Oleh Harmoko KITA sering mendengar istilah bayangan hidup, pedoman hidup, pandangan hidup, pegangan hidup, perjuangan hidup dan tujuan hidup. Istilah yang kadang sering *diplesetkan* ini, sejatinya memiliki arti tersendiri untuk merengkuh kehidupan yang lebih bermakna dan berguna setidaknya bagi diri sendiri dan keluarga. Lebih luas lagi bagi masyarakat, bangsa dan negara. Setiap orang tentu membayangkan hidupnya ingin sukses, bahagia dan sejahtera selamanya. Tapi tak sedikit bayangan itu hanyalah impian belaka. Berharap melimpah harta, yang didapat derita dan air mata sebagaimana lirik lagu "Termiskin di dunia" yang didendangkan Hamdan ATT. "Jangankan gedung, gubuk pun aku tak punya Jangankan permata uang pun aku tiada Aku merasa orang termiskin di dunia Yang penuh derita bermandikan air mata" Tak sedikit kondisi masyarakat seperti digambarkan dalam lirik lagu tersebut. Boleh jadi akibat salah jalan, menyimpang dari pedoman hidup atau malas berusaha. Padahal pedoman hidup mestinya menjadi tuntunan agar kita tidak salah jalan. Pedoman hidup dapat menjadi petunjuk ke mana seharusnya kita melangkah. Bagaimana seharusnya bertingkah laku dalam masyarakat untuk berbuat baik dan benar. Manusia dengan akalnya bisa saja menemukan kebenaran, tapi perlu diingat pula bahwa akal tak selamanya petunjuk aman yang selalu benar menunjukkan jalan. Itulah sebabnya kita juga perlu memiliki pandangan hidup sebagai pijakan untuk membimbing kehidupan baik secara jasmani maupun rokhani. Selain pedoman dan pandangan hidup, kita perlu juga pegangan hidup agar terukir pola pikir atau prinsip untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dengan didasari oleh segala norma, utamanya agama, hukum dan sosial. Meski begitu untuk mencapai tujuan, tidaklah cukup dengan pedoman, petunjuk dan pegangan. Hidup perlu perjuangan. Ini yang disebut usaha dan kerja keras untuk meraih tujuan, merengkuh cita-cita. Dalam berusaha perlu didasari dengan percaya diri (bukan setengah hati). Adanya keyakinan, bukan karena keterpaksaan. Agama Islam mengajarkan agar kita berdoa, sambil terus berusaha semaksimal mungkin, setelah itu baru berserah diri dengan penuh keikhlasan. Bahwa apa yang didapat itulah "hasil keringat" sendiri. Jika tidak sesuai dengan harapan, berarti masih ada yang kurang dalam proses pencarian. Masih ada yang perlu diperbaiki di kemudian hari. Inilah evaluasi diri yang senantiasa merujuk kepada mawas diri bahwa kegagalan bersumber dari kekurangan diri sendiri, bukan karena orang lain, lebih - lebih sampai menyalahkan orang lain. Pepatah Jawa kian menegaskan bahwa "Manungsa mung ngunduh wohing pakarti” (kehidupan manusia baik dan buruk adalah akibat dari perbuatan manusia itu sendiri). Siapa yang berbuat pasti akan menerima hasil perbuatannya. Hanya saja kita perlu menyadari dalam setiap perjuangan hampir pasti membutuhkan pengorbanan. Dulu, untuk meraih kemerdekaan di negeri ini, tidak terhitung pengorbanan yang dipersembahkan para pejuang.Tidak hanya harta, juga jiwa dan raga. Begitu pun pengorbanan hidup, jika ingin meraih kebajikan, kebahagiaan dan kesejahteraan, kedamaian, ketenteraman dan kenyamanan. Hidup memang penuh liku dan dinamika, tetapi harus bermakna setidaknya bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat luas. Ada petuah bahwa "urip iku urup" (hidup itu nyala). Hendaknya hidup itu memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita. Tentu, semakin besar manfaat yang kita berikan akan lebih baik, tapi sekecil apapun manfaat hendaknya dapat kita berikan, ketimbang menjadi benalu dan meresahkan masyarakat. Itulah pandangan hidup yang hendaknya kita terapkan hari ini, esok dan lusa guna menyongsong masa depan yang lebih baik dan sejahtera. Sementara kita tahu bahwa sejahtera bukan sebatas kaya akan harta benda. Agama mengajarkan kaya yang sebenarnya dan yang utama bukan karena harta benda, tetapi "kaya jiwa" Orang yang kaya jiwa akan selalu bersyukur atas apa yang didapat. Tanpa berharap tambahan, jika memang tidak membutuhkan. Tidak akan terus meminta kalau sudah tersedia. Tidak akan menuntut jika kebutuhan memang sudah tercukupi. Ini mengajarkan agar kita tidak bersifat tamak, rakus dan serakah. Hidup tak harus bertabur emas dan permata. Kata orang bijak, harta adalah hiasan hidup semata yang serba singkat. Ibaratnya "urip mung mampir ngombe" - hidup di dunia cuma sekejap, seperti orang minum air. Kesabaran, kejujuran, dan keikhlasan, adalah yang utama.(*)
Pandangan Hidup
Senin 08 Jul 2019, 05:49 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
Sosok Pria Berinisial ANH Siapa? Identitasnya Ramai Dicari usai Terseret Kasus Dugaan Bom Molotov di DPR
Sabtu 13 Jun 2026, 18:13 WIB
JAKARTA RAYA
Sosok Pria di Pinggir Rooftop Gedung saat Aksi Mahasiswa UI Siapa? Video Viral Ini Jadi Sorotan
13 Jun 2026, 16:57 WIB
EKONOMI
BNI Raih 7 Penghargaan Internasional, Perkuat Layanan Transaction Banking
13 Jun 2026, 14:40 WIB
Nasional
Wajib Tahu! Ini Daftar Layanan Kesehatan yang Tidak Dijamin BPJS Kesehatan
13 Jun 2026, 12:56 WIB
OTOMOTIF
Yamaha Luncurkan MX King 150 Prima Pramac Edition di Jakarta Fair 2026, Harga Tembus Rp29,9 Juta
13 Jun 2026, 12:00 WIB
OTOMOTIF
BYD M6 DM Resmi Meluncur di Indonesia, Simak Harga Lengkap dan Keunggulannya
13 Jun 2026, 11:15 WIB
OTOMOTIF
IPONE Ramaikan BBQ Ride 2026 Bandung, Siapkan Merchandise Eksklusif untuk Pengunjung
13 Jun 2026, 10:30 WIB
OTOMOTIF
BBQ Ride 2026 Jadi Ajang Motul Dekat dengan Komunitas Custom Culture, Ada Promo Menarik
13 Jun 2026, 09:59 WIB
EKONOMI
Harga Emas Perhiasan 24K Kembali Menguat Hari Ini 13 Juni 2026, Dijual Mulai Rp2,2 Jutaan
13 Jun 2026, 06:41 WIB
JAKARTA RAYA
Ganjil Genap Puncak Bogor Hari Ini 13 Juni 2026 Ada Atau Tidak? Cek Jadwal One Way
13 Jun 2026, 06:36 WIB
OLAHRAGA
Talenta Muda Indonesia Tembus Semifinal Australian Open 2026, Bukti Pembinaan dan Mental Juara Kian Matang
12 Jun 2026, 23:23 WIB
Nasional
Apa Itu Co-Tutor Digital? Inovasi Pembelajaran ASN yang Membantu Belajar Lebih Efektif
12 Jun 2026, 23:04 WIB
TEKNO
Tecno Pova 8 5G Resmi Meluncur, Usung Baterai 8.000mAh dan Layar 144Hz untuk Pengalaman Gaming Maksimal
12 Jun 2026, 22:48 WIB
JAKARTA RAYA
Mahasiswa Turun ke Jalan, Pengamat Sebut Gerakan Masih jadi Kekuatan yang Diperhitungkan Pemerintah
12 Jun 2026, 22:30 WIB
TEKNO
Update Harga Infinix Juni 2026: GT, Hot, Smart, dan Note Series Lengkap
12 Jun 2026, 20:29 WIB
NEWS
Demo di Bundaran HI, Dishub DKI Alihkan Arus Lalu Lintas Sudirman-Semanggi
12 Jun 2026, 18:40 WIB