Oleh Harmoko AYO kembali ke desa. Kata ini tak asing lagi bagi kita. Sering kita dengar, bahkan pernah dijadikan tema sebuah gerakan yang bertujuan mengajak warga kota kembali ke desa membangun kampung halamannya. Kita patut mengapresiasi beberapa kepala daerah yang sejak awal sudah giat memelopori gerakan ayo membangun desa dengan beragam kompleksitas permasalahannya. Desa harus menjadi pilar utama penggerak pembangunan nasional. Mengapa? Jawabnya, desa adalah sumber kehidupan. Desa juga penyangga peradaban bangsa. Dikatakan sumber kehidupan karena tidak terbantahkan, produk pangan semuanya berasal dari desa. Mulai dari makanan pokok (beras) sayuran, buah- buahan hingga bahan obat- obatan tumbuh subur di kawasan pedesaan. Warga kota mendapat suplay bahan makanan dari desa. Dari desa pula warga kota menikmati makanan hasil olahan. Bahan baku didapat dari desa, diolah di kota dengan tenaga kerja, sebagian warga desa yang merantau ke Ibukota dan kota - kota besar lainnya. Desa disebut sebagai penyangga peradaban bangsa juga sebuah realita. Sikap guyub dan rukun sudah menjadi karakteristik khas bagi masyarakat desa. Suasana kekeluargaan dan persaudaraan telah “mendarah-daging” dalam hati sanubari warga desa. Kesetiakawanan sosial masyarakat desa lebih tinggi dan nyata, yang dapat terlihat dalam tolong menolong dan gotong royong tanpa paksaan atau diminta, tetapi atas kesadaran sendiri. Masih banyak karakteristik lainnya yang menjadi pedoman hidup warga desa seperti saling menghormati, penuh toleransi, ingat akan janji, musyawarah mufakat dalam mengambil keputusan. Lebih sederhana, religius dan taat norma. Karakteristik inilah yang oleh bapak bangsa dijadikan rujukan dalam merumuskan dasar negara kita. Bahkan, demokrasi desa, menurut telaah para ahli merupakan demokrasi asli yang lebih dahulu terbentuk sebelum negara Indonesia berdiri. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan dan pelaksanaan keputusan melalui gotong royong, sudah diterapkan sejak lama, pada masa kerajaan. Begitu pun jika hendak mencermati perkembangan demokrasi. Pemilihan langsung sudah lama diterapkan di desa, jauh sebelum pilpres, pemilihan gubernur, bupati dan walikota. Sejak era tahun 80 - an, kepala desa sudah dipilih secara langsung oleh warganya. Dikenal dengan sebutan Pilkades. Sesungguhnya dari sanalah hadirnya "nyawa" UU Desa No.6 tahun 2014 tentang Desa. Maka setelah pemerintah pusat menggelontorkan ratusan triliun rupiah dana desa, sudah seharusnyalah pembangunan desa menjadi lebih masif. Gerakan kembali ke desa tidak sebatas hanya pada pelaksanaan program dengan beragam slogan, tapi juga jadi realita di depan mata. Kita patut bersyukur pemerintah sangat peduli terhadap pembangunan desa dengan mengalokasikan dana APBN yang sangat besar. Membangun jalan dan jembatan untuk membuka desa terisolir. Membangun irigasi, embung dan pasar untuk memajukan desa tertinggal. Membangun sarana, prasarana dan fasilitas lainnya untuk mencetak desa mandiri. Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018 menyebutkan jumlah desa mandiri sebanyak 5.606 atau baru 7,43 persen dari 75.436 total desa seluruh Indonesia. Desa berkembang 55.369 (73,40%), sedangkan desa tertinggal 14.461 (19.17%). Kita dapat menyetujui pengguyuran infrastruktur demi menjadikan desa makmur, maju dan sejahtera. Membangun fasilitas perekonomian, pendidikan dan sosial untuk meningkatkan taraf hidup rakyat. Tetapi satu hal yang perlu menjadi catatan adalah membangun desa bukan berarti menyulap desa menjadi kota dengan segala fasilitasnya. Hendaknya yang diutamakan adalah produktivitasnya, mengelola sumber daya alam dan membangun manusianya. Kita tentu tak ingin karakteristik masyarakat desa menjadi pudar akibat salah kelola. Kita tentu tak rela jika sikap toleransi, gotong royong, guyub, rukun, saling menghormati, musyawarah mufakat sebagai budaya bangsa sebagaimana tercermin dalam butir- butir Pancasila tergusur akibat pembangunan fisik yang tidak disertai pembangunan manusia selengkapnya dengan mental dan budayanya. Kita tak berkehendak falsafah negara pada akhirnya sebatas identitas tanpa makna karena tidak disertai dengan jati diri melalui sikap dan perilaku masyarakatnya. Mari kita jaga dan rawat karakteristik masyarakat desa sebagai bagian dari akar budaya bangsa. Mari kita bangun desa tanpa menggusur adab dan budayanya. Itulah sejatinya makna kembali ke desa. (*)
Kembali ke Desa
Senin 06 Mei 2019, 05:46 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
Sosok Pria Berinisial ANH Siapa? Identitasnya Ramai Dicari usai Terseret Kasus Dugaan Bom Molotov di DPR
Sabtu 13 Jun 2026, 18:13 WIB
JAKARTA RAYA
Sosok Pria di Pinggir Rooftop Gedung saat Aksi Mahasiswa UI Siapa? Video Viral Ini Jadi Sorotan
13 Jun 2026, 16:57 WIB
EKONOMI
BNI Raih 7 Penghargaan Internasional, Perkuat Layanan Transaction Banking
13 Jun 2026, 14:40 WIB
Nasional
Wajib Tahu! Ini Daftar Layanan Kesehatan yang Tidak Dijamin BPJS Kesehatan
13 Jun 2026, 12:56 WIB
OTOMOTIF
Yamaha Luncurkan MX King 150 Prima Pramac Edition di Jakarta Fair 2026, Harga Tembus Rp29,9 Juta
13 Jun 2026, 12:00 WIB
OTOMOTIF
BYD M6 DM Resmi Meluncur di Indonesia, Simak Harga Lengkap dan Keunggulannya
13 Jun 2026, 11:15 WIB
OTOMOTIF
IPONE Ramaikan BBQ Ride 2026 Bandung, Siapkan Merchandise Eksklusif untuk Pengunjung
13 Jun 2026, 10:30 WIB
OTOMOTIF
BBQ Ride 2026 Jadi Ajang Motul Dekat dengan Komunitas Custom Culture, Ada Promo Menarik
13 Jun 2026, 09:59 WIB
EKONOMI
Harga Emas Perhiasan 24K Kembali Menguat Hari Ini 13 Juni 2026, Dijual Mulai Rp2,2 Jutaan
13 Jun 2026, 06:41 WIB
JAKARTA RAYA
Ganjil Genap Puncak Bogor Hari Ini 13 Juni 2026 Ada Atau Tidak? Cek Jadwal One Way
13 Jun 2026, 06:36 WIB
OLAHRAGA
Talenta Muda Indonesia Tembus Semifinal Australian Open 2026, Bukti Pembinaan dan Mental Juara Kian Matang
12 Jun 2026, 23:23 WIB
Nasional
Apa Itu Co-Tutor Digital? Inovasi Pembelajaran ASN yang Membantu Belajar Lebih Efektif
12 Jun 2026, 23:04 WIB
TEKNO
Tecno Pova 8 5G Resmi Meluncur, Usung Baterai 8.000mAh dan Layar 144Hz untuk Pengalaman Gaming Maksimal
12 Jun 2026, 22:48 WIB
JAKARTA RAYA
Mahasiswa Turun ke Jalan, Pengamat Sebut Gerakan Masih jadi Kekuatan yang Diperhitungkan Pemerintah
12 Jun 2026, 22:30 WIB
TEKNO
Update Harga Infinix Juni 2026: GT, Hot, Smart, dan Note Series Lengkap
12 Jun 2026, 20:29 WIB
NEWS
Demo di Bundaran HI, Dishub DKI Alihkan Arus Lalu Lintas Sudirman-Semanggi
12 Jun 2026, 18:40 WIB