Oleh H. Harmoko SEJAK republik kita dimerdekakan, 17 Agustus 1945 lalu, tantangan utama yang dihadapi oleh pemimpin dan penyelenggara negara adalah kecukupan sandang, pangan, dan papan untuk rakyat. Melewati 73 tahun kemedekaannya, tantangan klasik itu perlahan lahan teratasi, tapi bukan berarti masalah berhenti. Di antara sandang dan papan, pangan lah yang menjadi masalah paling dilematis dan problematis. Dengan daratan dan lautan begitu luas, negara menghadapi kenyataan petani kita tak bisa sepenuhnya memenuhi kebutuhan bangsa sendiri, yang artinya belum swa sembada pangan. Pernah kita mencapainya – swasembada beras - namun sebentar, dan sesudah itu, lagi-lagi negara harus impor. Beras, gandum, kedelai, terus mengimpor. Sampai tahun 2018 lalu, pemerintah masih menghadapi masalah pemenuhan kebutuhan pangan dengan terus berupaya meningkatkan produksi beras, dan mengembangkan tanaman bernilai tinggi lainnya. Kita masih menghadapi masalah mahalnya beras dan rendahnya kualitas gabah petani kita, utamanya terkait dengan teknologi dan kurangnya riset pangan. Masalah lainnya sentra produksi pangan hanya di daerah tertentu, dimana hampir 60 % produksi pangan berasal dari Jawa, dengan 40% dari provinsi Jawa Timur, 25% dari luas daratan Indonesia dan penduduknya 14,8% dari jumlah populasi yang ada. Selama orde reformasi, pembangunan sektor pertanian dan pangan terabaikan. Di sisi lain, lonjakan konsumsi warganya terus meningkat, sehingga memaksa pemerintah harus terus menerus impor. Bahkan, sepuluh tahun terakhir ini, ada kecenderungan pola konsumsi berbasis impor. Selain beras, konsumsi pangan berbasis tepung terigu dan kedelai meningkat. Protein hewani yang 100% pakan maupun bibitnya dikuasai perusahaan multinasional, meningkat tajam, daging sapi, ayam ras dan telur ayam ras setiap tahunnya. Pertumbuhan ekonomi di atas 5% selama periode pemerintahan sekarang tak berdampak pada pola konsumsi dan kedaulatan pangan dan bahkan tak berdampak pada upaya peningkatan gizi masyarakat. Petani terus menjadi obyek kebijakan dan terus mencari penyelamatan diri. Upaya meningkatkan ketahanan pangan adalah dengan menjaga ketersediaan, keterjangkauan harga, serta menjaga kualitas dan keamanan harga pangan yang dikonsumsi - sehingga dapat dilihat kemajuan pertumbuhan ekonomi, individu yang memiliki daya saing dan bangsa. Terus menerus meningkatkan kualitas produk petani. Juga penganekaragaman serta diversifikasi konsumsi pangan warga, yang tidak berpusat pada beras, gandum dan terigu semata. Melainkan produk lainnya – khususnya umbi umbian. Perlu diingat, harga pangan merupakan penyumbang inflasi terbesar, karenanya perlindungan di tingkat konsumen harus menjadi kebijakan utama yang ditempuh pemerintah. Pangan berkualitas cukup tersedia, harga tak hanya terjangkau, juga stabil. (*)
Problem Pangan Kita
Senin 18 Feb 2019, 08:13 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
Sosok Pria Berinisial ANH Siapa? Identitasnya Ramai Dicari usai Terseret Kasus Dugaan Bom Molotov di DPR
Sabtu 13 Jun 2026, 18:13 WIB
JAKARTA RAYA
Sosok Pria di Pinggir Rooftop Gedung saat Aksi Mahasiswa UI Siapa? Video Viral Ini Jadi Sorotan
13 Jun 2026, 16:57 WIB
EKONOMI
BNI Raih 7 Penghargaan Internasional, Perkuat Layanan Transaction Banking
13 Jun 2026, 14:40 WIB
Nasional
Wajib Tahu! Ini Daftar Layanan Kesehatan yang Tidak Dijamin BPJS Kesehatan
13 Jun 2026, 12:56 WIB
OTOMOTIF
Yamaha Luncurkan MX King 150 Prima Pramac Edition di Jakarta Fair 2026, Harga Tembus Rp29,9 Juta
13 Jun 2026, 12:00 WIB
OTOMOTIF
BYD M6 DM Resmi Meluncur di Indonesia, Simak Harga Lengkap dan Keunggulannya
13 Jun 2026, 11:15 WIB
OTOMOTIF
IPONE Ramaikan BBQ Ride 2026 Bandung, Siapkan Merchandise Eksklusif untuk Pengunjung
13 Jun 2026, 10:30 WIB
OTOMOTIF
BBQ Ride 2026 Jadi Ajang Motul Dekat dengan Komunitas Custom Culture, Ada Promo Menarik
13 Jun 2026, 09:59 WIB
EKONOMI
Harga Emas Perhiasan 24K Kembali Menguat Hari Ini 13 Juni 2026, Dijual Mulai Rp2,2 Jutaan
13 Jun 2026, 06:41 WIB
JAKARTA RAYA
Ganjil Genap Puncak Bogor Hari Ini 13 Juni 2026 Ada Atau Tidak? Cek Jadwal One Way
13 Jun 2026, 06:36 WIB
OLAHRAGA
Talenta Muda Indonesia Tembus Semifinal Australian Open 2026, Bukti Pembinaan dan Mental Juara Kian Matang
12 Jun 2026, 23:23 WIB
Nasional
Apa Itu Co-Tutor Digital? Inovasi Pembelajaran ASN yang Membantu Belajar Lebih Efektif
12 Jun 2026, 23:04 WIB
TEKNO
Tecno Pova 8 5G Resmi Meluncur, Usung Baterai 8.000mAh dan Layar 144Hz untuk Pengalaman Gaming Maksimal
12 Jun 2026, 22:48 WIB
JAKARTA RAYA
Mahasiswa Turun ke Jalan, Pengamat Sebut Gerakan Masih jadi Kekuatan yang Diperhitungkan Pemerintah
12 Jun 2026, 22:30 WIB
TEKNO
Update Harga Infinix Juni 2026: GT, Hot, Smart, dan Note Series Lengkap
12 Jun 2026, 20:29 WIB
NEWS
Demo di Bundaran HI, Dishub DKI Alihkan Arus Lalu Lintas Sudirman-Semanggi
12 Jun 2026, 18:40 WIB