JAKARTA – Kelurahan Duri Selatan menjadi salah satu kelurahan yang masuk zona hijau atau belum terdapat pasien positif Covid-19.
Ternyata, membantu pasien dengan pengawasan (PDP) menjadi kiat jitu dari kelurahan tersebut. Bahkan Lurah Duri Selatan M. Ghufri Fatchani mengungkapkan, wilayahnya sudah memulai rapat terkait pencegahan Covid-19 sejak akhir Maret 2020.
Dalam rapat tersebut, mereka membahas rencana lockdown lokal yang akan diterapkan di wilayah tersebut. Hasil rapat itu, lurah dan para perangkat RT RW sepakat untuk melakukan karantina mandiri terhadap warga di 70 RT dari 6 RW di kelurahan tersebut.
"Kami mulai batasi pintu masuk. Dari satu RT misalnya hanya boleh ada satu pintu masuk. Warga yang melintas juga wajib cuci tangan dan melakukan cek suhu badan," ujar Ghufri ketika dikonfirmasi, Selasa (5/5/2020).
Tak hanya melakukan karantina mandiri, pihaknya juga mengimbau warganya untuk mulai peduli terhadap tetangga di sekitar mereka. Terutama kepada warga yang rentan terpapar Covid-19, seperti lanjut usia (lansia) dan mereka yang memiliki penyakit penyerta. Imbauan tersebut ternyata didengar oleh 17.465 warga Kelurahan Duri Selatan.
Kemudian, pihaknya bersama Puskesmas juga rutin memantau orang dalam pemantauan (ODP) di wilayah tersebut. Data ODP diterima dari Puskesmas, selanjutnya Ia akan memantau ODP tersebut.
"Kami telepon setiap hari. Para ODP ada dimana. Hal ini untuk memastikan mereka masih tetap di rumahnya," sambungnya.
Guna mengantisipasi penyebaran Covid-19, pihaknya juga membagikan sebanyak 5 ribu masker kepada warga Duri Selatan. Pembagian masker itu telah dilakukan sejak April 2020. Ia menyebut, masker itu merupakan sumbangan dari corporate social responsibility (CSR).
Selain itu, pihaknya turut mewajibkan tiap-tiap RT dan RW untuk melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan masing-masing.
"Kalau penyemprotan cairan disinfektan di RT dan RW itu kami wajibkan setiap hari. Kalau penyemprotan massal seluruh Duri Selatan itu sudah tiga kali selama bulan April kemarin," kata Ghafur.
"Jadi antisipasinya kita memberlakukan jalan satu pintu sehingga warga asing atau tamu bisa terpantau. Kemudian kita mewajibkan masker dan mengadakan penyemprotan rutin setiap hari cairan desinfektan. Namun yang skala besar tiga kali," tandasnya. (firda/tri)