Oleh H. Harmoko BERULANG kali pada rubrik ini kita bahas bahwa Indonesia sekarang telah menjadi penganut demokrasi liberal. Sistem ini sebenarnya tidak mengakar pada kehidupan bangsa kita. Lihat saja apa yang terjadi. Sumber-sumber intelijen sejak era reformasi menyebutkan ada empat skenario yang dirancang oleh konspirasi global untuk menghancurkan Indonesia. Keempat skenario itu: (1) jadikan Indonesia sebagai negara berdemokrasi liberal, (2) jadikan pemerintahan Indonesia bersistem kabinet parlementer, (3) dudukkan presiden yang lemah sehingga bisa tunduk pada kepentingan asing, dan (4) ciptakan huru-hara besar pascaterpilihnya presiden untuk menuju keruntuhan NKRI. Skenario pertama dilakukan lewat perubahan UUD 1945. Skenario kedua, coba lihat, sistem kabinet pemerintahan Indonesia yang seharusnya kabinet presidensial berubah menjadi parlementer. Presiden yang seharusnya punya hak prerogatif menetapkan kabinet, meski disebutkan masih bersistem kabinet presidensial, praktiknya adalah kabinet parlementer dengan menentukan formasi kabinet berdasarkan kepentingan partai yang duduk di DPR. Bagaimana tentang skenario ketiga? Posisi presiden tak lebih sebagai petugas partai, bukan sebagai pemegang mandat rakyat. Dalam kondisi seperti itu, posisi presiden tidak lagi kuat, bergantung pada kebijakan partai. Sedangkan skenario keempat, kita sudah pula bisa merasakan sekarang. Pertarungan para kubu pendukung capres sudah menimbulkan pergesekan yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Para arif cendekiawan, termasuk pemuka agama, purnawirawan TNI, organisasi profesi bersaing tidak sehat dalam memberikan dukungannya terhadap pasangan capres. Di tengah situasi seperti itu, sistem hankamrata pun menghadapi persoalan serius. Empat skenario itu, banyak di antara kita tidak memahaminya sebagai instrumen perang nirmiliter yang dilancarkan oleh pihak asing. Pihak asing menggunakan pihak-pihak dalam negeri untuk mewujudkan skenario tersebut. Karena tidak paham, kita juga tidak sadar telah memberi kepercayaan kepada pemimpin yang tunduk pada kepentingan asing. Itulah yang kini sedang dan akan terus terjadi di Indonesia, yang oleh banyak orang disebut sebagai konsekuensi era globalisasi. Sebagian yang lain menengarai sebagai bentuk penjajahan gaya baru yang tidak berupa penjajahan fisik mencakup penjajahan ideologi, budaya, dan ekonomi. Mengingat hal itu, kita harus cermati juga bahwa isu supremasi sipil, pelanggaran HAM, dan demokratisasi bisa kita tengarai sebagai bagian dari cara melemahkan pertahanan dan keamanan negara. Di wilayah inilah emosi bangsa kita dikocok. Bagaimana kita harus menyikapi hal yang sudah telanjur terjadi itu? Membangun kesadaran segenap komponen bangsa tentang adanya serangan perang nirmiliter--melalui empat skenario itu--menjadi hal penting. Dengan kesadaran seperti itu, kita berharap rakyat semakin cerdas sehingga tidak lagi mau digiring untuk memilih pemimpin yang tunduk pada kepentingan asing. Tidak bisakah? ( * )
TUNDUK PADA ASING
Senin 19 Mar 2018, 06:40 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
Sosok Pria Berinisial ANH Siapa? Identitasnya Ramai Dicari usai Terseret Kasus Dugaan Bom Molotov di DPR
Sabtu 13 Jun 2026, 18:13 WIB
JAKARTA RAYA
Sosok Pria di Pinggir Rooftop Gedung saat Aksi Mahasiswa UI Siapa? Video Viral Ini Jadi Sorotan
13 Jun 2026, 16:57 WIB
EKONOMI
BNI Raih 7 Penghargaan Internasional, Perkuat Layanan Transaction Banking
13 Jun 2026, 14:40 WIB
Nasional
Wajib Tahu! Ini Daftar Layanan Kesehatan yang Tidak Dijamin BPJS Kesehatan
13 Jun 2026, 12:56 WIB
OTOMOTIF
Yamaha Luncurkan MX King 150 Prima Pramac Edition di Jakarta Fair 2026, Harga Tembus Rp29,9 Juta
13 Jun 2026, 12:00 WIB
OTOMOTIF
BYD M6 DM Resmi Meluncur di Indonesia, Simak Harga Lengkap dan Keunggulannya
13 Jun 2026, 11:15 WIB
OTOMOTIF
IPONE Ramaikan BBQ Ride 2026 Bandung, Siapkan Merchandise Eksklusif untuk Pengunjung
13 Jun 2026, 10:30 WIB
OTOMOTIF
BBQ Ride 2026 Jadi Ajang Motul Dekat dengan Komunitas Custom Culture, Ada Promo Menarik
13 Jun 2026, 09:59 WIB
EKONOMI
Harga Emas Perhiasan 24K Kembali Menguat Hari Ini 13 Juni 2026, Dijual Mulai Rp2,2 Jutaan
13 Jun 2026, 06:41 WIB
JAKARTA RAYA
Ganjil Genap Puncak Bogor Hari Ini 13 Juni 2026 Ada Atau Tidak? Cek Jadwal One Way
13 Jun 2026, 06:36 WIB
OLAHRAGA
Talenta Muda Indonesia Tembus Semifinal Australian Open 2026, Bukti Pembinaan dan Mental Juara Kian Matang
12 Jun 2026, 23:23 WIB
Nasional
Apa Itu Co-Tutor Digital? Inovasi Pembelajaran ASN yang Membantu Belajar Lebih Efektif
12 Jun 2026, 23:04 WIB
TEKNO
Tecno Pova 8 5G Resmi Meluncur, Usung Baterai 8.000mAh dan Layar 144Hz untuk Pengalaman Gaming Maksimal
12 Jun 2026, 22:48 WIB
JAKARTA RAYA
Mahasiswa Turun ke Jalan, Pengamat Sebut Gerakan Masih jadi Kekuatan yang Diperhitungkan Pemerintah
12 Jun 2026, 22:30 WIB
TEKNO
Update Harga Infinix Juni 2026: GT, Hot, Smart, dan Note Series Lengkap
12 Jun 2026, 20:29 WIB
NEWS
Demo di Bundaran HI, Dishub DKI Alihkan Arus Lalu Lintas Sudirman-Semanggi
12 Jun 2026, 18:40 WIB