Oleh Harmoko MASALAH ketenagakerjaan masih menjadi persoalan utama negeri kita. Kajian dengan beragam sudut pandang dilakukan untuk mengatasi problema yang menyangkut nasib puluhan juta tenaga kerja dari Sabang hingga Merauke. Bicara masalah tenaga kerja tak sebatas tersedianya lapangan pekerjaan, jumlah angkatan kerja, angka pengangguran, juga menyangkut kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Jika dirinci lagi, kualitas tenaga kerja akan dipengaruhi oleh skill dan kemampuan. Sementara kemampuan akan terkait dengan latar belakang pendidikan dari masing- masing tenaga kerja. Pendidikan pun bisa dipilah lagi menjadi pendidikan formal, informal , pelatihan, dan pendidikan lingkungan (masyarakat). Begitu juga soal produktivitas masih dipengaruhi soal gaji (upah), lingkungan dan suasana kerja. Sistem rekrumen, pengkaderan, reward dan punishment, dan masih banyak lagi kebijakan di bidang ketenagakerjaan yang tujuan utamanya memberikan peluang seluas mungkin meningkatkan produktivitas. Belum lagi soal regulasi yang ditujukan untuk memberikan perlindungan dan jamiman kepada setiap tenaga kerja Indonesia. Pekerja kita harus terhormat, lebih -lebih di negeri sendiri.Jangan sampai pekerja kita di negeri sendiri malah tersingkir oleh pekerja asing. Jenis pekerjaan yang dapat diselesaikan oleh pekerja kita, karena alasan tertentu, dikerjakan oleh orang asing. Lantas pekerja kita dapat apa? Itu salah satu isu yang sekarang sedang merebak menggelayut pada alam pikiran masyarakat kita. Masalah ketenagakerjaan sangatlah kompleks, untuk mengurainya pun cukup rumit, serumit masalah yang melingkupinya. Tetapi dari segala kompleksitas masalah yang mendera, tenaga kerja kita harus dilindungi. Negara wajib hadir melindungi warganya dengan memberikan seluas mungkin kesempatan bekerja. Ini sejalan dengan realita belum tersedianya lapangan kerja yang memadai, membengkaknya jumlah angkatan kerja baru, hadirnya tenaga kerja asing, dan ancaman revolusi industri 4.0. Tercatat, jumlah angkatan kerja pada Agustus 2018 sebanyak 131,01 juta orang, naik 2,95 juta orang dibanding Agustus 2017. Sementara penduduk yang bekerja sebanyak 124,01 juta orang, bertambah 2,99 juta orang dari Agustus 2017. Terdapat selisih antara mereka yang bekerja dengan jumlah angkatan kerja sebesar 7 juta. Selisih angka inilah yang disebut pengangguran seperti halnya data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa pengangguran terbuka di Indonesia per - Agustus 2018 sebesar 7,001 juta orang. Angka ini masih tergolong tinggi, mengingat jumlah pencari kerja tiap tahun terus meningkat, sementara kemampuan menyediakan lapangan kerja baru sekitar 2 juta pertahun. Ini pun baru level pengangguran terbuka alias penganggur penuh. Belum lagi pengangguran setengah terbuka, bekerja tetapi tidak penuh waktu. Bekerja hanya setengah hari atau tiga hari dalam sepekan. Kadang - kadang kerja, lain waktu nganggur. Penyebabnya tidak lain karena terbatasnya lapangan kerja. Di sisi lain, ini yang tak boleh diabaikan, kenyataan bahwa pengangguran di Indonesia dihadapi oleh tenaga kerja usia muda (antara 15 sampai 24 tahun). Angka ini didominasi lulusan sekolah kejuruan dan menengah yang tiap tahun jumlahnya terus bertambah. Mereka mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan di pasar kerja nasional karena persoalan kualifikasi. Ini persoalan krusial yang menuntut perhatian ekstra. Saatnya pemerintah, baik tingkat Pusat maupun Daerah lebih serius membangun tenaga kerja berkualitas. Saatnya pula bangsa Indonesia secara benar dan tepat memanfaatkan potensi sumberdaya yang dimiliki. Dengan sekuat tenaga dan daya meningkatkan kemampuan SDM sebagai kekuatan dalam membangun perekonomian nasional. Bukan pasrah atas sebuah keadaan yang coba membawa negeri kita membangun perekonomian dengan kekuatan dan sumber daya asing. Tenaga kerja kita disebut berkualitas jika mampu bersaing di pasar kerja sebagai tenaga terampil yang dibutuhkan era kini. Maknanya investasi SDM harus fokus, dilakukan secara masif dan merata di semua jenjang serta berorientasi kepada permintaan pasar. Ini dapat terlaksana, jika pemerintah mampu merangkul kalangan industri ikut berinvestasi menyiapkan tenaga kerja berkualitas lewat program pelatihan dan sistem magang. Perlu dibangun sistem rekrutmen melalui reformasi ketenagakerjaan guna menyeimbangkan antara penawaran dan permintaan ( supply dan demand) dunia kerja. Dunia pendidikan kita juga perlu memperbanyak jalur vokasi, di samping program diploma dan politeknik. Karena keterampilan khusus inilah yang sekarang dibutuhkan banyak pasar kerja. (*)
Masalah Lapangan Kerja
Kamis 14 Mar 2019, 06:28 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
Sosok Pria Berinisial ANH Siapa? Identitasnya Ramai Dicari usai Terseret Kasus Dugaan Bom Molotov di DPR
Sabtu 13 Jun 2026, 18:13 WIB
JAKARTA RAYA
Sosok Pria di Pinggir Rooftop Gedung saat Aksi Mahasiswa UI Siapa? Video Viral Ini Jadi Sorotan
13 Jun 2026, 16:57 WIB
EKONOMI
BNI Raih 7 Penghargaan Internasional, Perkuat Layanan Transaction Banking
13 Jun 2026, 14:40 WIB
Nasional
Wajib Tahu! Ini Daftar Layanan Kesehatan yang Tidak Dijamin BPJS Kesehatan
13 Jun 2026, 12:56 WIB
OTOMOTIF
Yamaha Luncurkan MX King 150 Prima Pramac Edition di Jakarta Fair 2026, Harga Tembus Rp29,9 Juta
13 Jun 2026, 12:00 WIB
OTOMOTIF
BYD M6 DM Resmi Meluncur di Indonesia, Simak Harga Lengkap dan Keunggulannya
13 Jun 2026, 11:15 WIB
OTOMOTIF
IPONE Ramaikan BBQ Ride 2026 Bandung, Siapkan Merchandise Eksklusif untuk Pengunjung
13 Jun 2026, 10:30 WIB
OTOMOTIF
BBQ Ride 2026 Jadi Ajang Motul Dekat dengan Komunitas Custom Culture, Ada Promo Menarik
13 Jun 2026, 09:59 WIB
EKONOMI
Harga Emas Perhiasan 24K Kembali Menguat Hari Ini 13 Juni 2026, Dijual Mulai Rp2,2 Jutaan
13 Jun 2026, 06:41 WIB
JAKARTA RAYA
Ganjil Genap Puncak Bogor Hari Ini 13 Juni 2026 Ada Atau Tidak? Cek Jadwal One Way
13 Jun 2026, 06:36 WIB
OLAHRAGA
Talenta Muda Indonesia Tembus Semifinal Australian Open 2026, Bukti Pembinaan dan Mental Juara Kian Matang
12 Jun 2026, 23:23 WIB
Nasional
Apa Itu Co-Tutor Digital? Inovasi Pembelajaran ASN yang Membantu Belajar Lebih Efektif
12 Jun 2026, 23:04 WIB
TEKNO
Tecno Pova 8 5G Resmi Meluncur, Usung Baterai 8.000mAh dan Layar 144Hz untuk Pengalaman Gaming Maksimal
12 Jun 2026, 22:48 WIB
JAKARTA RAYA
Mahasiswa Turun ke Jalan, Pengamat Sebut Gerakan Masih jadi Kekuatan yang Diperhitungkan Pemerintah
12 Jun 2026, 22:30 WIB
TEKNO
Update Harga Infinix Juni 2026: GT, Hot, Smart, dan Note Series Lengkap
12 Jun 2026, 20:29 WIB
NEWS
Demo di Bundaran HI, Dishub DKI Alihkan Arus Lalu Lintas Sudirman-Semanggi
12 Jun 2026, 18:40 WIB