Oleh Harmoko POSISI Indonesia yang terletak di daerah tropis dan dilintasi garis katulistiwa menjadikan negeri kita hanya memiliki dua musim, penghujan dan kemarau. Kemarau identik dengan kekeringan, sedangkan hujan terkait banjir. Tak heran jika sering terdengar ungkapan: Ketika musim hujan datang, banjir menerjang, begitu kemarau tiba, kekeringan pun melanda. Ungkapan ini sebenarnya tidaklah aneh, jika mengacu kepada kondisi alam kita, adanya hubungan sebab akibat. Hujan akan mendatangkan banjir atau banjir terjadi karena adanya hujan. Begitu pula kemarau akan menyebabkan kekeringan atau kekeringan melanda karena hujan tiada. Air pun menjadi barang langka. Seperti musim kemarau sekarang ini sejumlah daerah mengalami kekeringan yang diprediksi akan menyebabkan dampak buruk terhadap areal persawahan. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pekan lalu menyebutkan sebanyak 75 kabupaten dan kota di tujuh provinsi terdampak bencana kekeringan. Terinci, sebanyak 21 kabupaten berada di Jawa Barat, 21 kabupaten di Jawa Tengah, 15 kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT), 10 kabupaten di Jawa Timur, 9 kapupaten di Nusa Tenggara Barat ( NTB ), 2 kabupaten di Yogyakarta dan 1 kabupaten di Banten. Sementara kita tahu persis bahwa areal persawahan banyak tersebar di wilayah Jawa, NTT dan NTB dan Bali. Maknanya daerah tersebut merupakan penyumbang terbesar stok pangan nasional. Jika gagal panen, dampak buruk berikutnya adalah cadangan stok pangan nasional akan terganggu yang akan berakibat buruk juga di sektor lainnya. Kita dapat memahami musim kemarau panjang menjadi penyebab kekeringan, tetapi bukan satu- satunya. Masih banyak faktor penyebab lainnya yang jika diurai, permasalahannya cukup kompleks, karena di dalamnya menyangkut perilaku masyarakat sebagai pengguna air. Sejatinya negeri kita diakui dunia subur makmur, gemah* ripah loh jinawi *(memiliki kekayaan alam yang berlimpah). Itu di antaranya karena Indonesia diberi karunia adanya musim kemarau dan penghujan yang menjadikan segala jenis tanaman dapat tumbuh subur. Hendaknya kita bersyukur atas karunia itu yang teraplikasi melalui perencanaan yang matang bagaimana mengelola dua musim itu. Sehingga ketika musim hujan tidak kebanjiran, begitu musim kemarau tidak kering kerontang. Hasil studi sejumlah akademisi menyebutkan kekeringan terjadi karena daerah resapan yang kian berkurang akibat makin sedikitnya pohon yang ditanam. Di sisi lain, peralihan lahan pertanian menjadi industri tidak dibarengi dengan lahan pengganti. Perilaku tidak hemat air, juga ikut andil menjadi penyebab kekeringan. Memang air bekas pakai, yang kita buang akan meresap dalam tanah menjadi sumber air baru. Sayangnya tidak semua air dapat meresap dalam tanah karena tidak cukup tersedia daerah resapan. Akibatnya sebagian air buangan akan menguap terkena sinar matahari. Siklus demikian yang terus berlanjut membuat sumber air kian berkurang, yang dirasakan kemudian, musim kemarau baru datang, sudah terjadi kekeringan. Itulah sebabnya kita perlu peduli lingkungan sekitar untuk mengatasi dampak kekeringan. Ada sejumlah hal yang sekiranya menjadi kebiasaan positif yang perlu dipraktikkan dalam kehidupan sehari - hari. * Pertama*, sikap peduli memperbanyak sumber air dengan membangun daerah resapan. * Kedua*, sikap peduli menanam pohon di sekitar rumah, lingkungan masyarakat. Bahkan,sekiranya memungkinkan memotivasi warga melalui gerakan penghijauan lingkungan. * Ketiga*, hemat menggunakan air. Meski air melimpah, sumber air tak pernah habis di lingkungan rumahnya, tempat tinggalnya, tidak lantas boros air. Sumber air perlu kita jaga untuk anak cucu keturunan kita. Lagi pula agama apa pun mengajarkan agar kita senantiasa hidup hemat, termasuk menggunakan air. Allah SWT memberikan karunia akal agar kita mampu olah pikir bagaimana menyeimbangkan pola hidup serasi dan bersahabat dengan lingkungan, bukan sebaliknya merusaknya. Ini bisa dimulai sejak dini melalui kebiasaan ( *habit*) dalam lingkungan keluarga. Kebiasaan hemat air yang terus menerus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, pada saatnya membentuk karakter yang atas kesadarannya sendiri dapat mengerti dan memahami manfaatnya. Kemudian, melaksanakannya tanpa harus diminta, akan menjadi perilaku sehari- hari Mari kita hemat air, meski hanya sebagian kecil dari sikap peduli lingkungan, tetapi sangat bermanfaat, jika menjadi gerakan massal. (*)
Peduli Lingkungan
Senin 29 Jul 2019, 07:18 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
Sosok Pria Berinisial ANH Siapa? Identitasnya Ramai Dicari usai Terseret Kasus Dugaan Bom Molotov di DPR
Sabtu 13 Jun 2026, 18:13 WIB
JAKARTA RAYA
Sosok Pria di Pinggir Rooftop Gedung saat Aksi Mahasiswa UI Siapa? Video Viral Ini Jadi Sorotan
13 Jun 2026, 16:57 WIB
EKONOMI
BNI Raih 7 Penghargaan Internasional, Perkuat Layanan Transaction Banking
13 Jun 2026, 14:40 WIB
Nasional
Wajib Tahu! Ini Daftar Layanan Kesehatan yang Tidak Dijamin BPJS Kesehatan
13 Jun 2026, 12:56 WIB
OTOMOTIF
Yamaha Luncurkan MX King 150 Prima Pramac Edition di Jakarta Fair 2026, Harga Tembus Rp29,9 Juta
13 Jun 2026, 12:00 WIB
OTOMOTIF
BYD M6 DM Resmi Meluncur di Indonesia, Simak Harga Lengkap dan Keunggulannya
13 Jun 2026, 11:15 WIB
OTOMOTIF
IPONE Ramaikan BBQ Ride 2026 Bandung, Siapkan Merchandise Eksklusif untuk Pengunjung
13 Jun 2026, 10:30 WIB
OTOMOTIF
BBQ Ride 2026 Jadi Ajang Motul Dekat dengan Komunitas Custom Culture, Ada Promo Menarik
13 Jun 2026, 09:59 WIB
EKONOMI
Harga Emas Perhiasan 24K Kembali Menguat Hari Ini 13 Juni 2026, Dijual Mulai Rp2,2 Jutaan
13 Jun 2026, 06:41 WIB
JAKARTA RAYA
Ganjil Genap Puncak Bogor Hari Ini 13 Juni 2026 Ada Atau Tidak? Cek Jadwal One Way
13 Jun 2026, 06:36 WIB
OLAHRAGA
Talenta Muda Indonesia Tembus Semifinal Australian Open 2026, Bukti Pembinaan dan Mental Juara Kian Matang
12 Jun 2026, 23:23 WIB
Nasional
Apa Itu Co-Tutor Digital? Inovasi Pembelajaran ASN yang Membantu Belajar Lebih Efektif
12 Jun 2026, 23:04 WIB
TEKNO
Tecno Pova 8 5G Resmi Meluncur, Usung Baterai 8.000mAh dan Layar 144Hz untuk Pengalaman Gaming Maksimal
12 Jun 2026, 22:48 WIB
JAKARTA RAYA
Mahasiswa Turun ke Jalan, Pengamat Sebut Gerakan Masih jadi Kekuatan yang Diperhitungkan Pemerintah
12 Jun 2026, 22:30 WIB
TEKNO
Update Harga Infinix Juni 2026: GT, Hot, Smart, dan Note Series Lengkap
12 Jun 2026, 20:29 WIB
NEWS
Demo di Bundaran HI, Dishub DKI Alihkan Arus Lalu Lintas Sudirman-Semanggi
12 Jun 2026, 18:40 WIB