KERJA keras, ikhlas, ulet dan jujur, itulah prinsip yang selalu dipegang teguh Suyitno Landung, 55, dalam setiap bekerja. Berkat prinsip itu dia sering mendapat berbagai perhargaan baik tingkat DKI Jakarta maupun nasional.
"Memang selama ini dengan bermodalkan prinsip kerja keras, ikhlas, ulet dan jujur selain memembawa keberkahan juga hidup saya merasa aman dan nyaman, " kata petugas keamanan Pasar Koja Baru, Jakarta Utara.
Menurut warga Lontar, Koja, Jakarta Utara sebelum menjadi kepala keamanan dan sekarang dipercaya Departemen Perdagangan, sebagai salah satu petugas pemantau harga sembako dirinya sudah melanglang buana bekerjaan dimana-mana.
"Saya sempat bekerja di MKL, pelabuhan Tanjung Priok tahun 1980. Tapi baru tiga tahun saya dikeluarin karena saat itu ada pengurangan ratusan karyawan," kenang bapak tiga anak tersebut.
Sejak itu, ia menganggur kemudian bekerja serabutan. Tapi setahun kemudian dia dapat pekerjaan lagi disalah satu pabrik di kawasan Cikarang, Bekasi.
Lagi-lagi diapun kena pengurangan karyawan dan dirinya ikut terbawa. "Waktu itu saya sempat menganggur lagi, meski begitu saya tetap semangat mencari pekerjaan lain,"tuturnya.
Di saat putus asa karena belum mendapat pekerjaan tahun 2010, ada info lowongan sebagai petugas keamanan di Pasar Koja Baru. Tanpa pikir panjang dengan bermodalkan ijasah SLTA dan surtipikat Satpam ia melamar.
"Awalnya saya tidak yakin bisa diterima sebagai petugas keamanan. Sebab saingannya selain banyak juga muda-muda, "terang Suyitno Landung ini.
Namun, saat ada pengumuman dia sangat bersyukur namanya masuk. Diapun akhirnya bekerja sebagai petugas keamanan hingga saat ini.
Makhluk Halus
Diceritakan oleh Suyitno Landung, awal mula dia bekerja di Pasar Koja Baru dan mendapat jatah malam sempat ketakutan. Sebab saat dirinya patroli memantau kios-kios di pasar dia sempat didatangi mahluk halus.
"Awalnya saya pikir temen, tapi begitu tak deketi tiba-tiba sosok makluk gaib itu hilang. Saya langsung teriak minta tolong sama teman-teman,"ujarnya.
Kondisi seperti itu memang sering terjadi sejak dirinya jaga malam. Karena sudah terbiasa akhirnya sekarang ini sudah tidak ada lagi. Meski begitu kadang juga ada tapi tidak sering hanya sekelebatan saja.
Suyitno juga menceritakan dirinya sudah beberapa kali mendapat penghargaan baik dari Gubernur DKI Jakarta maupun Departemen Perdagangan. Penghargaan ini karena dinilai dirinya setiap hari rutin melaporkan harga-harga sembako.
Dengan penghargaan inilah dirinya semangat terus untuk memberikan yang terbaik. Bahkan dalam dirinya ia menganggap Pasar Koja Baru merupakan rumahnya sendiri.
Dengan rasa memiliki ini kita pasti akan semangat memberikan yang terbaik. Makanya Pasar Koja Baru sudah saya anggap milik saya makanya saya wajib menjaganya, "tegas Suyitno Landung. (wandi/ruh)