Oleh Harmoko PRESIDEN Joko Widodo tidak hadir langsung dalam penutupan Asian Games 2018. Tapi Presiden sudah menyiapkan rekaman video dalam penutupan itu. Rekaman Presiden yang tampil saat berada di antara pengungsi gempa Lombok, diputar saat penutupan. Kita semua tahu, sebelum berangkat ke Lombok, Sabtu (1/9) itu, Presiden Joko Widodo bertemu Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach dan Presiden Dewan Olimpiade Asia (OCA) Ahmad Al-Fahad Al-Sabah di Istana Bogor. Isinya, Presiden antara lain menyampaikan keinginan Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade Tahun 2032. Prestasi dan keberhasilan Indonesia dalam Asian Games dirasa mampu menjadi ukuran. Presiden IOC Thomas Bach menyambut positif. Dengan keberhasilan menyabet 93 medali dalam Asian Games berupa 31 Emas, 24 Perak dan 43 Perunggu setidaknya bisa menjadi fondasi yang kuat bagi Indonesia untuk menawarkan diri sekaligus bersaing dengan negara lain menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Tentu tidak hanya soal keberhasilan meraih medali yang lumayan tetapi juga melayani sekitar 12 ribu atlet dari 45 negara dan ribuan panitia dan jurnalis yang hadir. Kelak, Indonesia tidak hanya bersaing dengan beberapa negara yang telah mengajukan diri menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 seperti India, Jerman, dan Australia, tetapi juga harus mencontoh negara-negara yang sudah disetujui menjadi tuan rumah. Seperti Tokyo, Jepang pada 2020, Paris, Francis 2024 dan Los Angles, Amerika Serikat pada 2028. Kini Indonesia perlu mempersiapkan diri untuk olimpiade 2020 di Tokyo. Kita sadari, ini bukan hal mudah. Semoga saja hal-hal subjektif tidak menimpa Indonesia karena negeri ini pernah memiliki sejarah “kurang sedap”. Indonesia pernah absen di olimpiade 1964 Tokyo, Jepang, karena masalah Ganefo. Begitu juga pada Olimpiade Moskow 1980 sebagai bentuk solidaritas pada AS. Harapan kita ini tidak menjadi beban. Sejak Olimpiade 1952, Indonesia baru bisa meraih perak pertama pada Olimpiade Seoul, Korea 1988, dari cabang panahan. Di olimpiade berikutnya saat cabang olah raga Bulutangkis masuk Olimpiade Barcelona 1992, Susi Susanti dan Alan Budikusuma bisa meraih emas. Sayangnya pada olimpiade berikutnya di Atlanta 1996 Indonesia hanya dapat satu emas. Bahkan di Olimpiade London 2012, Indonesia tidak mampu merebut satu pun emas. Kita sepakat dan berharap pencapaian di Asian Games 2018 bisa menjadi awal bangkitnya olahraga Indonesia. Kita harus benar-benar menjadikan ajang Asian Games sebagai ‘tiket’ untuk membidik olimpiade. Tidak hanya menjadi tuan rumah olimpiade, bagi atlet menembus olimpiade pun bukan pekerjaan mudah. Mereka harus melalui sejumlah kualifikasi di turnamen elite agar lolos. Dan harus diingat, prestasi gemilang di Asian Games sesungguhnya bukan ‘tiket bebas hambatan’ menuju olimpiade. Karena lebih dari 50 persen dari total 31 emas yang didapat Indonesia ternyata bukan berasal dari cabor-cabor yang dipertandingkan di Olimpiade, bahkan di Asian Games sebelumnya. Cabor-cabor Olimpiade seperti balap sepeda, bulu tangkis, dayung, dan tenis, Indonesia hanya meraup enam emas. Sumbangan terbesar emas dalam Asian Games berasal dari pencak silat yang hampir setengahnya. Dari 16 nomor hanya dua yang lolos emasnya. Artinya 14 emas dari nomor Pencak Silat semua direbut atlet Indonesia. Yang menyedihkan cabor atletik dan renang yang menjadi favorit dengan emas yang diperebutkan 48 dan 41 emas Indonesia tidak berdaya. Perlahan-lahan euforia kesuksesan Asian Games harus mulai dilepaskan dan kembali fokus ke pembinaan. Semua pihak harus saling mendukung. Tahun depan SEA Games ke-30 digelar di Filipina. Kalau Asian Games 2018 bisa menjadi tiket menuju Olimpiade 2032 maka SEA Games harus dijadikan ‘test event’ bagi para atlet pelatih dan semua pihak, agar kembali bersiap dan fokus. Tentu saja semua berharap, usaha maksimal adalah kewajiban dan prestasi gemilang adalah hasilnya. *
Menyiapkan Tiket Olimpiade
Kamis 06 Sep 2018, 04:52 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
Sosok Pria Berinisial ANH Siapa? Identitasnya Ramai Dicari usai Terseret Kasus Dugaan Bom Molotov di DPR
Sabtu 13 Jun 2026, 18:13 WIB
JAKARTA RAYA
Sosok Pria di Pinggir Rooftop Gedung saat Aksi Mahasiswa UI Siapa? Video Viral Ini Jadi Sorotan
13 Jun 2026, 16:57 WIB
EKONOMI
BNI Raih 7 Penghargaan Internasional, Perkuat Layanan Transaction Banking
13 Jun 2026, 14:40 WIB
Nasional
Wajib Tahu! Ini Daftar Layanan Kesehatan yang Tidak Dijamin BPJS Kesehatan
13 Jun 2026, 12:56 WIB
OTOMOTIF
Yamaha Luncurkan MX King 150 Prima Pramac Edition di Jakarta Fair 2026, Harga Tembus Rp29,9 Juta
13 Jun 2026, 12:00 WIB
OTOMOTIF
BYD M6 DM Resmi Meluncur di Indonesia, Simak Harga Lengkap dan Keunggulannya
13 Jun 2026, 11:15 WIB
OTOMOTIF
IPONE Ramaikan BBQ Ride 2026 Bandung, Siapkan Merchandise Eksklusif untuk Pengunjung
13 Jun 2026, 10:30 WIB
OTOMOTIF
BBQ Ride 2026 Jadi Ajang Motul Dekat dengan Komunitas Custom Culture, Ada Promo Menarik
13 Jun 2026, 09:59 WIB
EKONOMI
Harga Emas Perhiasan 24K Kembali Menguat Hari Ini 13 Juni 2026, Dijual Mulai Rp2,2 Jutaan
13 Jun 2026, 06:41 WIB
JAKARTA RAYA
Ganjil Genap Puncak Bogor Hari Ini 13 Juni 2026 Ada Atau Tidak? Cek Jadwal One Way
13 Jun 2026, 06:36 WIB
OLAHRAGA
Talenta Muda Indonesia Tembus Semifinal Australian Open 2026, Bukti Pembinaan dan Mental Juara Kian Matang
12 Jun 2026, 23:23 WIB
Nasional
Apa Itu Co-Tutor Digital? Inovasi Pembelajaran ASN yang Membantu Belajar Lebih Efektif
12 Jun 2026, 23:04 WIB
TEKNO
Tecno Pova 8 5G Resmi Meluncur, Usung Baterai 8.000mAh dan Layar 144Hz untuk Pengalaman Gaming Maksimal
12 Jun 2026, 22:48 WIB
JAKARTA RAYA
Mahasiswa Turun ke Jalan, Pengamat Sebut Gerakan Masih jadi Kekuatan yang Diperhitungkan Pemerintah
12 Jun 2026, 22:30 WIB
TEKNO
Update Harga Infinix Juni 2026: GT, Hot, Smart, dan Note Series Lengkap
12 Jun 2026, 20:29 WIB
NEWS
Demo di Bundaran HI, Dishub DKI Alihkan Arus Lalu Lintas Sudirman-Semanggi
12 Jun 2026, 18:40 WIB