TANGERANG - Ratusan sopir angkot 02 dan R-11 jurusan Perumnas- Poris Kota Tangerang,Banten, kembali mogok dan melakukan aksi di depan Pusat Pemerintahan (Puspem), Senin (15/10/2018). "Sejak ada angkutan online penghasilan kami menurun, ditambah lagi ada BRT, sekarang ada anak kami tak mampu masuk sekolah," ungkap Yus, satu sopir Angkot 02. Keberadaan Bus Rapid Transit (BRT) dengan rute memasuki jalan-jalan lingkungan dituding menjadi penyebab semakin sepinya penumpang angkot. Banyak penumpang beralih karena ongkos BRT jauh lebih murah, yakni Rp 2 ribu per orang. Sementara dengan Angkot, penumpang harus merogoh kocek hingga Rp 6 ribu untuk jarak maksimal. "Penghasilan kami menurun bisa tinggal 20 persen, kita nggak bisa bayar setoran, " ungkap lelaki yang 20 tahun itu. Jelas sambungnya, istri di rumah tidak senang karena selaku kekurangan. Menurut dia, pejabat berwenang sangat tidak adil dan menyusahkan mereka sebagai rakyat kecil. Sebagian perwakilan pir diterima untuk berdiskusi dengan pihak dinas perhubungan, organda dan pejabat terkait bersama mediator pimpinan Komisi IV DPRD Kota Tangerang. Salah satu perwakilan mengungkapkan, pengalihan rute sementara sudah menjadi solusi cukup baik. "Dengan kita mendai feeder, sudah cukup baik," kata pria yang dipanggil Pak Haji. Namun dalam diskusi tersebut muncul wacana subsidi Pemkot kepada para sopir, maupun pengusaha angkutan. "Ini satu wacana yang bisa saja kami usulkan," kata Kepala Dishub. Kota Tangerang, Saipul Rahman. Pihak DPRD pun mendukung, apalagi dewan bersama Pemkot akan melakukan pembahasan soal anggaran, dalam waktu dekat. (Awang/b)
Kriminal
Ratusan Sopir Angkot di Tangerang Mogok Narik
Senin 15 Okt 2018, 16:59 WIB