Banjir rob di Pesisir Jakarta Utara.(deny)

Jakarta

Seperti Ditumpahkan dari Laut, 3.000 Warga Pesisir Jakarta Utara Diterjang Banjir Rob

Sabtu 06 Jun 2020, 11:00 WIB

JAKARTA – Di saat warga Jakarta mulai beraktivitas menyambut  kenormalan baru (new normal), sekitar 3.000 warga pesisir utara Ibukota harus hidup prihatin. Penderitaan mereka akibat ekonomi anjlok sebagai dampak pandemi covid-19, kini bertambah lantaran rumah mereka diterjang rob.

Banjir rob membuat aktivitas ekonomi warga yang sebagaian besar nelayan dan pedagang, terpaksa terhenti. Nelayan tidak melaut, sementara pedagang tidak membuka kiosnya.

Banjir  rob akibat air laut pasang menerjang pemukiman warga di wilayah Kelurahan Ancol, Pademangan dan Muara Angke, Kelurahan Pluit, Jakarta Utara, serta sejumlah pulau di Kepulauan Seribu, sejak Kamis  (4/6/2020) dinihari.

Ratusan rumah warga terendam dengan ketinggian air antara 50 Cm hingga 60 Cm. Ribuan warga terdampak banjir rob tersebut. Rob yang menerjang wilayah Ancol menyebabkan sekitar 1.000 Kepala Keluarga (KK) dengan jiwa sekitar 3000 orang, tempat tinggalnya terendam. Namun, tidak ada warga yang mengungsi.

Menurut prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), rob masih akan berlangsung hingga Jumat (5/6) malam yang merupakan bulan purnama. Diperkirakan air masih tinggi hingga beberapa hari ke depan.

Perabotan Rusak

Faisal (50),  warga Lodan, Ancol mengatakan, banjir rob yang masuk rumahnya mengakibatkan  sejumlah perabotan.

“Waktu air masuk ke rumah kayak ditumpahin dari laut, jadi banyak perabotan yang terendam. Kalau barang elektronik sudah pasti rusak nggak bisa dipakai lagi,” ungkapnya. 

Menurut dia, banjir rob yang menerjang permukiman terjadi sejak Rabu (3/6/2020) malam. Namun, ketinggian air cukup parah mulai Kamis malam, hingga air pun masuk ke rumah-rumah warga. 

“Di dalam rumah air cukup tinggi , 40 sampai 50 centimeter. Kalau yang di jalan paling cuma sekitar 20 centimeter,” ungkap Faisal. 

Rob juga menerjang pemukiman warga di Muara Angke, Kelurahan Pluit. Mualim (51), warga Kampung Nelayan di kawasan Muara Angke mengatakan, ketinggian air mencapai 50 - 60 centimeter.  Akibatnya, banyak warga yang mengungsi ke rumah kerabat mereka.

“Banjir mulai terjadi sejak pukul 18:30 WIB, karena air laut pasang,”  ungkapnya. 

Pulau Seribu

Sejumlah pulau di Kepulauan Seribu juga diterjang banjir rob. Lurah Pulau Pari, Mahtum mengatakan,  Pulau Lancang dan Pulau Pari diterjang rob dengan ketinggian 20 Cm hingga 50 Cm hingga mengakibatkan puluhan rumah warga terendam.

“Ada sekitar 44 rumah milik warga yang terendam akibat rob. Rinciannya, 14 rumah  di Pulau Pari dan 30 rumah di Pulau Lancang,” paparnya. 

Mahtum mengatakan, hingga Jumat pagi banjir telah surut dan sejumlah warga telah membersihkan rumahnya.Namun, warga diminta tetap waspada. “Prakiraan BMKG rob masih akan berlangsung. Kalau tidak memungkinkan agar segera mengungsi ketempat yang lebih tinggi atau ke rumah family,” ujarnya. 

Sebelumnya, BPBD DKI Jakarta pada Kamis (4/6/2020) telah memberi peringatan kepada warga pesisir akan datangnya banjir rob.  Peringatan diberikan setelah tinggi permukaan air di Pintu Air Pasar Ikan, Penjaringan naik dan berstatus siaga 1. Kawasan yang diminta waspada banjir rob adalah Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, CIlincing dan Kalibaru

Siapkan Antisipasi

Sementara itu, Lurah Ancol, Rusmin menjelaskan telah menyiapkan berbagai antisipasi apabila banjir rob susulan kembali menerjang permukiman warga. Di antaranya, dengan mendirikan posko bencana
dan patroli bersama.

“Antisipasinya karena kami sudah tahu ini gejala alam, maka kami antisipasi jaga bersama-sama bilamana air datang,” ucapnya. 

Berdasarkan pengalaman adanya banjir rob, pihaknya juga mengimbau warga menyiapkan barang berharga dahulu, serta mengevakuasi bayi atau lansia ke tempat kerabat.  “Jadi harus menyiapkan diri. Seperti anak dan keluarga harus sudah siap, tidak
dadakan. Itu yang kami imbau  ke warga,” jelas Rusmin. (deny/ta/ird)

 

Tags:
lautwargabanjirRob

Reporter

Administrator

Editor