BILA seks dijadikan panglima, ya begini ini. Habis berbuka Midun, 44, ngajak istrinya Baniyah, 40, untuk buka-bukaan bersama. Merasa masih capekdan perut kenyang, istri pun menolak. Ee, Midun naik pitam. Energi baru dari sepirang nasi dan semangkok kolak, langsung dimanfaatkan untuk menghajar istri. Ya babak belurlah si Baniyah. Hubungan intim itu merupakan hak dan kewajiban suami istri. Dalam bulan Ramadhan, nafsu itu harus direm dulu. Boleh melakukan tapi di malam hari saja, sampai imsyak tiba. Di luar itu bakal kena sanksi puasa kifarat selama 2 bulan berturut-turut, tak boleh putus. Jika sampai putus, harus mengulangi lagi dari awal. Repot kan, perut tersiksa gara-gara memanjakan yang di bawah perut. Midun warga di Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, sebagai umat muslim tahu persis aturan itu. Maka selama puasa ini, dia merasa peceklik di siang hari, karena tak bisa ngapa-ngapain. Padahal biasanya hal itu bisa dilakukan kapan saja di mana saja. Kalau setansih, selalu mendorong untuk membatalkan puasa saja. Setelah itu baru minta jatah. Dalam logika setan, karena bukan soimin dan soimat, bebaslah dari sanksi itu. Ringan mana, mengganti puasa setelah Ramadhan usai, atau puasa berturut-turut selama 60 hari. Lalu kata hati nurani Midun, “Jangan diikuti Bleh, namanya juga setan. Itu sama saja ngakali hukum Allah.” Walhasil selama bulan puasa terjadi pergulatan batin antara hati nurani dan setan. Mau mengikuti hatinurani, atau koalisi setan. Padahal yang namanya koalisi setan-iblis-banaspati-thethekan-jenggitan, bila terjadi takkan ada SP3. Di sini bisa selamat, tapi di sono nanti tetap saja ada gelar perkara. Vonisnya bisa sementara, bisa pula hum fihakholidun (kekal di dalamnya). Alhamdulillah, selama Ramadhan kemarin, Midun bisa memenangkan pertandingan melawan setan, tapi itusiang hari. Malam harinya, dia kalah telak seperti yang telah dialaminya, sehingga Midun harus ditahan gara-gara pelanggaran pasal KDRT. Ceritanya, habis buka mestinyakan salat magrib, baru makan, istirahat sejenak baruberangkat ke masjid untuk salattarawih. Midun tidak begitu, habis berbuka dan salat, eh dia mengajak istrinya buka-bukaan bersama. Tentu saja Baniyah menolak, nasi dan kolak saja belum turun, kok malah minta begituan. Makasaat Midun memeluknya langsung ditepisnya dengan mendorong suami sampai terjengkang di ranjang. Ee, Midun jadi marah dan tersinggung. Istrinya ini kok seperti tak pernah ikut pengajian ibu-ibu saja. Padahal hadits Nabi mengatakan, layanilah suamimu “tidur” meski sedang di dapur.Bahkan hadits yang lain mengingatkan, barangsiapa menolak ajakan suami akan dikutuk malaikat sampai pagi. Begitu marahnya Midun karena ditolak begituan, ia langsung melayangkan tinjunya ke muka istrinya, pletakkkk! Habis berbuka kena swing suami. Langsung terjatuh. Tapi suami tak menolong, justru ngeloyor pergi. Baniyah pun mengadu kePolsek Bandardua dan Midun ditangkap. Wah, di kantor polisi tak bisa begituan, bisanya hanya begita-begitu nggak keruan. (JPNN/Gunarso TS)
Nah Ini Dia
Tolak Buka-bukaan Bersama Istri Babak Belur Kena Hajar
Selasa 19 Jun 2018, 06:19 WIB