Oleh Harmoko "Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tetapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada negaramu" Ungkapan ini sangat populer. Bahkan sering diungkap pejabat untuk memberi motivasi kepada warganya, utamanya generasi mudanya. Melihat historinya, ungkapan ini disampaikan oleh John F.Kennedy ketika diambil sumpahnya menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) pada tahun 1961. Pada pidato pelantikannya, Presiden AS ke-35 ini berseru: “*Ask not what your country can do for you. Ask what you can do for your country !”.* Meski ungkapan itu disampaikan 58 tahun lalu, tetapi masih tetap aktual. Saat itu, Kennedy memotivasi seluruh rakyatnya untuk memberikan sesuatu kepada bangsanya. Sesuatu yang dimaksud, tentu bukan harta benda, tetapi kemampuan ilmu dan pengetahuan, keterampilan, keunggulannya, kreativitasnya, inovasinya, hasil karyanya untuk kemajuan negaranya. Kita sepakat memberikan sesuatu kepada negara sejatinya bukanlah permintaan, tetapi kewajiban rakyat untuk negaranya. Karena di dalam haknya sebagai warga negara, terdapat pula kewajiban. Perlu ada keseimbangan antara hak dan kewajiban. Jika dicermati, satu hal yang hendak dicapai adalah mengubah pola pikir dari meminta menjadi memberi. Jika sikap semacam ini dilakukan bersama - sama oleh seluruh rakyat akan menjadi kekuatan besar membangun bangsa. Ini sekaligus untuk memunculkan kesadaran bahwa memulai dengan "memberi" jauh akan lebih baik hasilnya ketimbang memulainya dengan berharap jatah atas haknya dari negara. Untuk era kekinian sikap hidup yang demikian berperan sebagai pembangkit semangat generasi muda agar terus berkarya, setidaknya bagi dirinya dan komunitasnya. Di zaman serba digital, pemuda harapan bangsa harus penuh dengan karya nyata. Pemuda zaman "now" harus mampu merespons perkembangan, termasuk kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Mereka yang tak memiliki keunggulan, akan tergeser dan akhirnya tersingkir karena tak mampu bersaing dengan pemuda lain di zamannya, era generasi milenial seperti sekarang ini. Dengan kemahiran menguasai teknologi dan beragam sarana yang mudah tersedia, generasi milenial lebih banyak peluang menciptakan keunggulan, ketimbang generasi sebelumnya. Hendaknya terjadi loncatan prestasi jauh ke depan mewujudkan impian sebagaimana karakter generasi yang menyukai hal - hal yang bersifat instan. Prestasi tak harus berupa sebuah produk barang - bersifat kebendaan. Membuat sistem, merangkai tatatan dalam satu lingkungan menjadi lebih baik, lebih dinamis dan maju, itu sebuah prestasi. Beragam prestasi dapat diciptakan untuk kemajuan lingkungan. Ini yang perlu diedukasi bagaimana generasi era kini yang kurang peduli kepada lingkungan diubah menjadi sangat peduli. Generasi milenial yang cenderung idealis, kritis dan analitis hendaknya tetap realistis, melihat kondisi sekitarnya. Kita memang harus menggantungkan cita-cita setinggi langit, tetapi harus cermat pula melihat alat yang dijadikan dasar pijakan. Itulah yang disebut jati diri. Kita memang harus bergerak cepat mengejar ketertinggalan, mengikuiti situasi era kini yang segala sesuatunya bergerak cepat, dunia menjadi tanpa batas, informasi dapat diperoleh kapan saja, di mana saja dan dari mana saja. Meski begitu, landasan berpacu harus kuat agar tidak goyah oleh hentakan. Kekuatan terletak kepada sikap bijak kita memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Sebut saja media sosial. Di satu sisi dapat dimanfaatkan untuk kebaikan, memperkaya diri dan memajukan lingkungan. Sebaliknya dapat digunakan untuk menyebar ketidakbaikan, kebohongan. Diri kita yang dapat menyikapi apakah akan menjadikannya untuk memajukan negeri atau ikut larut memproduksi dan menyebar ketidakbaikan, kebohongan - hoax. Kontrol diri sejatinya ada pada diri masing- masing pribadi. Itulah sebabnya menjadi kurang tepat sekiranya negara terlalu ketat membatasi warganya dalam mengakses kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi. Beri keleluasaan sebagai upaya memotivasi generasi era kini mengukir prestasi melalui kreasi dan inovasi yang dimiliki. Beri kesempatan kepada kaum milenial memperoleh manfaat sebesar- besarnya sepanjang mampu melaksanakannya. Membuka peluang seluas mungkin untuk mendapatkan "semua yang Anda bisa". Yang perlu diedukasi kemudian adalah kontrol diri cara mendapatkannya. Dan, tak kalah pentingnya mengubah mindset dari "mendapatkan semua yang Anda bisa" menjadi " berikan yang kamu bisa" kepada lingkungan sekitarnya. Lebih luas lagi kepada bangsa dan negara. Itulah bentuk kontribusi yang secara terus menerus perlu diedukasi. (*).
"Apa yang Kau Berikan"
Kamis 05 Sep 2019, 06:06 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
Sosok Pria Berinisial ANH Siapa? Identitasnya Ramai Dicari usai Terseret Kasus Dugaan Bom Molotov di DPR
Sabtu 13 Jun 2026, 18:13 WIB
JAKARTA RAYA
Sosok Pria di Pinggir Rooftop Gedung saat Aksi Mahasiswa UI Siapa? Video Viral Ini Jadi Sorotan
13 Jun 2026, 16:57 WIB
EKONOMI
BNI Raih 7 Penghargaan Internasional, Perkuat Layanan Transaction Banking
13 Jun 2026, 14:40 WIB
Nasional
Wajib Tahu! Ini Daftar Layanan Kesehatan yang Tidak Dijamin BPJS Kesehatan
13 Jun 2026, 12:56 WIB
OTOMOTIF
Yamaha Luncurkan MX King 150 Prima Pramac Edition di Jakarta Fair 2026, Harga Tembus Rp29,9 Juta
13 Jun 2026, 12:00 WIB
OTOMOTIF
BYD M6 DM Resmi Meluncur di Indonesia, Simak Harga Lengkap dan Keunggulannya
13 Jun 2026, 11:15 WIB
OTOMOTIF
IPONE Ramaikan BBQ Ride 2026 Bandung, Siapkan Merchandise Eksklusif untuk Pengunjung
13 Jun 2026, 10:30 WIB
OTOMOTIF
BBQ Ride 2026 Jadi Ajang Motul Dekat dengan Komunitas Custom Culture, Ada Promo Menarik
13 Jun 2026, 09:59 WIB
EKONOMI
Harga Emas Perhiasan 24K Kembali Menguat Hari Ini 13 Juni 2026, Dijual Mulai Rp2,2 Jutaan
13 Jun 2026, 06:41 WIB
JAKARTA RAYA
Ganjil Genap Puncak Bogor Hari Ini 13 Juni 2026 Ada Atau Tidak? Cek Jadwal One Way
13 Jun 2026, 06:36 WIB
OLAHRAGA
Talenta Muda Indonesia Tembus Semifinal Australian Open 2026, Bukti Pembinaan dan Mental Juara Kian Matang
12 Jun 2026, 23:23 WIB
Nasional
Apa Itu Co-Tutor Digital? Inovasi Pembelajaran ASN yang Membantu Belajar Lebih Efektif
12 Jun 2026, 23:04 WIB
TEKNO
Tecno Pova 8 5G Resmi Meluncur, Usung Baterai 8.000mAh dan Layar 144Hz untuk Pengalaman Gaming Maksimal
12 Jun 2026, 22:48 WIB
JAKARTA RAYA
Mahasiswa Turun ke Jalan, Pengamat Sebut Gerakan Masih jadi Kekuatan yang Diperhitungkan Pemerintah
12 Jun 2026, 22:30 WIB
TEKNO
Update Harga Infinix Juni 2026: GT, Hot, Smart, dan Note Series Lengkap
12 Jun 2026, 20:29 WIB
NEWS
Demo di Bundaran HI, Dishub DKI Alihkan Arus Lalu Lintas Sudirman-Semanggi
12 Jun 2026, 18:40 WIB