ilustrasi

Kriminal

Frustasi Dampak Covid-19 Picu Orang Bunuh Diri

Selasa 05 Mei 2020, 07:00 WIB

JAKARTA - Kebijakan pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19) menimbulkan masalah baru. Aktifitas dan kegiatan ekonomi yang berhenti mengakibatkan masyarakat yang berpenghasilan harian menjerit bahkan hingga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

Ahli Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel mengatakan, kasus bunuh diri di New York tak kalah parahnya. Dokter pun bunuh diri akibat tak sanggup lagi melayani begitu banyak pasien dan berbagai kesulitan sertaan. Keterbatasan pakaian pengaman, masker, ketidak jelasan obat, jam kerja tanpa batas, ketidak pastian kapan situasi mereda, dll.

“Boleh jadi penyebab bunuh dirinya supir ojol adalah serupa. Kewalahan dengan berbagai impitan hidup yang tidak bisa dihindari. Istilah psikologisnya adalah “burnout”. Kita yang sehat pun kepayahan menyimak beraneka informasi simpang siur dan penuh politicking di seputar pemerintah dalm masa pandemik ini,” kata Reza, Senin (4/5/2020). 

Dikatakan, di tingkat daerah, seperti DKI Jakarta dan Sumatera Barat, penanganan Covid-19 sudah positif. Tapi secara nasional, Pemerintah Jokowi perlu lebih rapi dalam  bekerja dan dalam komunikasi. “Kalau itu tidak terealisasi, was-was saya bahwa pandemik Covid-19 tidak menutup kemungkinan akan disusul dengan kasus-kasus bunuh diri. Betapa mengerikannya wabah Covid-19 bersebelahan dengan wabah bunuh diri,” pungkasnya.

Sebetulnya kasus tersebut, kata Reza tergantung apa yang menjadi penyebab frustrasinya. Kalau penyebabnya adala economic lockdown, maka harus di-unlockdown. Jika penyebabnya ketakutan tertular, maka kembangkan pola hidup sehat. Begitujuga jika penyebabnya adalah keletihan kronis, maka beristirahatlah.

“Juga, Pemerintah perlu berupaya serius untuk tidak semakin membebani masyarakat dengan kebijakan-kebijakan yang membingungkan dan pernyataan-pernyataan yang kontroversial,” tukasnya.

Reza juga menyoroti kondisi terisolasi masyarakat yang entah sampai kapan, karena itu bisa berdampak psikis serius terhadap masyarakat, sesuai daya lenting mereka masing-masing. “Andai provider telekomunikasi menggratiskan paket data bulanan, mungkin itu bisa menjadi penawar atas perasaan terisolasi masyarakat," tutupnya. (ilham/ruh)

Tags:
covid-19coronabunuh diriposkotaposkota.id

Guruh Nara Persada

Reporter

Guruh Nara Persada

Editor