JAKARTA - Seorang pekerja tewas tertimpa alat kesehatan yang diturunkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Budi Asih, Kramajati, Jakarta Timur, Rabu (24/10/2018). Korban tewas dengan kondisi kepala pecah dan badan remuk lantaran terjepit alat seberat 1 ton.
Hamdani, 29, yang menjadi korban dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09:00 itu. Pria yang diketahui sebagai buruh antar (ekpedisi) tertimpa alat kesehatan dari Central Steril Supply Department (CSSD) saat tengah diturunkan dari truk. Kepala korban pecah dan di lokasi darah segar mengalir di aspal parkiran.
Supriyadi, 38, saksi mengatakan, peristiwa itu terjadi saat dirinya tengah melintas untuk masuk ke rumah sakit. Saat itu, ada truk terparkir dengan beberapa pekerja yang tengah menurunkan alat kesehatan. "Tak berapa lama, yang ada di lokasi teriak-teriak awas-awas, Allahuakbar, ya Allah, ya Allah," katanya, Rabu (24/10).
Menurut Yadi, teriaknya beberapa orang yang ada salah satu pekerja yang mengalami kecelakaan. Di mana kotak yang diturunkan dari atas truk jatuh akibat forklift oleng. "Pas dilihat nggak tahunya kepalanya pecah akibat tertimpa kotak berisi alat kesehatan. Ada yang bilang beratnya sampai 1 ton," ujarnya.
Yadi yang kala itu mencoba mendekat, melihat darah langsung membanjiri aspal rumah sakit. Ketika dilihat lebih dekat, ternyata darah itu keluar dari mulut, hidung dan telinganya akibat kepala yang pecah tertimpa alat yang dituturkan tersebut. "Nggak lama satpam langsung mengusir wara yang mendekat, jenazah juga langsung ditutup buat nggak jadi tontonan," ungkapnya.
Atas kejadian tersebut, kata Yadi, sempat membuat beberapa pengujung rumah sakit keluar untuk menyaksikan peristiwa tersebut. Namun petugas yang ada meminta untuk bubar karena hal itu disebut bukan tontonan. "Habis itu tak berapa lama polisi datang, semuanya langsung diperiksa," tambahnya.
Direktur RSUD Budi Asih, Ida Bagus Nyoman Banjar mengatakan, peristiwa itu terjadi saat pihaknya kedatangan alat kesehatan yang akan diinstal di lantai 4 rumah sakit. Dengan menggunakan forklift manual, tiba-tiba alat kesehatan tersebut terjatuh dan menimpa salah satu buruh angkut. "Ini kecelakaan kerja. Terjadi saat proses penurunan pengadaan alat steril sccd itu," katanya.
Menurut Ida, ia menduga forklift yang digunakan tidak kuat menahan beban, atau pada saat peletakan alat kesehatan tersebut tidat tepat. Sehingga alat tersebut terguling saat diturunkan, dan menimpa korban yang diketahui Dani. "Korbannya dari ekspedisi. Ini terjadi apakah forklif tidak kuat atau posisinya ngak bener itu yang masih kita ingin ketahui," ujarnya.
Ida menegaskan, sebelum pemasangan alat kesehatan terinstal di rumah sakit, seluruhnya masih tanggung jawab pihak penyedia barang alat kesehatan tersebut. Sehingga peristiwa yang terjadi di lingkungannya dinilai bukan menjadi tanggung jawab rumah sakit. "Proses dari toko pabrik sampai kesini itu tanggung jawab penyedia. Namun jika barang sudah terinstal dan di uji coba, serta siap pakai baru tanggung jawab kami. Jadi tanggung jawab kita kalo sudah terpasang dan terinstal," jelasnya.
Terkait hal itu, Kanit Kriminal Khusus Polres Jakarta Timur, AKP Tual Napitupulu mengatakan, atas kejadian itu pihaknya langsung melakukan olah TKP. "Kami juga sudah memeriksa lima orang saksi yang mengetahui persis kejadian itu," katanya.
Meski begitu, ketika ditanya apakah kecelakaan itu disebabkan dari lalainya operator forklift, pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan. Pasalnya, pemeriksaan mendalam masih harus dilakukan untuk membuktikan siapa yang salah dalam kejadian itu. "Semuanya masih diperiksa, nanti bila hasil pemeriksaan dan penyelidikan didapat, akan kami sampaikan," ungkap Kanit. (Ifand/b)
Kriminal
Tewas Tertimpa Alat Kesehatan Seberat 1 Ton di RS Budhi Asih
Rabu 24 Okt 2018, 17:23 WIB