JAKARTA - Kabar musisi campursari Didi Kempot meninggal dunia menjadi perhatian warganet, termasuk di Twitter.
Ucapan duka cita dan doa mengalir di jejaring media sosial berbasis mikroblog itu. Bukan hanya warganet, bahkan musisi, politisi hingga tokoh bangsa pun ikut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya musisi kelahiran Surakarta, 31 Desember 1966 tersebut.
Saat artikel ini ditulis, kata kunci 'Didi Kempot' pun langsung memuncaki daftar trending topic di Indonesia.
Penyanyi jazz Andien misalnya, menyampaikan, "belakangan banyak ngucapin selamat.. selamat hari ini, selamat hari itu.. tp ngucapin selamat jalan rasanya sungguh berat. mungkin hidup adalah hari-hari di antara ucapan selamat.. sampai tiba seseorang mengatakan selamat jalan. Rest in Love, mas Didi Kempot."
Ketua Umum Muhammadiyah, Haedar Nashir (@HaedaNs), pun turut menuliskan, "Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji'un menyampaikan dukacita yang mendalam atas wafatnya Mas Didi Kempot. Semoga almarhum husnul khotimah, diterima amal ibadahnya, dan ditempatkan di surga jannatun na’im."
Kemudian Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang juga politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid (@hnurwahid) juga mengungkapkan belasungkawa, "Turut berdukacita atas berpulangnya Penyanyi Top,Mas Didi Kempot. InnaaliLlahwainnaailaiHirajiun. Smoga Allah karuniakan husnul khatimah. Rabbanaa laa tahrimnaa ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa wa lahu. له الفاتحة."
Maestro campursari dan penulis lagu populer yang mengawali kariernya sebagai musisi jalanan di Kota Surakarta itu dikabarkan meninggal dunia di RS Kasih Ibu Solo, Selasa (5/5/2020) pagi.
Baca juga: Innalillahi! Penyanyi Didi Kempot Meninggal Dunia
"Teringat kala itu Ibu kerap menyetel radio, mencari frekuensi yang memutar lagu campursari. Dari situ lagu-lagu Didi Kempot mulai mewarnai hidupku. Bahkan "Kuncung" serasa lagu wajib kala berdendang bersama kawan-kawan semasa kecil dulu..," tulis @wiranagara.
"Di tengah budaya maskulinitas toksik, Didi Kempot mampu mengajarkan bahwa tidak apa-apa utk kita (khususnya laki-laki) menangis, bersedih, dan menerima kerentanan diri kita. RIP The Godfather of Broken Heart," tulis @margianta. (ys)