JAKARTA – Diduga sebagai tempat mesum, salah satu spa di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, diobok-obok petugas Satpol PP, Sudin Periwisata dan Kebudaayaan. Dalam operasi ini petugas menemukan seorang pelanggan ketahuan telanjang sedang di urut. Masri salah seorang penyidik dari Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Selatan mengakui pihaknya melakukan pengecekan ke lokasi spa tersebut. Menurutnya ini dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan kalau di lokasi ada praktek prostitusi. "Awalnya, kami ada laporan ke walikota kemudian didisposisikan ke Sudin Parbud. Satu di antaranya izin, pajak, dugaan mesum, pekerja di bawah umur, dan persengkokolan. Kami ke sini untuk melakukan klarifikasi benar atau tidak pengaduan itu," kata Masri, Kamis (20/9). Atas laporan inilah pihaknya melakukan operasi dan pengecakan informasi ke lokasi. "Ternyata kita periksa semua terbantahkan. Pemilik spa benar memenuhi persyaratan," imbuhnya Kedatangan rombongan aparat Satuan Polisi Pamong Praja beserta pejabat pemerintahan ke spa mengejutkan manajemen dan karyawan. Satu persatu terapis dipanggil keluar dan dilakukan intrograsi terkait dugaan spa itu menawarkan layanan plus di luar jasa pijit. "Tidak ada aktivitas lain. Hanya pijit saja," kata seorang terapis menepis pertanyaan dari seorang petugas. Oleh petugas terapis itu kemudian diajak ke salah satu bilik spa lantas diminta menjelaskan bagaimana teknis saat melayani pelanggan. Ia menegaskan, selama ini pelayanan dilakukan dengan profesional tanpa ada kegiatan berbau prostitusi. Petugas kemudian menyisir bagian lantai dua tempat spa itu. Ada sekitar lima ruangan yang digunakan untuk pelayanan spa. Pada saat menyisir itu petugas dikejutkan saat membuka salah satu kamar dan menemukan pria tanpa busana yang sedang dipijit oleh seorang terapis. Melihat hal itu terapis bertubuh tambun itu hanya cengar-cengir. Ia kemudian diminta menghentikan aktivitasnya. "Ini terbukti hasil investigasi kita ada dugaan ke arah sana (prostitusi)," kata seorang petugas Satpol PP . Ade, pemilik berdalih, adanya pelanggan yang telanjang saat diberikan layanan spa adalah kesalahan terapisnya. "Terapisnya baru satu minggu kerja, baru ketemu dengan manajer, belum ketemu dengan saya. Jadi terapis tersebut belum memahami prosedur operasi standar (SOP) layanan pijat yang diterapkan. Seharusnya, tamu yang memilih membuka pakaiannya, harus disarungi dengan sehelai kain batik,”terang Ade. (wandi/b)
MEGAPOLITAN
Spa di Tebet Dirazia, Dipergoki Pria Dipijit Trapis dalam Keadaan Bugil
Kamis 20 Sep 2018, 19:12 WIB