Oleh H. Harmoko PESTA demokrasi pemilihan presiden, wakil presiden (capres dan cawapres) serta wakil rakyat pusat dan daerah (DPR dan DPRD) dan juga wakil daerah (DPD) hanya berlangsung sehari, bahkan setengah hari. Bagi warga hanya lima menit di bilik TPS. Selanjutnya, kehidupan akan berlanjut sampai penyelenggaraan pilpres dan pileg berikutnya. Aktifitas warga akan normal kembali. Seperti sebelumnya dan akan begitu juga sesudahnya. Karenanya, jangan korbankan peristiwa itu untuk meneruskan pertentangan dan kebencian karena perbedaan pilihan. Mari bersatu untuk Indonesia Jaya. Kita, Indonesia adalah bangsa besar. Luas wilayah kita setara dengan sejumlah negara Eropa Barat yang bersatu. Setara dengan jazirah Arab yang terdiri dari 18 negara. Kita menyatukan perbedaan dalam banyak hal, suku, bahasa, agama, warna kulit, dan adat istiadat, yang atas izin Allah dipersatukan sebagai bangsa. Karenanya mari kita syukuri. Mari kita rawat keindonesiaan kita. Rawat keacehan, keminangan, kebetawian, kejawaan, kedayakan, kebugisan dan kepapuan, serta suku lainnya dalam persatuan Indonesia. Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan Kong Hu Chu sama-sama menyembah yang Maha Kuasa, Maha Melihat dan Maha Pengasih dan Penyayang. Kita banyak mengalami ketertinggalan dalam membangun, dibanding negara -negara tetangga di Asia Tenggara yang sudah lebih sejahtera. Kita perlu menciptakan lapangan kerja lebih banyak, agar tidak ada lagi tenaga tanpa ketrampilan bekerja di luar negeri. Kita perlu swasembada pangan, mencetak kebun, sawah yang produktif agar menjadi bangsa mandiri dalam persediaan pangan, tidak menggantungkan pada produk impor. Kita memasuki babak baru memasuki era ekonomi digital. Kita memerlukan tenaga trampil, berpengetahuan dan berkemampuan membawa negara kita menembus ekonomi global. Jangan hanya menerima dijadikan target pasar. Dengan penduduk 265 juta sebenarnya kita mampu menciptakan pasar sendiri. Bahkan mampu menembus pasar asing, khususnya 600 juta warga di ASEAN, sebagai negeri jiran terdekat. Harus diakui dan disadari bahwa meski dalam praktik memilih di bilik suara, mencoblos para politisi yang kita pilih hanya memerlukan waktu kurang lebih lima menit, namun hasilnya akan menentukan nasib kita untuk lima tahun berikutnya. Karenanya, jangan salah memilih. Kenali dengan baik rekam jejak orang yang Anda pilih. Baik dia itu capres, cawapres, wakil di pusat, daerah, maupun wakil daerah Anda. Jika salah memilih, yang berakibat aspirasi Anda tidak sampai ke tujuan. Bahkan suara Anda bisa dimanipulasi, dipermainkan dan diperjual- belikan untuk kepentingan partai dan pribadi politisi yang Anda pilih tersebut. Kita telah memasuki “era masyarakat berpengetahuan.” Sebagian dari kita sudah memegang telepon pintar (smartphone) karenanya gunakanlah itu untuk mendapatkan informasi yang dipercaya sebanyak -banyaknya, dan sebenar- benarnya, dari sumber terpercaya. Telepon genggam adalah penemuan orang- orang pintar, tapi di tangan orang jahat bisa menjadi alat memanipulasi pilihan penggunanya, dan pemegang ‘smartphone’ malah menjadi bodoh. Akibatnya Anda bisa salah menentukan pilihan. Sekali lagi selamat memilih dan tetap menjaga persatuan. Merdeka! *** Oleh H. Harmoko PESTA demokrasi pemilihan presiden, wakil presiden (capres dan cawapres) serta wakil rakyat pusat dan daerah (DPR dan DPRD) dan juga wakil daerah (DPD) hanya berlangsung sehari, bahkan setengah hari. Bagi warga hanya lima menit di bilik TPS. Selanjutnya, kehidupan akan berlanjut sampai penyelenggaraan pilpres dan pileg berikutnya. Aktifitas warga akan normal kembali. Seperti sebelumnya dan akan begitu juga sesudahnya. Karenanya, jangan korbankan peristiwa itu untuk meneruskan pertentangan dan kebencian karena perbedaan pilihan. Mari bersatu untuk Indonesia Jaya. Kita, Indonesia adalah bangsa besar. Luas wilayah kita setara dengan sejumlah negara Eropa Barat yang bersatu. Setara dengan jazirah Arab yang terdiri dari 18 negara. Kita menyatukan perbedaan dalam banyak hal, suku, bahasa, agama, warna kulit, dan adat istiadat, yang atas izin Allah dipersatukan sebagai bangsa. Karenanya mari kita syukuri. Mari kita rawat keindonesiaan kita. Rawat keacehan, keminangan, kebetawian, kejawaan, kedayakan, kebugisan dan kepapuan, serta suku lainnya dalam persatuan Indonesia. Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan Kong Hu Chu sama-sama menyembah yang Maha Kuasa, Maha Melihat dan Maha Pengasih dan Penyayang. Kita banyak mengalami ketertinggalan dalam membangun, dibanding negara -negara tetangga di Asia Tenggara yang sudah lebih sejahtera. Kita perlu menciptakan lapangan kerja lebih banyak, agar tidak ada lagi tenaga tanpa ketrampilan bekerja di luar negeri. Kita perlu swasembada pangan, mencetak kebun, sawah yang produktif agar menjadi bangsa mandiri dalam persediaan pangan, tidak menggantungkan pada produk impor. Kita memasuki babak baru memasuki era ekonomi digital. Kita memerlukan tenaga trampil, berpengetahuan dan berkemampuan membawa negara kita menembus ekonomi global. Jangan hanya menerima dijadikan target pasar. Dengan penduduk 265 juta sebenarnya kita mampu menciptakan pasar sendiri. Bahkan mampu menembus pasar asing, khususnya 600 juta warga di ASEAN, sebagai negeri jiran terdekat. Harus diakui dan disadari bahwa meski dalam praktik memilih di bilik suara, mencoblos para politisi yang kita pilih hanya memerlukan waktu kurang lebih lima menit, namun hasilnya akan menentukan nasib kita untuk lima tahun berikutnya. Karenanya, jangan salah memilih. Kenali dengan baik rekam jejak orang yang Anda pilih. Baik dia itu capres, cawapres, wakil di pusat, daerah, maupun wakil daerah Anda. Jika salah memilih, yang berakibat aspirasi Anda tidak sampai ke tujuan. Bahkan suara Anda bisa dimanipulasi, dipermainkan dan diperjual- belikan untuk kepentingan partai dan pribadi politisi yang Anda pilih tersebut. Kita telah memasuki “era masyarakat berpengetahuan.” Sebagian dari kita sudah memegang telepon pintar (smartphone) karenanya gunakanlah itu untuk mendapatkan informasi yang dipercaya sebanyak -banyaknya, dan sebenar- benarnya, dari sumber terpercaya. Telepon genggam adalah penemuan orang- orang pintar, tapi di tangan orang jahat bisa menjadi alat memanipulasi pilihan penggunanya, dan pemegang ‘smartphone’ malah menjadi bodoh. Akibatnya Anda bisa salah menentukan pilihan. Sekali lagi selamat memilih dan tetap menjaga persatuan. Merdeka! ***
Jangan Salah Pilih
Senin 04 Mar 2019, 15:25 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
Sosok Pria Berinisial ANH Siapa? Identitasnya Ramai Dicari usai Terseret Kasus Dugaan Bom Molotov di DPR
Sabtu 13 Jun 2026, 18:13 WIB
JAKARTA RAYA
Sosok Pria di Pinggir Rooftop Gedung saat Aksi Mahasiswa UI Siapa? Video Viral Ini Jadi Sorotan
13 Jun 2026, 16:57 WIB
EKONOMI
BNI Raih 7 Penghargaan Internasional, Perkuat Layanan Transaction Banking
13 Jun 2026, 14:40 WIB
Nasional
Wajib Tahu! Ini Daftar Layanan Kesehatan yang Tidak Dijamin BPJS Kesehatan
13 Jun 2026, 12:56 WIB
OTOMOTIF
Yamaha Luncurkan MX King 150 Prima Pramac Edition di Jakarta Fair 2026, Harga Tembus Rp29,9 Juta
13 Jun 2026, 12:00 WIB
OTOMOTIF
BYD M6 DM Resmi Meluncur di Indonesia, Simak Harga Lengkap dan Keunggulannya
13 Jun 2026, 11:15 WIB
OTOMOTIF
IPONE Ramaikan BBQ Ride 2026 Bandung, Siapkan Merchandise Eksklusif untuk Pengunjung
13 Jun 2026, 10:30 WIB
OTOMOTIF
BBQ Ride 2026 Jadi Ajang Motul Dekat dengan Komunitas Custom Culture, Ada Promo Menarik
13 Jun 2026, 09:59 WIB
EKONOMI
Harga Emas Perhiasan 24K Kembali Menguat Hari Ini 13 Juni 2026, Dijual Mulai Rp2,2 Jutaan
13 Jun 2026, 06:41 WIB
JAKARTA RAYA
Ganjil Genap Puncak Bogor Hari Ini 13 Juni 2026 Ada Atau Tidak? Cek Jadwal One Way
13 Jun 2026, 06:36 WIB
OLAHRAGA
Talenta Muda Indonesia Tembus Semifinal Australian Open 2026, Bukti Pembinaan dan Mental Juara Kian Matang
12 Jun 2026, 23:23 WIB
Nasional
Apa Itu Co-Tutor Digital? Inovasi Pembelajaran ASN yang Membantu Belajar Lebih Efektif
12 Jun 2026, 23:04 WIB
TEKNO
Tecno Pova 8 5G Resmi Meluncur, Usung Baterai 8.000mAh dan Layar 144Hz untuk Pengalaman Gaming Maksimal
12 Jun 2026, 22:48 WIB
JAKARTA RAYA
Mahasiswa Turun ke Jalan, Pengamat Sebut Gerakan Masih jadi Kekuatan yang Diperhitungkan Pemerintah
12 Jun 2026, 22:30 WIB
TEKNO
Update Harga Infinix Juni 2026: GT, Hot, Smart, dan Note Series Lengkap
12 Jun 2026, 20:29 WIB
NEWS
Demo di Bundaran HI, Dishub DKI Alihkan Arus Lalu Lintas Sudirman-Semanggi
12 Jun 2026, 18:40 WIB