Oleh H. Harmoko DALAM memaknai ideologi Pancasila kita tidak boleh setengah-setengah. Pancasila adalah rumusan dari bapak- bapak pendiri bangsa – founding fathers- kita dan merupakan warisan kita dalam kehidupan bernegara. Pancasila sudah menjadi landasan, dasar, bahkan ‘ruh’ bangsa Indonesia semenjak bangsa ini merdeka. Nilai -nilai dari butirannya yang terkandung di dalam sila Pancasila sesungguhnya sudah ada dan dipraktikkan jauh sebelum Indonesia lahir dan merdeka. Sebagai kearifan lokal warga di bumi Nusantara. Kini Pancasila menjadi perekat di antara perbedaan suku, bahasa, agama dan keyakinan yang begitu beragam dan menyatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun dalam perjalanan kita selalu menghadapi ujian. Perlawanan. Setiap waktu Pancasila menghadapi tantangan. Bukan hanya dari kehadiran nilai- nilai asing, namun juga di kalangan bangsa sendiri. Bahkan dari mereka yang disebut sebagai pakar, ahli, dan pemikir, dengan beragam tafsirnya. Bagian yang sering dipertanyakan, disalahpahami adalah Pancasila seakan- akan bertentangan dengan agama. Dan di tengah gairah umat untuk mendalami agamanya, Pancasila menjadi pertanyaan dan perdebatan. Pancasila tidak mungkin bertentangan dengan agama karena Pancasila sama sekali bukan agama. Pancasila bahkan memuliakan agama sebagaimana tercantum dalam sila pertamanya. Ketuhanan Yang Maha Esa. Pancasila adalah ideologi negara. Hasil kesepakatan dari para pendiri Republik Indonesia dalam berbangsa dan bernegara. Anda tetap menjadi umat dari Tuhan yang Anda yakini, tidak mengimani Pancasila, melainkan menerima Pancasila sebagai pengatur – sebagaimana Anda sebagai pengemudi kendaraan menerima kehadiran polisi lalu lintas. Dia hanya mengatur lalu lintas di jalan agar tertib dan tidak terjadi tabrakan. Tapi dia tidak menanyakan ke mana tujuan Anda masing- masing. Kecuali bila Anda melanggar rambu- rambu yang dijaganya. Pada masa awal kelahirannya Pancasila adalah ideologi revolusioner, ideologi yang menentang segala bentuk penindasan dan penjajahan. Ideologi perlawanan terhadap segala hal (bentuk) yang bertentangan dengan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, kebangsaan, kerakyatan, dan keadilan. Pancasila juga merupakan ideologi atas cita-cita masyarakat. Setelah perjuangan melawan penjajahan bangsa asing selesai, Pancasila berfungsi sebagai mercusuar yang menjaga republik, dari kekuatan yang memecah belah dari dalam. Karena itu penting diingat bahwa kesetiaan pada Pancasila dan NKRI dalam kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan hal mutlak. Tak bisa ditawar -tawar dan dikompromikan lagi. Karena itu setiap penolakan untuk setia kepada Pancasila patut diduga merupakan naluri dan keinginan untuk membangun ideologi lain yang bertentangan dengan Pancasila di negeri ini. Kini penting diingatkan lagi bahwa menjiwai Pancasila itu tidak boleh setengah hati. Karena biar bagaimana pun, kelima silanya terangkum menjadi satu kesatuan nilai. Makna Pancasila itu sendiri telah mengandung spirit ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Inilah jiwa Indonesia itu, jiwa yang akan menggerakkan kita untuk terus berjuang. Menjadi tantangan aktual bagi kita semua untuk menghidupkan Pancasila dalam jiwa setiap kita, agar tidak hanya menjadi teks mati di atas kertas atau lembaran menempel di dinding. Dan bukan juga semata- mata hafalan anak sekolah dan bagian dari seremoni belaka. Kita mewarisi Pancasila dengan nilai-nilainya sebagai ideologi yang hidup, bukanlah semata mata slogan melainkan petunjuk lengkap bagaimana kehidupan sehari hari harus kita dilakukan di negeri ini. (*)
Setia pada Pancasila
Senin 28 Jan 2019, 04:56 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
Sosok Pria Berinisial ANH Siapa? Identitasnya Ramai Dicari usai Terseret Kasus Dugaan Bom Molotov di DPR
Sabtu 13 Jun 2026, 18:13 WIB
JAKARTA RAYA
Sosok Pria di Pinggir Rooftop Gedung saat Aksi Mahasiswa UI Siapa? Video Viral Ini Jadi Sorotan
13 Jun 2026, 16:57 WIB
EKONOMI
BNI Raih 7 Penghargaan Internasional, Perkuat Layanan Transaction Banking
13 Jun 2026, 14:40 WIB
Nasional
Wajib Tahu! Ini Daftar Layanan Kesehatan yang Tidak Dijamin BPJS Kesehatan
13 Jun 2026, 12:56 WIB
OTOMOTIF
Yamaha Luncurkan MX King 150 Prima Pramac Edition di Jakarta Fair 2026, Harga Tembus Rp29,9 Juta
13 Jun 2026, 12:00 WIB
OTOMOTIF
BYD M6 DM Resmi Meluncur di Indonesia, Simak Harga Lengkap dan Keunggulannya
13 Jun 2026, 11:15 WIB
OTOMOTIF
IPONE Ramaikan BBQ Ride 2026 Bandung, Siapkan Merchandise Eksklusif untuk Pengunjung
13 Jun 2026, 10:30 WIB
OTOMOTIF
BBQ Ride 2026 Jadi Ajang Motul Dekat dengan Komunitas Custom Culture, Ada Promo Menarik
13 Jun 2026, 09:59 WIB
EKONOMI
Harga Emas Perhiasan 24K Kembali Menguat Hari Ini 13 Juni 2026, Dijual Mulai Rp2,2 Jutaan
13 Jun 2026, 06:41 WIB
JAKARTA RAYA
Ganjil Genap Puncak Bogor Hari Ini 13 Juni 2026 Ada Atau Tidak? Cek Jadwal One Way
13 Jun 2026, 06:36 WIB
OLAHRAGA
Talenta Muda Indonesia Tembus Semifinal Australian Open 2026, Bukti Pembinaan dan Mental Juara Kian Matang
12 Jun 2026, 23:23 WIB
Nasional
Apa Itu Co-Tutor Digital? Inovasi Pembelajaran ASN yang Membantu Belajar Lebih Efektif
12 Jun 2026, 23:04 WIB
TEKNO
Tecno Pova 8 5G Resmi Meluncur, Usung Baterai 8.000mAh dan Layar 144Hz untuk Pengalaman Gaming Maksimal
12 Jun 2026, 22:48 WIB
JAKARTA RAYA
Mahasiswa Turun ke Jalan, Pengamat Sebut Gerakan Masih jadi Kekuatan yang Diperhitungkan Pemerintah
12 Jun 2026, 22:30 WIB
TEKNO
Update Harga Infinix Juni 2026: GT, Hot, Smart, dan Note Series Lengkap
12 Jun 2026, 20:29 WIB
NEWS
Demo di Bundaran HI, Dishub DKI Alihkan Arus Lalu Lintas Sudirman-Semanggi
12 Jun 2026, 18:40 WIB