Oleh H. Harmoko “JUNGKIR balik demi anak!” adalah alasan yang sering dipakai oleh orangtua dulu dan kini, yang menginginkan anak- anak mereka hidup lebih baik, mendapatkan pendidikan yang bermutu, dan bisa menyongsong masa depan lebih cerah, di tengah kondisi keluarga para orangtua yang sederhana atau pas pasan. Sekuat tenaga para orangtua bekerja demi anak-anak. “Ibarat kata, kaki buat kepala, kepala buat kaki, buat keperluan anak, “ demikian yang sering terucap dan terdengar. Jelaslah bahwa anak -anak bukan sekedar keturunan, hasil perkawinan dan buah cinta pasangan yang saling menyayangi. Pada saatnya mereka akan tumbuh besar, dewasa, dan menjadi diri sendiri. Lalu menempuh kehidupannya masing- masing. Menjadi generasi penerus, pewaris tanah air dan negara kita. Kita sebagai orangtua mempersiapkannya, memberikan bekal berupa asupan gizi yang mencukupi, sandang pangan, perlindungan, pendidikan, membentuk watak, dan kekuatan agar mereka bisa mandiri dan mengatasi masalahnya sendiri. Di era globalisasi kini, tantangan datang bukan hanya dari lingkungan sekitar tempat tinggal, melainkan juga dari kota, negara, dan dunia. Mereka mau tak mau terlibat. Tidak semua orangtua, seperti kita, yang mempersiapkan segalanya demi anak. Sebagian lagi malah menelantarkannya, dengan memberi hak anak ala kadarnya. Bahkan di kalangan yang mampu secara ekonomi hanya memberikan apa yang menyenangkan anak, tak perduli dampaknya terhadap pertumbuhan mereka kelak. Sekedar melimpahinya dengan harta, memenuhi kebutuhan, tidak membentuk karakter. Tidak memberikan latihan dan tantangan, sehingga tak mampu mandiri, bahkan hingga bukan usia lagi. Tapi dewasa. Kekerasan terhadap anak masih terjadi dan menjadi masalah lain lagi yang memprihatiankan. Kekerasan tidak hanya dalam bentuk verbal, ucapan, “main tangan” melainkan juga pengabaian hak- hak mereka, seperti bermain dan menuntut ilmu. Anak- anak diminta, bahkan diharuskan, bekerja membantu orangtua. Suatu perampasan hak dianggap lazim. Maka, sudah selayaknya pemerintah terus berupaya memutus mata rantai kekerasan terhadap anak-anak. Dan juga penelataran terhadap mereka. Kemajuan sebuah negara ditentukan oleh, antara lain, rendahnya kasus kekerasan terhadap anak, dan tingginya pendidikan serta kesejahteraan anak. Karena warga negara disebut maju, manakala memiliki kesadaran tinggi. Tindak kekerasan terhadap anak juga akan dihukum berat. Kini di Indonesia pun sudah ada Undang-Undang Perlindungan Anak. Karena itu jangan ada lagi kekerasan terhadap anak. Anda bisa mengambil peran pelapor dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak. Anak-anak adalah pewaris kepemimpinan bangsa. Indonesia di masa depan adalah milik anak-anak saat ini. Kegigihan para orangtua telah melahirkan generasi berprestasi. Begitu banyak anak- anak Indonesia yang meraih prestasi dunia, memenangi lomba matematika, fisika, kimia, biologi, dan ilmu science lainnya. Juga di bidang agama, menjadi qari internasional. Selain itu, ada banyak anak- anak Indonesia yang sudah bergabung dan bekerja untuk perusahaan internasional, prestasinya diakui dunia, di berbagai bidang dan disiplin ilmu. Mari kita belajar dari para orangtua lain yang giat memotivasi dan memacu anak- anaknya untuk maju dan berprestasi: menjadi generasi yang lebih baik dari para pendahulunya, yaitu kita semua sekarang ini. Sebab setiap zaman memiliki tantangannya masing- masing, dan mereka akan menghadapi dengan bekal yang kita berikan. Selamat Hari Anak Sedunia!
ANAK MASA DEPAN
Senin 19 Nov 2018, 06:04 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
Sosok Pria Berinisial ANH Siapa? Identitasnya Ramai Dicari usai Terseret Kasus Dugaan Bom Molotov di DPR
Sabtu 13 Jun 2026, 18:13 WIB
JAKARTA RAYA
Sosok Pria di Pinggir Rooftop Gedung saat Aksi Mahasiswa UI Siapa? Video Viral Ini Jadi Sorotan
13 Jun 2026, 16:57 WIB
EKONOMI
BNI Raih 7 Penghargaan Internasional, Perkuat Layanan Transaction Banking
13 Jun 2026, 14:40 WIB
Nasional
Wajib Tahu! Ini Daftar Layanan Kesehatan yang Tidak Dijamin BPJS Kesehatan
13 Jun 2026, 12:56 WIB
OTOMOTIF
Yamaha Luncurkan MX King 150 Prima Pramac Edition di Jakarta Fair 2026, Harga Tembus Rp29,9 Juta
13 Jun 2026, 12:00 WIB
OTOMOTIF
BYD M6 DM Resmi Meluncur di Indonesia, Simak Harga Lengkap dan Keunggulannya
13 Jun 2026, 11:15 WIB
OTOMOTIF
IPONE Ramaikan BBQ Ride 2026 Bandung, Siapkan Merchandise Eksklusif untuk Pengunjung
13 Jun 2026, 10:30 WIB
OTOMOTIF
BBQ Ride 2026 Jadi Ajang Motul Dekat dengan Komunitas Custom Culture, Ada Promo Menarik
13 Jun 2026, 09:59 WIB
EKONOMI
Harga Emas Perhiasan 24K Kembali Menguat Hari Ini 13 Juni 2026, Dijual Mulai Rp2,2 Jutaan
13 Jun 2026, 06:41 WIB
JAKARTA RAYA
Ganjil Genap Puncak Bogor Hari Ini 13 Juni 2026 Ada Atau Tidak? Cek Jadwal One Way
13 Jun 2026, 06:36 WIB
OLAHRAGA
Talenta Muda Indonesia Tembus Semifinal Australian Open 2026, Bukti Pembinaan dan Mental Juara Kian Matang
12 Jun 2026, 23:23 WIB
Nasional
Apa Itu Co-Tutor Digital? Inovasi Pembelajaran ASN yang Membantu Belajar Lebih Efektif
12 Jun 2026, 23:04 WIB
TEKNO
Tecno Pova 8 5G Resmi Meluncur, Usung Baterai 8.000mAh dan Layar 144Hz untuk Pengalaman Gaming Maksimal
12 Jun 2026, 22:48 WIB
JAKARTA RAYA
Mahasiswa Turun ke Jalan, Pengamat Sebut Gerakan Masih jadi Kekuatan yang Diperhitungkan Pemerintah
12 Jun 2026, 22:30 WIB
TEKNO
Update Harga Infinix Juni 2026: GT, Hot, Smart, dan Note Series Lengkap
12 Jun 2026, 20:29 WIB
NEWS
Demo di Bundaran HI, Dishub DKI Alihkan Arus Lalu Lintas Sudirman-Semanggi
12 Jun 2026, 18:40 WIB