Oleh H. Harmoko PATUT diapresiasi komitmen pemerintah untuk terus memajukan koperasi. Tidak mudah di era globalisasi, ekonomi digital, serbuan modal asing, berjuang mewujudkan cita-cita Bapak Pendiri Bangsa kita, khususnya Bung Hatta untuk menjadikan koperasi sebagai soko guru ekonomi kita. Kita sama-sama meyakini, pertumbuhan ekonomi yang adil dan merata sangat diperlukan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Sistem ekonomi koperasi memiliki peran strategis, karena pertumbuhan ekonomi bisa saja tidak dinikmati mayoritas masyarakat, melainkan dinikmati segelintir atau sekelompok orang saja. Penting untuk menggelorakan koperasi, karena jumlah koperasi terus menurun. Bila tahun 2014 ada sebanyak 212.570 unit dan kini berkurang menjadi 152.714 unit. Sebanyak 40.013 unit koperasi dibubarkan karena tidak aktif lagi. Bung Hatta membuat gerakan ekonomi kerakyatan lewat koperasi atas keinginan memakmurkan rakyat berasas kekeluargaan dalam bentuk “usaha bersama”. Memajukan kesejahteraan anggota dan masyarakat, serta membangun ekonomi nasional adalah tujuan dibangunnya sebuah koperasi. Koperasi merupakan bentuk konkret sistem ekonomi gotong-royong. Dalam koperasi dituntut pemerataan kerja dan pembagian hasil, sehingga tak ada lagi ketimpangan. Setiap orang bisa bekerja secara wajar serta mampu memenuhi kebutuhannya. Berbeda dengan sistem kapitalisme, ekonomi gotong-royong adalah sistem yang tidak menumpuk kekayaan kepada perseorangan. Tetapi, yang lebih penting, pembagian kekayaan secara merata. Dengan adanya koperasi, kebutuhan anggotanya dapat diperoleh dengan mudah sehingga membuat kesejahteraan anggota meningkat dan secara langsung dapat memajukan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian Indonesia. Namun, Bung Hatta menyadari, koperasi merupakan langkah jangka panjang ekonomi. Hasilnya tidak bisa serta merta dirasakan. Atas kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia, Hatta diangkat sebagai Bapak Koperasi Indonesia pada tahun 1953 saat kongres II di Bandung. Sudah 70 tahun berlalu, dalam pemerintahan Presiden Jokowi, Kementerian Koperasi dan UKM menjalankan Reformasi Total Koperasi melalui tiga langkah strategis, yakni reorientasi, rehabilitasi, dan pengembangan. Tujuannya adalah mengembangkan koperasi secara berkualitas sebagai organisasi yang memberikan kesejahteraan kepada anggotanya dan kemanfaatan kepada masyarakat. Tantangan utama yang kita hadapi dalam memajukan ekonomi koperasi adalah sumber daya pengelolanya. Karena, bukan rahasia lagi, pengelola koperasi sebagian besar bukan tenaga profesional, melainkan dipilih berdasarkan kesepakatan anggota. Karena itu, kini maupun ke depan, perlu ada kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni untuk memajukan koperasi, yang selama ini berkualifikasi rendah dan sedang. Kesiapan SDM sangat penting dan tak mudah, tapi kita yakin SDM kita mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Di samping meningkatkan SDM dalam mengelola ekonomi koperasi, juga anggota harus dididik sehingga lebih dapat memahami bagaimana semangat berkoperasi. Kebersamaan menjadikan anggota menyadari nilai tambah dalam koperasi. Tak kurang pentingnya, mendidik perilaku anggotanya agar berlaku bijak dan cerdas menggunakan pendapatannya, tidak berperilaku konsumtif. Juga jujur dalam mengelola manajemen dan keuangan koperasi. Unit-unit layanan usaha dalam koperasi harus melakukan adaptasi terhadap perkembangan zaman, terutama menghadapi ekonomi digital saat ini - sehingga tidak tertinggal dan tetap bisa bersaing. Koperasi di era kini tidak saja dituntut mengembangkan beragam usaha bersama, tetapi lebih cermat menyesuaikan diri dengan perkembangan lingkungan, teknologi informasi dan digital yang dapat melayani anggotanya dengan cepat, akurat, tapi bersahabat. *
SDM UNTUK KOPERASI
Kamis 19 Jul 2018, 04:50 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
Sosok Pria Berinisial ANH Siapa? Identitasnya Ramai Dicari usai Terseret Kasus Dugaan Bom Molotov di DPR
Sabtu 13 Jun 2026, 18:13 WIB
JAKARTA RAYA
Sosok Pria di Pinggir Rooftop Gedung saat Aksi Mahasiswa UI Siapa? Video Viral Ini Jadi Sorotan
13 Jun 2026, 16:57 WIB
EKONOMI
BNI Raih 7 Penghargaan Internasional, Perkuat Layanan Transaction Banking
13 Jun 2026, 14:40 WIB
Nasional
Wajib Tahu! Ini Daftar Layanan Kesehatan yang Tidak Dijamin BPJS Kesehatan
13 Jun 2026, 12:56 WIB
OTOMOTIF
Yamaha Luncurkan MX King 150 Prima Pramac Edition di Jakarta Fair 2026, Harga Tembus Rp29,9 Juta
13 Jun 2026, 12:00 WIB
OTOMOTIF
BYD M6 DM Resmi Meluncur di Indonesia, Simak Harga Lengkap dan Keunggulannya
13 Jun 2026, 11:15 WIB
OTOMOTIF
IPONE Ramaikan BBQ Ride 2026 Bandung, Siapkan Merchandise Eksklusif untuk Pengunjung
13 Jun 2026, 10:30 WIB
OTOMOTIF
BBQ Ride 2026 Jadi Ajang Motul Dekat dengan Komunitas Custom Culture, Ada Promo Menarik
13 Jun 2026, 09:59 WIB
EKONOMI
Harga Emas Perhiasan 24K Kembali Menguat Hari Ini 13 Juni 2026, Dijual Mulai Rp2,2 Jutaan
13 Jun 2026, 06:41 WIB
JAKARTA RAYA
Ganjil Genap Puncak Bogor Hari Ini 13 Juni 2026 Ada Atau Tidak? Cek Jadwal One Way
13 Jun 2026, 06:36 WIB
OLAHRAGA
Talenta Muda Indonesia Tembus Semifinal Australian Open 2026, Bukti Pembinaan dan Mental Juara Kian Matang
12 Jun 2026, 23:23 WIB
Nasional
Apa Itu Co-Tutor Digital? Inovasi Pembelajaran ASN yang Membantu Belajar Lebih Efektif
12 Jun 2026, 23:04 WIB
TEKNO
Tecno Pova 8 5G Resmi Meluncur, Usung Baterai 8.000mAh dan Layar 144Hz untuk Pengalaman Gaming Maksimal
12 Jun 2026, 22:48 WIB
JAKARTA RAYA
Mahasiswa Turun ke Jalan, Pengamat Sebut Gerakan Masih jadi Kekuatan yang Diperhitungkan Pemerintah
12 Jun 2026, 22:30 WIB
TEKNO
Update Harga Infinix Juni 2026: GT, Hot, Smart, dan Note Series Lengkap
12 Jun 2026, 20:29 WIB
NEWS
Demo di Bundaran HI, Dishub DKI Alihkan Arus Lalu Lintas Sudirman-Semanggi
12 Jun 2026, 18:40 WIB