DI PASAR Gede Solo dan Jatinom Klaten (Jateng), gerombolan cacing tanah keluar dari habitatnya. Kata ahli, itu reaksi cacing yang sensitif pada perubahan cuaca.
Tapi bagi politisi macam Arif Poyuono, itu pertanda peringatan bagi Presiden Jokowi, karena pemerintahannya dikelilingi orang nggak bener. Dasar politisi, cacing pun dipolitisasijuga.
Cacing tanah adalah hewan yang menjijikkan, kecuali bagi pemancing atau mereka yang menjadikan cacing sebagai lahan bisnis. Dengan nama latin Lumbricus rubellus, ketika dijual dalam partai besar sampai ton-tonan bisa menghasilkan uang hingga Rp300-an juta sebulan.
Tapi jika cacing tersebut jenis cacing pita atau cacing tambang, itu sudah menjadi penyakit dalam tubuh manusia. Jika ada anak kecil kurus kering sementara perutnya buncit atau njembling, diduga keras dia sedang cacingan. Bocah dulu obatnya obat cacing Kam Tjek San produk Bintang Tujuh.
Kemarin diberitakan, segerombolan cacing tanah tiba-tiba bermunculan di kawasan Pasar Gede, Solo. Jika dikumpulkan bisa mencapai satu ember. Di hari yang sama, di daerah Jatinom Klaten, juga muncul fenomena serupa.
Apakah itu cacing Solo yang imigrasi ke Klaten? Naik Patas AC, ngkali ya?
Bagi kalangan ahli yang ahlinya ahli dan intinya inti, cacing tanah itu makhluk yang sensitif. Ketika terjadi perubahan cuaca, dari musim penghujan ke kemarau di bulan April, biasalah cacing-cacing tanah itu muncul ke permukaan.
Tapi bisa juga perbuatan orang iseng, ketika air garam disiramkan ke tanah yang lembab dan becek, maka cacing tanah akan segera bermunculan. Logikanya, karena cacing bernapas dengan kulit, ketika kulit tertutup air garam, dia jadi kesulitan oksigen, munculah ke permukaan.
Tapi pendapat politisi Gerindra Arif Poyuono beda lagi. Menurutnya, itu sebuah alamat peringatan untuk Presiden Jokowi. Katanya, karena kebijakan Kangmas Jokowi dipengaruhi orang-orang nggak bener di sekelilingnya.
Padahal, Ketum Gerindra Prabowo Subianto, juga termasuk orang di sekeliling Jokowi, dengan posisi Menteri Pertahanan. Apakah dia juga termasuk yang nggak bener itu?
Bisa-bisa Arif Poyuono tereliminasi dari jabatannya di Gerindra. (gunarso ts)