Oleh Harmoko ZAMAN sudah berubah, generasi pun telah berganti, tetapi nilai – nilai kepahlawanan harus tetap diaktualkan sebagai cermin kehidupan menyongsong masa depan. Tentu, aktualisasi nilai – nilai perlu diselaraskan dengan era kekinian mengingat pahlawan zaman dulu, beda dengan sekarang. Bukan saja beda masanya, beda generasinya, juga beda tantangan yang dihadapi. Zaman dulu, makna kepahlawanan adalah mereka yang berperang melawan penjajah atau orang – orang yang ikut berperan memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan. Mereka berjuang dengan semangat tak kenal menyerah, dengan darahnya, raganya, jiwanya, hartanya untuk mengakhiri segala bentuk penindasan. Tantangan yang dihadapi nyata adanya, penjajah dengan segala bentuk keserakahan dan kesewenang-wengannya. Era kini, tantangan yang dihadapi bukan lagi penjajahan secara fisik, tetapi bagaimana menyelesaikan berbagai persoalan besar dan kompleks yang membelit bangsa ini. Kemiskinan yang masih mendera 25,95 juta warga ( data BPS per Maret 2018), kesenjangan sosial, ketidakadilan dalam layanan pendidikan, kesehatan, dan perizinan. Belum lagi persoalan narkoba, KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) dan radikalisme atau intoleransi. Perilaku orang yang ikut andil terjadinya kemiskinan, kesenjangan dan ketidakadilan, ada di sekitar kita. Tapi tidak selalu nyata. Begitu juga pelaku narkoba, KKN dan radikalisme. Jika pelaku tindak pidana korupsi, pengedar atau bandar narkoba, pelaku radikalisme diibaratkan “musuh” bangsa, mereka ada di sekitar kita, di sekeliling kita. Boleh jadi, teman atau tetangga kita, bahkan masih saudara kita. Baru diketahui sebagai koruptor setelah ditangkap KPK atau penegak hukum lainnya. Baru sadar dia bandar narkoba setelah ditangkap polisi. Makin rumit dan beragamnya persoalan bangsa seperti sekarang ini, sebenarnya sudah diisyaratkan sejak awal oleh para pendiri negeri ini bahwa “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri” Lantas bagaimana karakter pahlawan yang diperlukan era sekarang? Dalam konteks kekinian tentu harus ada perubahan dalam memaknai nilai – nilai kepahlawanan. Tidak relevan lagi mengaitkan kepahlawanan hanya dengan mengangkat senjata dan berperang. Sikap heroik tak harus maju ke medan pertempuran. Secara etimologi pahlawan berasal dari bahasa Sanskerta “ phala” yang bermakna hasil atau buah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pahlawan berarti orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran. Pejuang yang gagah berani. Mengacu kepada kedua makna tadi dapat dikatakan bahwa pahlawan adalah orang yang membuat pahala. Orang yang menanggalkan ego pribadi untuk mengabdi, berkontribusi, memberi manfaat dan maslahat bagi umat. Secara konkret bagaimana bersikap dan menjadi pribadi yang memberi dampak positif dalam bidang apa pun. Mampu memberi nilai tambah bagi lingkungan sekitarnya. Selalu berpikir positif, mengembangkan sikap kreatif dan inovatif untuk membawa perubahan dengan mengusung kejujuran. Jika disarikan, nilai – nilai kepahlawanan yang dibutuhan sekarang adalah: 1. Rela berkorban memperjuangan kebenaran dan keadilan 2. Rela menanggalkan ego pribadi untuk kepentingan umum 3. Memberi nilai tambah bagi lingkungan sekitar 4. Mampu membawa perubahan 5. Berani mengungkap kejujuran Nilai – nilai kepahlawanan ini harus tetap hidup dalam sanubari, meskipun zaman berganti, regenerasi terjadi. Itulah perlunya edukasi. Di era digitalisasi ini, edukasi nilai kepahlawanan harus bersifat inklusif, terbuka, dan multidimensional. Dituntut kemampuan membujuk dan meyakinkan tanpa mendoktrin lewat mitos dengan romantisme perjuangan senjata dan darah, karena hal itu sudah tidak sesuai lagi dengan zamannya. Di era kini, sering disebut sebagai generasi milenial dan generasi net, maka edukasi nilai-nilai kepahlawanan perlu dikemas lebih sederhana, nyata dan dapat segera dirasakan manfaatnya. Edukasi yang berbelit, apalagi yang bersifat nenggurui akan dipandang sebelah mata. Hasil yang didapat bukannya membangkitkan semangat kejuangan dan rela berkorban, boleh jadi kian bias dalam memaknai identitas kebangsaan. Generasi milenial yang memiliki kepercayaan diri, super kreatif, pekerja keras, berpikir praktis dan terkoneksi jaringan luas lintas negara, dapat diedukasi menjadi pahlawan masa kini. Pahlawan di zamannya, mampu memberikan nilai tambah di lingkungan terdekatnya, di kelompoknya atau di keluarganya. Kepahlawanan era kini tidak bisa serta merta diukur dari sisi pengaruhnya yang mencakup seluruh bangsa. Kecil tapi memberi makna, memberi nilai tambah dan bermanfaat bagi lingkungannya, itu juga layak, kalau bukan justru paling layak, disebut pahlawanera kini. *
Pahlawan Masa Kini
Kamis 08 Nov 2018, 12:15 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
Sosok Pria Berinisial ANH Siapa? Identitasnya Ramai Dicari usai Terseret Kasus Dugaan Bom Molotov di DPR
Sabtu 13 Jun 2026, 18:13 WIB
JAKARTA RAYA
Sosok Pria di Pinggir Rooftop Gedung saat Aksi Mahasiswa UI Siapa? Video Viral Ini Jadi Sorotan
13 Jun 2026, 16:57 WIB
EKONOMI
BNI Raih 7 Penghargaan Internasional, Perkuat Layanan Transaction Banking
13 Jun 2026, 14:40 WIB
Nasional
Wajib Tahu! Ini Daftar Layanan Kesehatan yang Tidak Dijamin BPJS Kesehatan
13 Jun 2026, 12:56 WIB
OTOMOTIF
Yamaha Luncurkan MX King 150 Prima Pramac Edition di Jakarta Fair 2026, Harga Tembus Rp29,9 Juta
13 Jun 2026, 12:00 WIB
OTOMOTIF
BYD M6 DM Resmi Meluncur di Indonesia, Simak Harga Lengkap dan Keunggulannya
13 Jun 2026, 11:15 WIB
OTOMOTIF
IPONE Ramaikan BBQ Ride 2026 Bandung, Siapkan Merchandise Eksklusif untuk Pengunjung
13 Jun 2026, 10:30 WIB
OTOMOTIF
BBQ Ride 2026 Jadi Ajang Motul Dekat dengan Komunitas Custom Culture, Ada Promo Menarik
13 Jun 2026, 09:59 WIB
EKONOMI
Harga Emas Perhiasan 24K Kembali Menguat Hari Ini 13 Juni 2026, Dijual Mulai Rp2,2 Jutaan
13 Jun 2026, 06:41 WIB
JAKARTA RAYA
Ganjil Genap Puncak Bogor Hari Ini 13 Juni 2026 Ada Atau Tidak? Cek Jadwal One Way
13 Jun 2026, 06:36 WIB
OLAHRAGA
Talenta Muda Indonesia Tembus Semifinal Australian Open 2026, Bukti Pembinaan dan Mental Juara Kian Matang
12 Jun 2026, 23:23 WIB
Nasional
Apa Itu Co-Tutor Digital? Inovasi Pembelajaran ASN yang Membantu Belajar Lebih Efektif
12 Jun 2026, 23:04 WIB
TEKNO
Tecno Pova 8 5G Resmi Meluncur, Usung Baterai 8.000mAh dan Layar 144Hz untuk Pengalaman Gaming Maksimal
12 Jun 2026, 22:48 WIB
JAKARTA RAYA
Mahasiswa Turun ke Jalan, Pengamat Sebut Gerakan Masih jadi Kekuatan yang Diperhitungkan Pemerintah
12 Jun 2026, 22:30 WIB
TEKNO
Update Harga Infinix Juni 2026: GT, Hot, Smart, dan Note Series Lengkap
12 Jun 2026, 20:29 WIB
NEWS
Demo di Bundaran HI, Dishub DKI Alihkan Arus Lalu Lintas Sudirman-Semanggi
12 Jun 2026, 18:40 WIB