Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo  di komisi IV DPR RI. (rizal)

Nasional

Mentan Minta Tambahan Anggaran Rp 10 T untuk Pulihkan Ekonomi Desa

JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta tambahan anggaran sebesar Rp 10 triliun di tahun 2021 untuk mendukung upaya pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19 di pedesaan.

Anggaran  tersebut diutamakan untuk  sektor pertanian. Tujuannya mengejar target produksi pangan utama yang telah ditetapkan pada dokumen Rencana Kerja Pemerintah (RKP).
Yasin Limpo menilai pagu indikatif sebesar Rp 18,4 triliun yang dialokasikan kepada Kementerian Pertanian pada 2021 masih jauh dari memadai. Untuk menjalankan program-program yang sudah dirancang, Mentan mengusulkan beberapa program inisiatif baru berupa peningkatan kapasitas produksi pangan, diversifikasi pangan lokal, penguatan cadangan dan sistem logistik pangan, serta pengembangan pertanian modern.

Tambahan anggaran yang diperlukan dalam mendukung program inisiatif baru pada 2021 sebesar Rp 10 trilun,"kata Syahrul Yasin Limpo dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI, Selasa (7/7/2020).

Untuk tahun 2021, target produksi komoditas utama antara lain padi sebesar 62,5 juta ton, jagung 25,37 juta ton, kedelai 0,51 juta ton, bawang merah 1,74 juta ton, cabai besar Rp 1,45 juta ton, cabai rawit 1,52 juta ton, bawang putih 622.000 ton, kelapa sawit 52,12 juta ton, kopi 834.750 ton, kakao 682.660 ton, kelapa 2,77 juta ton, tebu 34,31 juta ton, sapi potong 438.820 ton, dan ayam 4,34 juta ton.

"Pembangunan pertanian juga mendapat dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) pertanian. Pagu alokasi anggaran DAK pertanian tahun 2021 sebesar Rp 1,4 triliun, yang diarahkan untuk mendukung pembangunan atau perbaikan infrastruktur dasar pertanian dan sarana pendukungnya di daerah, guna mendukung pencapaian ketahanan pangan dan peningkatan komoditas pertanian strategis,"ujarnya. (rizal/ruh)


 

Tags:
Menteri Pertanian Syahrul Yasin LimpoPemulihan Ekonomi Desa

Guruh Nara Persada

Reporter

Guruh Nara Persada

Editor