Oleh H. Harmoko INFORMASI, dalam berbagai bentuknya, kini terus membanjiri masyarakat. Seperti bah, bahkan ada yang menyebutnya sebagai tsunami – yaitu “tsunami infomasi”. Tak kenal waktu, setiap saat, 24 jam nonstop - dalam jumlah yang sangat besar, menggelombang. dengan berbagai bentuknya. Masa-masa romantis duduk di teras, di pagi hari, membaca suratkabar sembari minum teh atau kopi telah menjadi kenangan, bagi sebagian besar warga kita, di sini dan di seluruh dunia. Bahkan juga mereka yang gemar menonton siaran televisi, atau mendengar radio. Sebab, informasi yang dibutuhkan – atau tidak dibutuhkan - sudah masuk ke gawai, di genggaman tangan yang bahkan bisa dibaca dan diakses selagi masih tidur-tiduran. Teknologi berkembang pesat, gaya hidup terus berubah, menyesuaikannya dengan kecepatan kilat, demikian juga media-media yang meyebarkan informasinya. Meski demikian berlaku hukum dalam ilmu sosial, bahwa “90 persen dari segala yang ada sesungguhnya tidak dibutuhkan”. Bahkan sampah. Dan kita merasakan juga, yang beredar di berbagi aplikasi media sosial, sebagai media informasi terbaru, sering kali tidak diperlukan, sampah, bahkan racun yang berpotensi negatif, menimbulkan konflik, karena disebarkan nyaris tanpa filter. Kabar bohong, fitnah, maupun berita yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya, banyak beredar dan dipercaya sebagai suatu kebenaran. Masyarakat makin kesulitan mempercayai, mana berita nyata dan palsu. Mana rekayasa, dan kejadian yang sungguh- sunguh terjadi. Kelompok rentan informasi hoax pun semakin kabur, sebab sebagian kalangan elite sosial, elite pendidikan dan ekonomi pun mudah terkena. Tertipu hoax. Harapan kita adalah masyarakat tidak mudah percaya pada informasi-informasi yang diterima. Lalu melakukan konfirmasi, cek dan ricek, crosscek, mencari penegasan atas keyakinannya atau ‘afirmasi’ lewat media massa kredibel, khususnya surat kabar dan media ‘klasik’ lainnya, yang digarap profesional dengan pengalaman terbit operasi puluhan tahun. Hal ini menjadi jalan agar masyarakat tidak mudah percaya pada kabar bohong sebagai fenomena di era digital saat ini. Di sini kehadiran pers dan komunitas jurnalis sangat diperlukan. Karena pers, terutama yang terbit sejak sebelum era internet muncul, dikerjakan para jurnalis handal, akan mengirimkan tenaga profesional, terlatih, ke lapangan, guna melakukan penelusuran, konfirmasi, kepada sumber kompeten atas adanya berita yang sedang beredar dan menarik perhatian dan mendapat perhatian publik. Dan penulisan serta pelaporannya melalui kaidah kaidah tertentu, dengan editing ketat serta pengawasan berjenjang. Media massa “tradisional” seperti surat kabar, majalah, bahkan radio dan telvisi, sedang mengalami masa- masa kelesuan, mendung, akibat pesatnya kemajuan teknologi informasi, khususnya internet dan maraknya berbagai aplikasi media sosial. Akan tetapi jurnalisme tidak. Karena yang berubah hanya medianya, tidak dengan jurnalistik, jurnalis, dan jurnalismenya. Jurnalistik, jurnalis, dan jurnalisme memastikan informasi yang disebarkan untuk publik didapat dengan cara- cara profesional, berbasis ilmu, dan pengalaman panjang. Dengan tetap berpedoman kepada kaidah Kode Etik Jurnalistik dalam menjalankan tugas profesionalnya. Dengan seleksi ketat, mana yang layak beredar, untuk diketahui umum dan mana yang tidak, sehinga masyarakat lebih nyaman dalam mengaksesnya. (*)
Pers Nasional
Kamis 07 Feb 2019, 05:00 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
Sosok Pria Berinisial ANH Siapa? Identitasnya Ramai Dicari usai Terseret Kasus Dugaan Bom Molotov di DPR
Sabtu 13 Jun 2026, 18:13 WIB
JAKARTA RAYA
Sosok Pria di Pinggir Rooftop Gedung saat Aksi Mahasiswa UI Siapa? Video Viral Ini Jadi Sorotan
13 Jun 2026, 16:57 WIB
EKONOMI
BNI Raih 7 Penghargaan Internasional, Perkuat Layanan Transaction Banking
13 Jun 2026, 14:40 WIB
Nasional
Wajib Tahu! Ini Daftar Layanan Kesehatan yang Tidak Dijamin BPJS Kesehatan
13 Jun 2026, 12:56 WIB
OTOMOTIF
Yamaha Luncurkan MX King 150 Prima Pramac Edition di Jakarta Fair 2026, Harga Tembus Rp29,9 Juta
13 Jun 2026, 12:00 WIB
OTOMOTIF
BYD M6 DM Resmi Meluncur di Indonesia, Simak Harga Lengkap dan Keunggulannya
13 Jun 2026, 11:15 WIB
OTOMOTIF
IPONE Ramaikan BBQ Ride 2026 Bandung, Siapkan Merchandise Eksklusif untuk Pengunjung
13 Jun 2026, 10:30 WIB
OTOMOTIF
BBQ Ride 2026 Jadi Ajang Motul Dekat dengan Komunitas Custom Culture, Ada Promo Menarik
13 Jun 2026, 09:59 WIB
EKONOMI
Harga Emas Perhiasan 24K Kembali Menguat Hari Ini 13 Juni 2026, Dijual Mulai Rp2,2 Jutaan
13 Jun 2026, 06:41 WIB
JAKARTA RAYA
Ganjil Genap Puncak Bogor Hari Ini 13 Juni 2026 Ada Atau Tidak? Cek Jadwal One Way
13 Jun 2026, 06:36 WIB
OLAHRAGA
Talenta Muda Indonesia Tembus Semifinal Australian Open 2026, Bukti Pembinaan dan Mental Juara Kian Matang
12 Jun 2026, 23:23 WIB
Nasional
Apa Itu Co-Tutor Digital? Inovasi Pembelajaran ASN yang Membantu Belajar Lebih Efektif
12 Jun 2026, 23:04 WIB
TEKNO
Tecno Pova 8 5G Resmi Meluncur, Usung Baterai 8.000mAh dan Layar 144Hz untuk Pengalaman Gaming Maksimal
12 Jun 2026, 22:48 WIB
JAKARTA RAYA
Mahasiswa Turun ke Jalan, Pengamat Sebut Gerakan Masih jadi Kekuatan yang Diperhitungkan Pemerintah
12 Jun 2026, 22:30 WIB
TEKNO
Update Harga Infinix Juni 2026: GT, Hot, Smart, dan Note Series Lengkap
12 Jun 2026, 20:29 WIB
NEWS
Demo di Bundaran HI, Dishub DKI Alihkan Arus Lalu Lintas Sudirman-Semanggi
12 Jun 2026, 18:40 WIB