JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan pentingnya peran ojek online (ojol) dalam mencegah penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).
Menurut Syahrul, ojol bisa diandalkan dalam mengantar dan menjemput kebutuhan bahan pokok masyarakat di pasar mitra tani Kementerian Pertanian (Kementan) di seluruh Indonesia.
Untuk itu, Kementan menggandeng Gojek yang akan diajak bekerja sama dalam pendistribusian kebutuhan bahan pokok kepada masyarakat. Ia berharap driver Gojek turut menjadi garda terdepan dalam mencegah penyebaran Covid-19.
"Saya berharap rakyat tidak perlu berdesak-desakan lagi untuk mendapat kebutuhan pokok, karena ada Gojek yang siap mengambilnya ke pasar mitra tani Kementan. Kerja sama ini harus dibangun untuk menghadapi situasi apapun. Saatnya kita berbuat untuk bangsa," kata Syahrul saat menghadiri kerja sama Kementan-Gojek di Ruang Agriculture War Room, Jumat (3/4/2020).
Syahrul mengatakan, Gojek harus mampu menjawab kebingungan rakyat Indonesia di tengah derasnya serangan wabah Corona. Gojek diharapkan menjadi mitra negara dengan memicu perubahan besar melalui bidang jasa.
"Paling tidak ojek online bisa menjadi bagian dalam mempersiapkan sebelas kebutuhan bahan pokok. Yang paling penting ada beras, ada telur ada minyak dan ada gula. Kalau begitu, besok rakyat tidak perlu keluar rumah lagi karena tinggal telpon gojek barangnya sudah ada di rumah," katanya.
Lebih dari itu, Syahrul menyebut peranan Gojek sama pentingnya dengan peranan para tenaga medis dan perangkat kerja lain yang saat ini berjuang di rumah sakit melawan Covid 19.
"Doktor dan para tenaga medis di lapangan serta di rumah sakit menjadi pahlawan. Tapi Gojek juga adalah pahlawan bagi 267 juta rakyat Indonesia," katanya.
Meski demikian, Syahrul meminta driver Gojek tetap menjaga kebugaran tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat. Lebih dari itu, mereka juga harus tetap mematuhi peraturan dan SOP yang menjadi kebijakan pemerintah pusat.
"Saya berharap mitra Gojek meminum jamu yang bagus, kemudian membiasakan berjemur dan makan makanan yang sehat seperti sayur dan buah. Kita harus membuktikan bahwa kita tetap bisa bekerja untuk bangsa ini walaupun tanpa tatap muka, bekerja walau kita tanpa bersalaman. Maka itu kita tidak boleh mundur, justru kita harus mandiri dan modern," katanya.
Syahrul menambahkan, masyarakat juga tidak perlu khawatir dengan kekurangan bahan pokok nasional selama menghadapi Covid 19, bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 2020 mendatang.
"Hitungan neraca perdagangan kita cukup. Bahwa sebelas kebutuhan pokok kita seperti daging, beras, cabai jagung dan minyak cukup. Hanya ada 3 yang selalu bersoal yaitu daging, gula dan bawang putih. Tapi tiga tiganya hari ini sudah datang di pelabuhan Tanjung Priok. Jadi kondisi ke depan akan stabil," tutupnya. (ril/ys)