Oleh Harmoko Mawas diri, introspeksi, refleksi diri atau apa pun istilahnya yang bertujuan untuk mengevaluasi dirinya sendiri, merupakan kata yang gampang diucapkan, tetapi sulit dilaksanakan. Mawas diri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebut "wawas diri". Secara terminologi mawas diri dapat diartikan sebagai upaya untuk mengoreksi diri kita sendiri secara jujur dan sungguh - sungguh. Koreksi dilakukan terhadap emosi, perasaan, pikiran, sikap dan perbuatan yang muncul dalam diri kita. Beragam emosi, perasaan, pikiran inilah yang perlu dikendalikan agar tidak membuahkan sikap, perilaku perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri, lebih - lebih orang lain. Itulah sebabnya mawas diri menjadi penting untuk dilakukan. Setidaknya ada tiga alasan mengapa kita perlu mawas diri? Pertama, adanya keterbatasan kemampuan. Sebagai manusia tentu memiliki keterbatasan soal waktu, tenaga dan pikiran. Keterbatasan baik menyangkut keilmuan, pengetahuan dan skill. Kedua, proses tidak selalu berjalan konstan karena setiap masalah memiliki titik kritis yang berbeda- beda. Ketiga, pengalaman yang serupa tak selalu memberi hasil yang sama, boleh jadi karena beda situasi dan kondisi. Filosofi Jawa mengajarkan mawas diri adalah obor dalam mencapai keselamatan. "Sregep mawas diri ateges bakal weruh marang kekurangan lan cacade dhewe, wusanane tukul greget ndandani murih apike" - Rajin mawas diri akan mengetahui kekurangan dan cacat diri sendiri sehingga timbul kehendak untuk memperbaiki. Itulah perlunya wawas diri, jika kita ingin meningkatkan kualitas diri. Hanya saja seperti disebutkan di awal tulisan ini, mawas diri memerlukan kejujuran. Jujur mengoreksi terhadap kesalahan -kesalahan yang sering diperbuat, kekurangan yang perlu diperbaiki. Tanpa kejujuran, koreksi diri hanyalah kamuflase belaka tiada guna, jauh dari manfaat. Perlu kiranya kita menginisisasi diri, sekalipun orang lain tidak tahu apa yang ada di benak kita, hati kita, pikiran kita, bukan berati kita lepas dari pengawasan. Sekecil apa pun kesalahan, sangat rapi sekalipun pelanggaran disembunyikan, tapi semua itu tak akan tersembunyi di hadapan Tuhan Yang Maha Mendengar, Maha Melihat dan Maha Mengetahui. Maknanya! Kita dituntut untuk jujur mengawasi diri sendiri tiada henti. Kita bisa memulainya dengan senantiasa bersikap rendah hati sebagai refleksi kesadaran diri bahwa kita tidak luput dari kekeliruan. Hilangkan sikap sombong, "*adigang, adigung, adiguno"* karena sikap tersebut cenderung menutup diri untuk melakukan evaluasi diri. Sebaliknya terselip kehendak dirinya paling benar, orang lain yang keliru. Langkah berikutnya adalah mengagendakan secara khusus untuk melakukan koreksi diri. Ada tiga tahapan yang sekiranya dapat diagendakan. Pertama, koreksi diri sebelum melakukan pekerjaan apa pun profesi yang digeluti sebagai bentuk antisipasi mencegah kekeliruan yang mungkin bakal terjadi. Kedua, ketika melakukan sesuatu aktivitas. Ini sebagai kontrol, setidaknya mencegah agar tidak larut, jika terjadi kekeliruan dalam berucap, bersikap dan berbuat. Ketiga, setelah melakukan sesuatu pekerjaan sebagai bentuk evaluasi diri. Ingat, pengalaman adalah guru paling berharga untuk *recovery* menuju perbaikan, agar tidak terjebak dan mengulangi kesalahan yang sama. Kita paham betul bahwa kehendak wawas diri yang didasari kejujuran lebih banyak dipengaruhi oleh etik dan moral para pelakunya. Meski begitu tak berlebihan sekiranya kita berharap bahwa pengawasan terhadap diri sendiri, upaya mawas diri kian membudaya dalam diri kita. Kita endapkan emosi, singkirkan prasangka buruk, kembangkan pikiran posifif sebagai gerakan moral dalam menyikapi kehidupan sehari- hari. Charles Robert Darwin, ilmuan Inggris berpesan “*Tahap tertinggi dalam budaya moral adalah ketika kita menyadari bahwa kita seharusnya mengendalikan pikiran kita.*” Serumit apa pun perasaan mendera pikiran kita, mari kita mawas diri mengakui segala kekurangan yang ada. Satu pesan moral bagi kita. "Ngilo-a githok-e dewe - hendaknya kita bisa mengetahui aib diri sendiri. Sing bisa nggedhong napsu - yang seharusnya bisa mengendalikan hawa nafsu. Sing uwis ya uwis - dan yang sudah berlalu biarlah berlalu." Yuk! kita memulai hal yang baru. Hal positif, setidaknya untuk diri sendiri. Bismillah..(*).
Budaya Mawas Diri
Senin 09 Sep 2019, 06:01 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
Sosok Pria Berinisial ANH Siapa? Identitasnya Ramai Dicari usai Terseret Kasus Dugaan Bom Molotov di DPR
Sabtu 13 Jun 2026, 18:13 WIB
JAKARTA RAYA
Sosok Pria di Pinggir Rooftop Gedung saat Aksi Mahasiswa UI Siapa? Video Viral Ini Jadi Sorotan
13 Jun 2026, 16:57 WIB
EKONOMI
BNI Raih 7 Penghargaan Internasional, Perkuat Layanan Transaction Banking
13 Jun 2026, 14:40 WIB
Nasional
Wajib Tahu! Ini Daftar Layanan Kesehatan yang Tidak Dijamin BPJS Kesehatan
13 Jun 2026, 12:56 WIB
OTOMOTIF
Yamaha Luncurkan MX King 150 Prima Pramac Edition di Jakarta Fair 2026, Harga Tembus Rp29,9 Juta
13 Jun 2026, 12:00 WIB
OTOMOTIF
BYD M6 DM Resmi Meluncur di Indonesia, Simak Harga Lengkap dan Keunggulannya
13 Jun 2026, 11:15 WIB
OTOMOTIF
IPONE Ramaikan BBQ Ride 2026 Bandung, Siapkan Merchandise Eksklusif untuk Pengunjung
13 Jun 2026, 10:30 WIB
OTOMOTIF
BBQ Ride 2026 Jadi Ajang Motul Dekat dengan Komunitas Custom Culture, Ada Promo Menarik
13 Jun 2026, 09:59 WIB
EKONOMI
Harga Emas Perhiasan 24K Kembali Menguat Hari Ini 13 Juni 2026, Dijual Mulai Rp2,2 Jutaan
13 Jun 2026, 06:41 WIB
JAKARTA RAYA
Ganjil Genap Puncak Bogor Hari Ini 13 Juni 2026 Ada Atau Tidak? Cek Jadwal One Way
13 Jun 2026, 06:36 WIB
OLAHRAGA
Talenta Muda Indonesia Tembus Semifinal Australian Open 2026, Bukti Pembinaan dan Mental Juara Kian Matang
12 Jun 2026, 23:23 WIB
Nasional
Apa Itu Co-Tutor Digital? Inovasi Pembelajaran ASN yang Membantu Belajar Lebih Efektif
12 Jun 2026, 23:04 WIB
TEKNO
Tecno Pova 8 5G Resmi Meluncur, Usung Baterai 8.000mAh dan Layar 144Hz untuk Pengalaman Gaming Maksimal
12 Jun 2026, 22:48 WIB
JAKARTA RAYA
Mahasiswa Turun ke Jalan, Pengamat Sebut Gerakan Masih jadi Kekuatan yang Diperhitungkan Pemerintah
12 Jun 2026, 22:30 WIB
TEKNO
Update Harga Infinix Juni 2026: GT, Hot, Smart, dan Note Series Lengkap
12 Jun 2026, 20:29 WIB
NEWS
Demo di Bundaran HI, Dishub DKI Alihkan Arus Lalu Lintas Sudirman-Semanggi
12 Jun 2026, 18:40 WIB