Finalis Putri Indonesia 'Geruduk' Rutan Cipinang

Minggu 03 Mar 2019, 12:18 WIB

JAKARTA –  Rumah Tahanan (rutan) Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur, di "geruduk" puluhan wanita cantik, Minggu (3/3). Para Finalis Puteri Indonesia ini  hadir untuk melihat berbagai kerajinan didalamnya dan mengetahui bagaimana kehidupan di rutan sebagai materi yang akan menjadi pertanyaan dalam final mendatang. Bella Putri Ekasandra, finalis Puteri Indonesia Jawa Timur yang mengaku cukup takjub melihat keadaan di dalam rutan. Menurutnya, kondisi rutan yang ada tidak seperti apa yang dibayangkan. "Untuk pertama kalinya saya datang ke rutan dan semua tak seperti yang saya bayangkan. Ini juga tidak seseram yang saya pikirkan, disini sangat nyaman, indah dan seru," katanya, Minggu (3/3). Dikatakan Bella, meski berada didalam balik jeruji, warga binaan yang ada masih bisa memberikan hasil yang terbaik. Dimana mereka membuat berbagai hasil karya dengan keterbatasan yang mereka miliki. "Disini mereka belajar berbagai kreasi yang nantinya akan menjadi modal mereka bebas untuk lebih maju kedepannya," ujar gadis 19 tahun ini. Bella menyebut, dari hasil kunjungannya ke dalam rutan, nantinya akan menjadi materi dalam putaran final Puteri Indonesia. Apalagi Bella menilai kehidupan yang ada didalam rutan tidak seperti paradigma yang dibayangkan. "Semua manusia memiliki banyak kesalahan dan bisa memperbaiki kesalahan mereka agar lebih baik lagi. Ini upaya mereka untuk menjadi merubah hidupnya," terangnya. Sementara itu, Karutan Cipinang Oga Darmawan mengatakan, dari kunjungan yang dilakukan finalis Putri Indonesia diharapkan bisa disampaikan ke masyarakat akan kondisi yang ada didalamnya. Selain itu, kehadiran mereka bisa dibawa oleh Puteri Indonesia bisa menjadi semangat  bagi warga binaan. "Dukungan moril yang diberikan ke warga binaan diharapkan bisa menjadikan mereka sebagai manusia yang percaya diri," ungkapnya. Dikatakan karutan, kondisi rutan yang ada saat ini memiliki banyak perubahan dengan berbagai kegiatan didalamnya. Dimana kerajinan pembuatan kopi, penyablonan kaos, kegiatan seni, menjahit, dan melukis, yang selama ini mengisi keseharian para warga binaan. "Atas prakarsa yayasan jerra kita punya program untuk konsep zero residivis. DImana warga binaan dibekali dengan kerajinan dan diharapkan dapat memberikan dukungan bagi warga binaan agar menjadi semangat baru," pungkasnya. (Ifand/tri)


Berita Terkait


News Update