Oleh H .Harmoko LAJU pertumbuhan penduduk Indonesia saat ini masih berkisar di angka 1,49 persen. Dengan begitu, setiap tahun penduduk Indonesia bertambah sekitar 4 juta orang. Tahun ini diprediksi jumlah penduduk Indonesia mencapai 265 juta jiwa. Besarnya penduduk menjadi kekuatan bagi negara, tetapi di sisi lain bisa menjadikan beban, jika tidak dikelola secara baik. Beragam program mengerem laju pertumbuhan penduduk terus dilakukan, di antaranya melalui program keluarga berencana (KB) yang sudah sejak lama dilakukan. Sayangnya program KB sejak era reformasi terabaikan. Kini, saatnya program KB makin digalakkan. Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia, Rabu ( 26 September) hendaknya dapat dijadikan momen menggalakkan program KB yang bertujuan untuk mengendalikan pertumbuhan jumlah penduduk. Karena itu tidaklah berlebihan sekiranya menaruh harapan dalam memperingati Hari Kontrasepsi tidak hanya diwarnai seremonial, bagi – bagi alat kontrasepsi seperti kondom. Tapi lebih kepada program nyata dan mengena. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007 dan 2012 menunjukkan program KB masih berjalan di tempat. Angka kelahiran mengalami kenaikan 2,4 persen. Persentase pemakaian kontrasepsi modern mengalami penurunan hingga 57.6%, serta persentase kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi menunjukkan angka yang masih tinggi yaitu 17.5%. Di era sekarang, program KB tidak sekadar diarahkan mengerem laju pertumbuhan, yang utama meningkatkan mutu penduduk Indonesia. Karena itu program KB harus disinergikan dengan program lain seperti yang mendukung peningkatan keahlian kaum perempuan di bidang seni, ekonomi dan budaya. Ini dikandung maksud untuk mencapat target komposisi penduduk yang seimbang dengan wilayah hunian, jumlah yang terkendali, penduduk yang bermutu ( berkualitas), juga penduduk yang sehat dan sejahtera. Menciptakan penduduk berkualitas memang tidaklah mudah, tidak bisa serta merta ibarat membalik telapak tangan. Perlu sejumlah syarat pendukung , di antaranya peningkatan pendidikan dan keterampilan. Pemerintah sendiri perlu menaruh perhatian lebih dengan memberikan akses yang cukup bagi penduduk, khususnya masyarakat di pedesaan dalam pelayanan pendidikan dan kesehatan. Mengapa? Karena program KB sudah semestinya lebih diarahkan kepada penduduk yang tinggal di daerah pedesaan dan permukiman padat. Ada hubungan linier antara perempuan yang hanya berprofesi murni sebagai ibu rumah tangga dengan tingkat kelahiran. Data kependudukan menyebutkan, tingkat kelahiran pada ibu rumah tangga yang tidak memiliki pekerjaan lebih tinggi ketimbang ibu rumah tangga yang bekerja. Itulah sebabnya, peran perempuan dalam program KB tidak sebatas sebagai objek, tetapi subjek. Tidak sekadar pemakai kontrasepsi untuk mengatur kelahiran, tetapi ikut terlibat langsung bagaimana merancang masa depan keluarga. Terlibat dalam kegiatan produktif. Dalam mengembangkan program UMKM, koperasi, kuliner, wisata dan budaya serta upaya menggali segenap potensi lokal hendaknya melibatkan secara langsung kaum perempuan di dalamnya. Jika perlu perempuan menjadi motor penggerak. Intinya, bagaimana melibatkan secara penuh perempuan dalam kegiatan untuk membangun dirinya, keluarganya dan masyarakat lingkungan. Ini satu dari sekian upaya mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Masih banyak terobosan yang bisa dilakukan agar program KB tidak sebatas menekan laju pertumbuhan penduduk. Tapi yang lebih utama meningkatkan kualitas penduduk. Tentu menjadi tidak cukup berarti, jika jumlah penduduk sedikit tetapi tidak berkualitas. Yang lebih baik dan efektif adalah jumlah penduduk sedikit tapi berkualitas. Itulah sebabnya perlu ada perubahan paradigma berpikir mengenai kontrasepsi yang tidak melulu memberi pemahaman soal penggunaan alat kontrasepsi yang baik dan benar, merancang kehamilan dan memelihara kehamilan. Tetapi mengusung program berkelanjutan bagaimana merawat, mendidik anak dan memberikan asupan ilmu dan pengetahuan, etika dan budaya, nilai – nilai moral sehingga kelak menjadi anak yang tidak saja berkualitas secara fisik, keilmuan, juga telah tertanam bibit integritas moral. Itulah karakter manusia berkualitas yang dibutuhkan era kini dan mendatang. Untuk menciptakan generasi penerus yang berkualitas, berintergritas, beretos kerja dan memiliki semangat gotong royong yang tinggi, peran orangtua sangat dibutuhkan. Ibu dan ayah harus berperan dalam asah, asuh dan asih. (*)
Menuju Penduduk Berkualitas
Kamis 27 Sep 2018, 07:15 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
Sosok Pria Berinisial ANH Siapa? Identitasnya Ramai Dicari usai Terseret Kasus Dugaan Bom Molotov di DPR
Sabtu 13 Jun 2026, 18:13 WIB
JAKARTA RAYA
Sosok Pria di Pinggir Rooftop Gedung saat Aksi Mahasiswa UI Siapa? Video Viral Ini Jadi Sorotan
13 Jun 2026, 16:57 WIB
EKONOMI
BNI Raih 7 Penghargaan Internasional, Perkuat Layanan Transaction Banking
13 Jun 2026, 14:40 WIB
Nasional
Wajib Tahu! Ini Daftar Layanan Kesehatan yang Tidak Dijamin BPJS Kesehatan
13 Jun 2026, 12:56 WIB
OTOMOTIF
Yamaha Luncurkan MX King 150 Prima Pramac Edition di Jakarta Fair 2026, Harga Tembus Rp29,9 Juta
13 Jun 2026, 12:00 WIB
OTOMOTIF
BYD M6 DM Resmi Meluncur di Indonesia, Simak Harga Lengkap dan Keunggulannya
13 Jun 2026, 11:15 WIB
OTOMOTIF
IPONE Ramaikan BBQ Ride 2026 Bandung, Siapkan Merchandise Eksklusif untuk Pengunjung
13 Jun 2026, 10:30 WIB
OTOMOTIF
BBQ Ride 2026 Jadi Ajang Motul Dekat dengan Komunitas Custom Culture, Ada Promo Menarik
13 Jun 2026, 09:59 WIB
EKONOMI
Harga Emas Perhiasan 24K Kembali Menguat Hari Ini 13 Juni 2026, Dijual Mulai Rp2,2 Jutaan
13 Jun 2026, 06:41 WIB
JAKARTA RAYA
Ganjil Genap Puncak Bogor Hari Ini 13 Juni 2026 Ada Atau Tidak? Cek Jadwal One Way
13 Jun 2026, 06:36 WIB
OLAHRAGA
Talenta Muda Indonesia Tembus Semifinal Australian Open 2026, Bukti Pembinaan dan Mental Juara Kian Matang
12 Jun 2026, 23:23 WIB
Nasional
Apa Itu Co-Tutor Digital? Inovasi Pembelajaran ASN yang Membantu Belajar Lebih Efektif
12 Jun 2026, 23:04 WIB
TEKNO
Tecno Pova 8 5G Resmi Meluncur, Usung Baterai 8.000mAh dan Layar 144Hz untuk Pengalaman Gaming Maksimal
12 Jun 2026, 22:48 WIB
JAKARTA RAYA
Mahasiswa Turun ke Jalan, Pengamat Sebut Gerakan Masih jadi Kekuatan yang Diperhitungkan Pemerintah
12 Jun 2026, 22:30 WIB
TEKNO
Update Harga Infinix Juni 2026: GT, Hot, Smart, dan Note Series Lengkap
12 Jun 2026, 20:29 WIB
NEWS
Demo di Bundaran HI, Dishub DKI Alihkan Arus Lalu Lintas Sudirman-Semanggi
12 Jun 2026, 18:40 WIB