Oleh Harmoko ADA filosofi Jawa yang patut kita ingat kembali yakni Sugih tanpa Bandha, Digdaya tanpa Aji, Nglurug tanpa Bala, Menang tanpa Ngasorake. Secara etimologi bermakna : Kaya tanpa Harta, memiliki Kesaktian tanpa Ilmu/benda pusaka, Menyerang tanpa bala Pasukan, Menang tanpa Merendahkan. Ajaran adiluhung ini cocok dijadikan pedoman bagi kehidupan kita, terutama filisofi " Menang tanpa ngasorake", lebih - lebih dengan digelarnya puncak pesta demokrasi, pileg dan pilpres. Pemilihan presiden/ wapres dan pemilu legislatif telah digelar serentak Rabu kemarin, 17 April 2019. Rakyat telah menggunakan hak pilihnya untuk menentukan nasib negerinya ke depan. Rakyat telah memilih calon pemimpin ( pasangan calon presiden dan wapres), yang menurutnya, mampu memajukan bangsa dan negara. Rakyat telah memilih wakil rakyat yang mampu memperjuangkan aspirasi. Apa pun hasilnya itulah pilihan rakyat. Siapa pun yang menang itulah kemenangan rakyat. Sebab, kemenangan tertinggi dalam pesta demokrasi sejatinya berada di tangan rakyat sebagai pemegang kedaulatan. Maknanya kemenangan yang diperoleh bukan semata karena kehebatan dirinya, kelompoknya, tetapi kemenangan semua. Itulah sebabnya, filosofi: menang tanpa ngasorake sangatlah cocok sebagai pegangan hidup, sebagai perilaku dalam tata krama kehidupan berpolitik. Secara harafiah, menang tanpa ngasorake adalah menang tanpa merendahkan yang kalah (orang lain). Jangan mentang - mentang karena merasa menang lantas " adigang, adigung, adiguno" (Sikap yang sangat sombong). Ini mengajarkan kepada kita bahwa yang menang harus memberi "hormat" kepada yang kalah. Wajib merangkul lawan politiknya menjadi sahabat demi membangun bangsa ke depan. Perlu disadari, orang yang merasa direndahkan, ada kecenderungan pada saatnya akan mencari kesempatan untuk bisa membalas kekalahannya. Hal ini tentu tidak membuat tenteram. Memperbanyak kawan lebih mulia, ketimbang membiarkan satu musuh yang bisa tumbuh menjadi seribu. Lagi pula, kemenangan dengan merendahkan lawan tidak akan membawa kemuliaan. Tidak akan ada orang yang hormat, jika dengan kemenangan itu kemudian membuatnya berperilaku sombong, mentang - mentang, apalagi menjurus sewenang - wenang. Kita berharap dalam pesta demokrasi tidak perlu mengembangkan istilah menang dan kalah. Yang ada terpilih dan belum terpilih. Kita meyakini siapa pun yang terpilih, akan menghargai yang belum terpilih. Akan menghormati yang belum terpilih. Bahkan, sudah sewajarnya mengucapakan terima kasih kepada yang belum terpilih. Dia menjadi terpilih karena ada yang tidak terpilih. Sebaliknya yang belum terpilih ada baiknya memberi ucapan selamat kepada rekannya yang terpilih. Ini bentuk penghargaan kepada rakyat yang telah menggunakan haknya untuk memilih calonnya. Jika masing - masing telah mengamalkan filosofi yang sangat mendasar ini, akan membuat hidup kita menjadi kehidupan yang lebih indah, tanpa merendahkan orang lain, kehidupan yang diisi dengan sikap-sikap kesatria, kehidupan yang jauh dari keserakahan dan saling bermusuhan. Semuanya bisa diselesaikan dengan musyawarah mufakat, melalui pola ' win win solution ', yang memiliki arti semua pihak yang berselisih paham memiliki hasil yang menguntungkan untuk semuanya. Hidup ini sangat singkat. Akan sangat rugi bila harus memendam rasa tak suka, apalagi sampai menanam bibit permusuhan akibat mau menang sendiri atau menang- menangan. Pesta telah usai, mari kita awali dengan kebaikan. Mari kita bangun negeri ini siapa pun presidennya. Sing nandhur, bakale ngunduh. ( Siapa yang menanam, pasti akan menuai ). (*).
Menang Tanpa Ngasorake
Kamis 18 Apr 2019, 06:25 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
Sosok Pria Berinisial ANH Siapa? Identitasnya Ramai Dicari usai Terseret Kasus Dugaan Bom Molotov di DPR
Sabtu 13 Jun 2026, 18:13 WIB
JAKARTA RAYA
Sosok Pria di Pinggir Rooftop Gedung saat Aksi Mahasiswa UI Siapa? Video Viral Ini Jadi Sorotan
13 Jun 2026, 16:57 WIB
EKONOMI
BNI Raih 7 Penghargaan Internasional, Perkuat Layanan Transaction Banking
13 Jun 2026, 14:40 WIB
Nasional
Wajib Tahu! Ini Daftar Layanan Kesehatan yang Tidak Dijamin BPJS Kesehatan
13 Jun 2026, 12:56 WIB
OTOMOTIF
Yamaha Luncurkan MX King 150 Prima Pramac Edition di Jakarta Fair 2026, Harga Tembus Rp29,9 Juta
13 Jun 2026, 12:00 WIB
OTOMOTIF
BYD M6 DM Resmi Meluncur di Indonesia, Simak Harga Lengkap dan Keunggulannya
13 Jun 2026, 11:15 WIB
OTOMOTIF
IPONE Ramaikan BBQ Ride 2026 Bandung, Siapkan Merchandise Eksklusif untuk Pengunjung
13 Jun 2026, 10:30 WIB
OTOMOTIF
BBQ Ride 2026 Jadi Ajang Motul Dekat dengan Komunitas Custom Culture, Ada Promo Menarik
13 Jun 2026, 09:59 WIB
EKONOMI
Harga Emas Perhiasan 24K Kembali Menguat Hari Ini 13 Juni 2026, Dijual Mulai Rp2,2 Jutaan
13 Jun 2026, 06:41 WIB
JAKARTA RAYA
Ganjil Genap Puncak Bogor Hari Ini 13 Juni 2026 Ada Atau Tidak? Cek Jadwal One Way
13 Jun 2026, 06:36 WIB
OLAHRAGA
Talenta Muda Indonesia Tembus Semifinal Australian Open 2026, Bukti Pembinaan dan Mental Juara Kian Matang
12 Jun 2026, 23:23 WIB
Nasional
Apa Itu Co-Tutor Digital? Inovasi Pembelajaran ASN yang Membantu Belajar Lebih Efektif
12 Jun 2026, 23:04 WIB
TEKNO
Tecno Pova 8 5G Resmi Meluncur, Usung Baterai 8.000mAh dan Layar 144Hz untuk Pengalaman Gaming Maksimal
12 Jun 2026, 22:48 WIB
JAKARTA RAYA
Mahasiswa Turun ke Jalan, Pengamat Sebut Gerakan Masih jadi Kekuatan yang Diperhitungkan Pemerintah
12 Jun 2026, 22:30 WIB
TEKNO
Update Harga Infinix Juni 2026: GT, Hot, Smart, dan Note Series Lengkap
12 Jun 2026, 20:29 WIB
NEWS
Demo di Bundaran HI, Dishub DKI Alihkan Arus Lalu Lintas Sudirman-Semanggi
12 Jun 2026, 18:40 WIB