Oleh H.Harmoko BEBERAPA hari lagi tahun 2018 akan berakhir dan berganti menjadi tahun 2019 Masehi. Sejenak perlu kita merefleksi diri terhadap apa saja yang sudah kita lakukan sepanjang tahun 2018 dan apa yang akan kita berbuat kemudian. Waktu memang tidak berjalan mundur. Sudah menjadi sunnatullahbahwa waktu akan terus bergulir dan berganti dari detik menjadi menit, berubah menjadi jam, kemudian bergerak menjadi hari – bulan – tahun dan begitu seterusnya. Dalam perputaran waktu tentu terdapat tanda – tanda. Sesuatu yang sudah kita alami, jalani dan bisa kita maknai. Kita sepakat kejadian masa lalu memang tidak untuk disesali, tetapi perenungan pengalaman masa lalu diperlukan sepanjang dapat dijadikan bahan evaluasi dan introspeksi agar perjalanan ke depan menjadi lebih baik lagi. Kita telah menyaksikan rangkaian peristiwa yang terjadi di negeri kita. Baik di bidang politik, hukum, keamanan, ekonomi, maupun sosial dan budaya. Stabilitas nasional secara umum aman dan terkendali. Kalau pun ada peristiwa yang cukup menyita perhatian adalah penembakan terhadap puluhan pekerja jembatan di Kali Yigi dan Aurak di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Kasus penembakan yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB) pada awal bulan Desember, yang hingga kini masih dalam proses penanganan. Di Bidang hukum, masih diwarnai banyaknya pejabat publik yang terlibat korupsi. Tercatat, 27 pejabat daerah dijadikan tersangka korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), yang sebagian di antaranya hasil operasi tangkap tangan ( OTT ). Salah satu penyebabnya adalah masalah integritas moral, gaya hidup yang masih hedonis serta budaya malu yang belum mengakar pada sebagian masyarakat kita. Termasuk, kalau bukan terutama, pejabat yang mestinya menjadi suri teladan yang baik dan utama. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap USD dan labilnya harga beragam sembako masih menjadi isu ekonomi di tahun 2018 yang menebar waswas. Yang tiada henti jadi bahan diskusi adalah persoalan politik. Kadang menjadi “isu panas”. Lebih-lebih di tengah suasana politik menjelang Pileg dan Pilpres. Memanasnya situasi sulit terhindari karena tahun 2018 dikenal sebagai “tahun politik”. Digelarnya pilkada serentak pada 27 Juni di 171 daerah yang terdiri dari 17 provinsi, 39 kota dan 114 kabupaten, memaksa parpol beradu kekuatan. Berupaya dengan berbagai cara agar dapat menempatkan kadernya sebagai “raja” di daerah tersebut. Lebih dari itu, agenda politik sebagai penentu nasib bangsa dan negara lima tahun ke depan dirumuskan dan ditetapkan di tahun ini. Mulai dari penetapan parpol peserta pemilu, pendaftaran calon hingga pengumuman daftar calon tetap anggota DPD, DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, dan puncaknya adalah pengumuman Capres/Cawapres berikut nomor urutnya. Kedua pasangan Capres dan Cawapres : Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno sudah melakukan sejumlah aktivitas politiknya guna meraih dukungan massa. Timses masing – masing paslon pun sudah melakukan beragam strategi kampanye dan pencitraan untuk memenangkan pilpres. Hasilnya akan teruji pada tanggal 17 April 2019 mendatang. Memasuki masa kampanye seperti sekarang ini, sebagaimana lazimnya, manuver politik kian santer, beragam isu pun dikemas – yang kadang membuat kuping terasa panas bagi mereka yang dikritisi, apalagi sudah menyinggung ranah pribadi. Selama proses politik berjalan, kita sebagai warga masyarakat hendaknya tetap bijak menyikapi beragam isu dan peristiwa yang terjadi belakangan ini. Jika kita bukan bagian langsung dari timses, hendaknya tidak terlalu jauh terlibat pusaran arus gesekan politik yang pada akhirnya akan merugikan diri sendiri dan lingkungan keluarga. Gunakan hak politiknya secara baik dan benar serta sesuai hati nurani pada saat pencoblosan nanti. Itulah perlunya kita merefleksi serangkaian peristiwa politik yang telah terjadi sebagai acuan ke depan. Tak kalah pentingnya merefleksi diri pribadi. Refleksi adalah gambaran atau cerminan. Maknanya sebuah perenungan atas kesalahan yang bersumber dari hati, diri pribadi atau karena faktor lingkungan. Perlu kiranya mempelajari penyebab kesalahan, memetakan persoalan, kemudian mencari cara mengatasinya agar tidak terperosok ke dalam lubang yang sama. Agar tidak mengulang kesalahan yang sama.Bukankah pepatah tetua kita mengatakan “Keledai pun tidak dua kali terperosok di lubang yang sama.” Memang manusia sebagai makhluk sosial tentu tak akan bisa menutup diri dari serbuan jejaring sosial sebagai dampak berkembangnya media digital. Komunikasi antarmanusia kini tanpa sekat lagi. Tanpa batasan waktu dan tempat. Menyikapinya perlu lebih bijak, lebih hati – hati dalam bertindak dan berkomunikasi dengan siapapun, di manapun, dan dalam kondisi bagaimanapun. Di sinilah perlunya menekankan integritas dalam bertransformasi dengan lingkungan.Integritas bisa dijadikan filter diri. Karena integritas adalah cerminan keteguhan hati dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan. Belakangan intergritas sering tergoda akibat pengaruh gaya hidup era kini yang serba instan, pragmatis dan cenderung konsumtif . Pesan yang hendak disampaikan adalah marilah kita mengedepankan “integritas” dalam menghadapi suasana global. Di era kemajuan digital dengan beragam dinamika yang ikut menyertai. (*)
REFLEKSI DIRI
Senin 24 Des 2018, 06:50 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
Sosok Pria Berinisial ANH Siapa? Identitasnya Ramai Dicari usai Terseret Kasus Dugaan Bom Molotov di DPR
Sabtu 13 Jun 2026, 18:13 WIB
JAKARTA RAYA
Sosok Pria di Pinggir Rooftop Gedung saat Aksi Mahasiswa UI Siapa? Video Viral Ini Jadi Sorotan
13 Jun 2026, 16:57 WIB
EKONOMI
BNI Raih 7 Penghargaan Internasional, Perkuat Layanan Transaction Banking
13 Jun 2026, 14:40 WIB
Nasional
Wajib Tahu! Ini Daftar Layanan Kesehatan yang Tidak Dijamin BPJS Kesehatan
13 Jun 2026, 12:56 WIB
OTOMOTIF
Yamaha Luncurkan MX King 150 Prima Pramac Edition di Jakarta Fair 2026, Harga Tembus Rp29,9 Juta
13 Jun 2026, 12:00 WIB
OTOMOTIF
BYD M6 DM Resmi Meluncur di Indonesia, Simak Harga Lengkap dan Keunggulannya
13 Jun 2026, 11:15 WIB
OTOMOTIF
IPONE Ramaikan BBQ Ride 2026 Bandung, Siapkan Merchandise Eksklusif untuk Pengunjung
13 Jun 2026, 10:30 WIB
OTOMOTIF
BBQ Ride 2026 Jadi Ajang Motul Dekat dengan Komunitas Custom Culture, Ada Promo Menarik
13 Jun 2026, 09:59 WIB
EKONOMI
Harga Emas Perhiasan 24K Kembali Menguat Hari Ini 13 Juni 2026, Dijual Mulai Rp2,2 Jutaan
13 Jun 2026, 06:41 WIB
JAKARTA RAYA
Ganjil Genap Puncak Bogor Hari Ini 13 Juni 2026 Ada Atau Tidak? Cek Jadwal One Way
13 Jun 2026, 06:36 WIB
OLAHRAGA
Talenta Muda Indonesia Tembus Semifinal Australian Open 2026, Bukti Pembinaan dan Mental Juara Kian Matang
12 Jun 2026, 23:23 WIB
Nasional
Apa Itu Co-Tutor Digital? Inovasi Pembelajaran ASN yang Membantu Belajar Lebih Efektif
12 Jun 2026, 23:04 WIB
TEKNO
Tecno Pova 8 5G Resmi Meluncur, Usung Baterai 8.000mAh dan Layar 144Hz untuk Pengalaman Gaming Maksimal
12 Jun 2026, 22:48 WIB
JAKARTA RAYA
Mahasiswa Turun ke Jalan, Pengamat Sebut Gerakan Masih jadi Kekuatan yang Diperhitungkan Pemerintah
12 Jun 2026, 22:30 WIB
TEKNO
Update Harga Infinix Juni 2026: GT, Hot, Smart, dan Note Series Lengkap
12 Jun 2026, 20:29 WIB
NEWS
Demo di Bundaran HI, Dishub DKI Alihkan Arus Lalu Lintas Sudirman-Semanggi
12 Jun 2026, 18:40 WIB